kumparan
search-gray
Politik22 Mei 2018 11:27

AGK–YA : Bulan Ramadhan Momentum Melawan Paham Radikal

Konten kiriman user
Polda Maluku Utara (Malut) baru saja menginstruksikan kepada jajaran polres hingga polsek untuk meningkatkan kewaspadaan dan menetapkan siaga satu pascabom bunuh diri di Surabaya dan terakhir penyerangan terhadap Mapolda Riau. Calon gubernur (cagub) yang diusung PDI Perjuangan dan PKPI, Ahmad Gani Kasuba (AGK) mengungkapkan rasa prihatin dengan banyaknya aksi teror yang banyak memakan korban jiwa.
ADVERTISEMENT
Dia pun menghimbau kepada masyarakat Malut untuk tidak terprovokasi dan tetap menjaga ketenangan dan ketertiban di bumi Moloku Kie Raha.
“Saya berharap kepada masyarakat Malut untuk menjaga kerukunan antar umat beragama yang sudah berjalan sangat baik. Kita berharap aksi teror ini tidak terjadi di Malut yang sangat kita cintai ini,” kata AGK, Rabu (16/5/2018).
AGK yang maju di Pilgub Malut 2018 berpasangan dengan M Al Yasin Ali (YA) mengatakan aksi teror yang mengatasnamakan Islam merupakan kesalahan besar dan tidak benar. Dalam ajaran Islam yang diajarkan Rasulullah SAW adalah Islam Rahmatan Lil Alamin yang memberi kebaikan kepada semua umat manusia.
“Dalam ajaran Islam tidak ada perintah melakukan perusakan rumah ibadah umat lain apalagi membunuh semena-mena. Aksi teror ini dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan Islam,” ujar AGK yang bersama YA mendapatkan nomor urut 3.
ADVERTISEMENT
BACA JUGA :
Memasuki Bulan Ramadhan 1439 H ini, AGK berharap seluruh umat Islam di Malut untuk menjaga diri dan memperkuat persatuan serta kesatuan dalam memerangi aksi teror yang terjadi dibeberapa daerah di Indonesia. Bulan Ramadhan pun, sambung dia, bisa dijadikan momentum untuk memperdalam ajaran Islam dan beribadah sesuai yang diajarkan Rasulullah SAW sehingga tidak terjebak pada paham radikal.
“Malut punya pengalaman dalam konflik agama. Saya sangat berharap kepada warga Malut di bulan Ramadhan ini tetap menjaga diri dan jangan mau terpancing isu-isu yang disampaikan oleh oknum tidak bertanggung jawab,” jelasnya.
Tak lupa, cagub petahana ini pun mengucapkan kepada semua warga Malut selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga dalam bulan yang penuh rahmat ini, Malut tetap aman dan tidak terjadi aksi teror.
ADVERTISEMENT
"Pada bulan suci dan penuh rahmat ini, Malut diberikan perlindungan dan dijauhkan dari aksi-aksi teror yang bisa mengganggu ketenangan serta kedamaian yang sudah terjalin lama," imbuhnya.
Sementara itu, cawagub AGK, YA menjelaskan aksi teror di Surabaya yang menggunakan perempuan dan anak-anak sebagai pengantin merupakan perbuatan yang sangat keji dan tidak beradab.
“Dalam Islam anak merupakan titipan dan karunia dari Allah SWT yang harus dijaga serta dilindungi. Menggunakan anak dalam aksi terorisme sudah bertentangan dengan Islam dan kemanusian,” ungkap YA.
Menyambut bulan Ramadhan ini, YA yang merupakan mantan Bupati Halmahera Tengah dua periode ini meminta kepada seluruh orang tua khususnya di Malut untuk memberikan pendidikan tentang saling menghargai sesama umat beragama, menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. Hal ini dilakukan agar anak-anak di Malut tidak terjebak dalam paham radikal yang ingin merusak Pancasila.
ADVERTISEMENT
“Pendidikan kepada anak seusai dengan Pancasila bisa menghindarkan anak-anak terjebak dalam paham radikal. Bila itu diajarkan anak-anak akan tumbuh sebagai seseorang yang mau berjuang demi terus berdirinya NKRI,” tutupnya.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white