Konten dari Pengguna

Masa Depan Transaksi: Revolusi Digitalisasi Pembayaran di Era Modern

Maysya Miranda

Maysya Miranda

Mahasiswa semester 5 program studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang aktif dalam berorganisasi dan memiliki kemampuan dalam mengelola project.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Maysya Miranda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam era digitalisasi saat ini, pemerintah terus menggalakkan agar sektor ekonomi kreatif dapat bersaing di dunia persaingan industri yang yang berbagis digital. Digitalisasi dalam sector ekonomi kreatif dapat berarti luas, baik dari sisi pemasaran yang dapat memanfaatkan digital maupun dari sisi tata keola keuangan yang berbasis digital.

Food Court Alun-Alun Magelang, Kota Magelang, Foto: Maysya Miranda
zoom-in-whitePerbesar
Food Court Alun-Alun Magelang, Kota Magelang, Foto: Maysya Miranda

Dalam teknologi Industri 4.0 saat ini, ada beberapa hal yang dapat dimanfaatkan oleh sektor UMKM dalam memanfaatkan teknologi industri yang ada. Konektifitas serta Analisis dan Intelegensi merupakan 2 hal penting dalam teknologi undustri 4.0 yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM saat ini.

Dari sisi konektifitas, UMKM dapat memanfaatkan jaringan internet yang ada saat ini untuk berbagai kebutuhan dalam pengembangan UMKM, Antara lain :

  1. Pemasaran, UMKM dapat melakukan digitalisasi dalam ham pemasaran sehingga penjualan produk UMKM dapat dikenal luas oleh masyarakat, baik domestik maupun mancanegara.

  2. Penjualan, UMKM juga dapat melakukan digitalisasi dalam hal penjualan secara online. Hal ini mengakibatkan setiap pengusaha UMKM wajib untuk terus belajar tentang dunia digital dan segala perkembangannya agar keberlanjutan usaha terus terjaga.

  3. Tata kelola Keuangan, dalam hal pencatatan laporan keuangan UMKM, merupakan salah satu hal yang seringkali luput dari perhatian para pelaku usaha UMKM. Seringkali pelaku usaha mencampur adukkan keuangan usaha dengan keuangan rumah tangga, sehingga perkembangan usaha tidak dapat dilakukan monitoring dan evaluasi berdasarkan catatan laporan keuangan. Pelaku usaha wajib melakukan pencatatan laporan keuangan dan sebisa mungkin dilakukan secara digital, banyak terdapat aplikasi pencatatan laporan keuangan sederhana untuk UMKM yang dapat digunakan maupun dapat dilakukan dengan meiliki aplikasi berbasis perbankan baik itu mobile banking dan QRIS Payment untuk memudahkan pencatatan laporan keuangan usaha.

Setelah sisi konektifitas dilakukan oleh pelaku usaha UMKM, tahap selanjutnya dapat melakukan analisis dan intelegensi dengan bantuan teknologi yang ada saat ini. Artificial Intelegency yang ada saat ini dengan berbagai jenis aplikasi yang ada, dapat membantu pelaku usaha untuk menelusuri dan memberi solusi terhadap analisis SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity, and Thread) daru usaha UMKM. Sehingga pelaku usaha UMKM dapat meningkatkan kompetensi dari pelaku usaha itu sendiri serta mampu untuk mengembangkan bisnisnya agar dapat bertahan dan tumbuh di dalam era sekarang yang memanfaatkan digitalisasi UMKM.