Rocket Stove BEM FIB UNAIR: Pembakaran Sampah Minim Asap di Desa Gerbo

Mahasiswa Universitas Airlangga
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Meilin Nazalia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (BEM FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) melalui program kerja Deputra 9.0 kembali aktif menyelesaikan masalah lingkungan pedesaan. BEM FIB UNAIR kini resmi menghadirkan fasilitas pembakaran sampah minim asap berteknologi rocket stove di Desa Gerbo, Pasuruan. Langkah nyata ini bertujuan mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Berani Berinovasi Tanpa Batas Jurusan
Proses realisasi fasilitas pembakaran sampah ini berjalan melalui tahapan dan pembelajaran yang matang. Panitia Deputra 9.0 memulai proses dengan membedah desain dan mengatasi keterbatasan latar belakang akademik. Tanpa bekal dasar pendidikan teknik, panitia melakukan riset mandiri dan uji coba berulang.
Setelah menemukan formula yang tepat, panitia langsung mengeksekusi pembangunan infrastruktur ini di lapangan. Proses pembuatannya pun tidak berjalan sendiri, karena pihak Desa Gerbo turut tangan membantu secara langsung. Kolaborasi antara warga dan mahasiswa ini sukses mewujudkan fasilitas dengan titik pembakaran yang terpusat.
“Tantangan utamanya adalah basis keilmuan kami yang bukan dari jurusan teknik. Kami harus mempelajari banyak hal baru secara mandiri untuk berinovasi dan membangun rocket stove ini,” ungkap Naicila, Wakil Ketua Deputra 9.0.
Menariknya, panitia Deputra 9.0 membangun fasilitas ini sebagai solusi pengolahan limbah yang minim polusi. Panitia merancang struktur cerobong asap yang menjulang tinggi untuk mengontrol sirkulasi udara dengan baik. Hasilnya, proses pembakaran sampah berlangsung cepat dengan asap dan abu yang sangat minim.
Wujud Nyata Pembangunan Berkelanjutan
Program ini merupakan wujud nyata pencapaian Sustainable Development Goals (SDG). Fokus utamanya ada pada SDG Nomor 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG Nomor 11 mengenai Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan. Mahasiswa bersama Warga membuktikan bahwa inovasi infrastruktur pedesaan dapat terwujud melalui kolaborasi dan riset yang tepat.
Mahasiswa merancang infrastruktur adaptif ini secara khusu untuk mengoptimalkan pengelolaan limbah rumah tangga. Fasilitas inovatif ini terbukti mampu menyelesaikan masalah pembakaran sampah yang sebelumnya kurang efektif. Infrastruktur tepat guna ini akhirnya sukses berdiri kokoh berkat kerja sama antara panitia dan pihak desa.
“Warga sangat mengapresiasi dan bangga. Mereka merasa sangat terbantu dengan adanya rocket stove dari Deputra 9.0 ini,” tambahnya mengenai respon warga setempat.
Panitia Deputra 9.0 beserta warga Desa Gerbo menaruh harapan besar agar fasilitas ini terus beroperasi. Mereka berharap seluruh warga desa saling bahu-membahu merawat infrastruktur baru ini dengan baik. Fasilitas ini harus terus memberikan manfaat keberlanjutan bagi kebersihan desa.
Melalui kehadirian inovasi ini, panitia berharap pembangunan di Desa Gerbo melangkah lebih maju. Keberhasilan adaptasi teknologi ini menjadi bukti nyata komitmen mahasiswa dalam membangun infrastruktur pedesaan yang inovatif dan berdaya guna.
