Petani Penggarap ATP IPB University Belajar Mengolah Tanaman Obat
Tulisan dari Media LPA2I IPB University tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Petani penggarap ATP IPB University belajar mengolah tanaman obat seperti binahong, sirih, kumis kucing, dan bunga telang untuk kesehatan keluarga dan ternak.
Binahong dan sirih mudah ditemukan di sekitar lahan pertanian, tetapi belum banyak petani yang tahu cara mengolahnya dengan benar. Karena itu, Tim Dosen Pulang Kampung Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University menggelar pelatihan pengolahan dan pemanfaatan tanaman obat di Agribusiness and Technology Park (ATP) IPB University.
Baca juga: Dospulkam IPB 2026 Kenalkan Pupuk Hayati Unggulan kepada Petani di Garut
Pelatihan diikuti 25 peserta yang merupakan petani penggarap lahan di ATP IPB Universi
ty. Bahan praktik diambil langsung dari kebun koleksi tanaman obat yang ditanam sejak September.
Pelatihan Pengolahan Tanaman Obat dalam Dua Sesi
Sesi pertama membahas kesehatan keluarga dan dipandu Dr. Rini Madyastuti Purwono, S.Si., Apt., M.Si. serta Dr. Bayu Febram Prasetyo, S.Si., Apt., M.Si. Peserta belajar membuat simplisia, yaitu bahan tanaman obat yang dikeringkan dengan benar. Peserta juga mempraktikkan pembuatan teh bunga telang, rebusan kumis kucing, serta air rebusan daun sirih untuk pembersih.
"Bunga telang mudah diolah menjadi minuman yang kaya antioksidan. Kumis kucing sejak lama dimanfaatkan sebagai peluruh kencing. Namun untuk kondisi seperti batu ginjal, herbal sifatnya pendamping. Pemeriksaan dan penanganan medis tetap diperlukan," tegas Dr. Bayu.
Sesi kedua membahas kesehatan ternak dan diisi oleh drh. Vetnizah Juniantito, Ph.D., APVet. serta Dr. drh. Ridi Arif. Peserta mempraktikkan pembuatan olahan daun binahong untuk membantu perawatan luka pada ternak, serta larutan daun sirih sebagai antiseptik alami, misalnya untuk menjaga kebersihan kandang dan ambing ternak perah.
"Luka pada ternak sering terjadi, entah karena gesekan kandang, gigitan, atau pascatindakan. Binahong bisa menjadi pilihan pendamping yang murah dan mudah didapat. Syaratnya, cara pembuatan dan kebersihannya harus benar agar tidak justru menimbulkan infeksi," jelas drh. Vetnizah.
Kolaborasi Dosen, Mahasiswa, dan Petani dari Kebun hingga Racikan
Peserta mempraktikkan seluruh tahapan secara berkelompok, mulai dari memetik, mencuci, mengeringkan, hingga meracik. Selama praktik, mahasiswa turut mendampingi peserta.
"Senang melihat peserta antusias. Banyak pertanyaan dari petani yang menjadi masukan untuk penelitian kami ke depan," ujar mahasiswa Nurinda Sari.
Manfaat Langsung bagi Keluarga Petani dan Ternaknya
Setiap peserta pulang membawa hasil olahan dan lembar panduan sehingga dapat langsung mempraktikkannya di rumah. Pak Mardi, petani penggarap lahan di ATP IPB University, merasa terbantu.
"Binahong dan sirih sebenarnya mudah ditemukan di sekitar kami. Selama ini kami belum tahu cara mengolahnya dengan benar, baik untuk keluarga maupun untuk ternak. Sekarang kami bisa langsung coba," katanya.
Pelatihan ini menjadi jembatan antara kebun koleksi dan pemanfaatan nyata di masyarakat. Dengan cara pengolahan yang benar, tanaman obat di sekitar lahan petani dapat dimanfaatkan secara tepat dan aman, baik untuk kesehatan keluarga maupun ternak.

