Konten dari Pengguna

Dukung Pengelolaan Sampah Berbasis 5R, JIBBS 2022 Libatkan Banyak Pihak

Greeneration Foundation

Greeneration Foundation

NGO lingkungan Indonesia untuk isu konsumsi dan produksi berkelanjutan.

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Greeneration Foundation tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto 1. (dari kiri atas ke bawah) Sinta Saptarina Soemiarno, Direktur Pengurangan Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Saepul Hamdi, Head of Communication and Partnership Greeneration Foundation, Ir. Diana Kusumastuti MT, Direktur Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Dea Karina Tasya/ Greeneration Foundation)
zoom-in-whitePerbesar
Foto 1. (dari kiri atas ke bawah) Sinta Saptarina Soemiarno, Direktur Pengurangan Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Saepul Hamdi, Head of Communication and Partnership Greeneration Foundation, Ir. Diana Kusumastuti MT, Direktur Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Dea Karina Tasya/ Greeneration Foundation)

Sektor persampahan merupakan salah satu sektor yang berkontribusi tinggi terhadap emisi gas rumah kaca (GRK) di Indonesia, yaitu sebanyak 7% dari emisi nasional atau sebesar 134.119 Gg CO2e pada tahun 2019 (KLHK, 2021). Tingginya emisi GRK dapat menyebabkan pemanasan global dan memicu perubahan iklim. Pemerintah Indonesia melalui Nationally Determined Contribution (NDC) telah menetapkan target reduksi emisi GRK sektor limbah di Indonesia sebesar 0,38% (KLHK, 2015). Target ini harus didukung dengan upaya pengendalian perubahan iklim, yang harus dilakukan dengan gotong royong masyarakat, industri, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat melalui usaha gaya hidup minim sampah hingga regulasi UU pengelolaan sampah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam rangka pengendalian perubahan iklim dari sektor persampahan adalah melalui pengelolaan sampah sesuai jenisnya, dan menerapkan prinsip 5R (refuse, reduce, reuse, repurpose, recycle).

Untuk itu, Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah (JIBBS) 2022 mengusung tema Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Sampah Berbasis 5R untuk Pengendalian Perubahan Iklim di Indonesia. JIBBS kali ini diselenggarakan pada tanggal 1-2 September 2022 secara virtual dan dihadiri oleh 638 peserta dari 33 provinsi di Indonesia. Kegiatan ini dibuka dengan sambutan dari M Bijaksana Junerosano, Founder dari Greeneration Foundation dan CEO dari Waste4Change yang menjelaskan terkait fokus dan dasar dari tema yang diambil dalam JIBBS 2022 kali ini.

“Jambore tahun ini fokusnya pada 5R (Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, dan Repurpose) dengan urutan yang kurang lebih sama yaitu dimulai dari pengurangan sampah di hulu hingga pengelolaan sampah di hilir. Pengelolaan sampah 5R bertujuan untuk meminimalisir jumlah penggunaan sumber daya dan juga sisa material yang terbuang sia-sia melalui penggunaan ulang dan efisiensi sumber daya secara maksimal” , ujarnya.

Foto 2. Peserta JIBBS 2022 yang hadir secara virtual (Dea Karina Tasya/ Greeneration Foundation)

Adapun kegiatan ini diharapkan bisa menimbulkan dukungan dan pemahaman di berbagai pihak mulai dari pemerintah, swasta, dan masyarakat mengenai bagaimana pengelolaan sampah mampu menurunkan emisi gas rumah kaca. Hal ini disampaikan oleh Ir. Diana Kusumastuti, MT, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Diharapkan adanya kerja sama antara pemerintah daerah dan semua orang untuk bisa menurunkan produksi emisi gas rumah kaca. Selain itu, dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman semua pihak terkait pengelolaan sampah dalam mendukung upaya pengendalian perubahan iklim yang ada di Indonesia.”

Sinta Saptarina Soemiarno, Direktur Pengurangan Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, juga berharap kegiatan JIBBS 2022 bisa menjadi sarana bagi semua pihak untuk belajar dan berdiskusi bersama terkait strategi pengelolaan sampah yang ideal.

“Adanya webinar ini diharapkan semua pihak dapat belajar dan berdiskusi bersama untuk mendapatkan strategi pengolahan sampah yang komprehensif dan ideal, namun mudah diimplementasikan dan dapat dikembangkan lebih baik lagi oleh berbagai pihak”, ujarnya.

Jambore tahun ini diisi oleh 19 orang narasumber dalam seluruh rangkaian kegiatannya antara lain: sesi pleno dan capacity building yang berbagi pengetahuan, best practices serta berdiskusi dengan partisipan dari seluruh Indonesia yang bergerak di bidang pengelolaan sampah seperti TPS3R, Bank Sampah, perangkat daerah, hingga komunitas mengenai pengelolaan sampah beserta pemasaran produknya. Para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan coaching clinic untuk menyusun Business Model Canvas sederhana dengan menggunakan studi kasus dari 5 provinsi di Indonesia.

JIBBS 2022 kali ini didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian PPN/Bappenas, IPRO, Unilever, Siklus, P4G, Kreador, Gerakan Ekonomi Sirkular Nasional, ADUPI, Danone, Nutrifood, dan Paxel.