Cara Mudah Memperbanyak Produksi ASI

A full time blogger and freelance content writer. Interested in beauty, lifestyle, and motherhood, blogging, and social media topic.
Tulisan dari Melissa Olivia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tanggal 1-7 Agustus lalu diperingati sebagai Pekan ASI Sedunia yang bertemakan Empower Parents, Enable Breatsfeeding. Adanya peringatan pekan khusus ASI ini dikarenakan untuk mengampanyekan pentingnya memberikan ASI eksklusif kepada seluruh ibu di dunia. Pasalnya, dunia masih mendapati tingginya angka bayi stunting (kerdil) akibat kurangnya nutrisi pada janin sejak masih di dalam kandungan maupun pada kandungan ASI yang diproduksi oleh sang ibu. Kondisi ini diperparah dengan minimnya dukungan lingkungan sekitar sang ibu untuk bisa memproduksi ASI yang memadai. Padahal, ASI mempunyai sejumlah manfaat yang diantaranya sebagai berikut:
Mencegah bayi stunting (pertumbuhan kerdil/ dwarfisme)
Menyehatkan jantung bayi
Mengurangi risiko infeksi pada telinga dan pernapasan bayi
Membuat bayi memiliki penglihatan dan perkembangan otak yang lebih baik
Mengurangi risiko gangguan pencernaan dan alergi makanan pada bayi
Mencegah sudden infant death syndrome (SIDS)
Selain bermanfaat untuk si bayi, ASI juga dapat memberikan dampak positif bagi ibu dan keluarga, yakni:
Mencegah pendarahan pasca melahirkan
Mengurangi risiko anemia
Memberikan rasa kasih untuk si bayi
Menjadi kontrasepsi alami selama 6 bulan pertama
Mempercepat penurunan berat badan
Mengurangi risiko kanker payudara dan ovarium
Mempercepat kembalinya rahim ke ukuran semula
Sementara manfaat positif bagi keluarga adalah:
Merupakan bentuk makanan bayi yang paling mudah pemberiannya
Menghemat biaya karena tidak perlu membeli susu formula
Menjadikan anak sehat dan cerdas
Melihat betapa penting dan bermanfaatnya pemberian ASI, pada tanggal 6 Agustus lalu, PRENAGEN kembali menggelar seminar bertajuk Say Yes To ASI di Kalcare Pondok Indah Mall 2. Selain untuk mendukung program kampanye ASI dunia, PRENAGEN juga ingin memberi edukasi kepada para ibu hamil dan menyusui agar dapat memberikan ASI yang cukup dan bernutrisi kepada buah hati mereka. Dalam sesi ini, turut hadir dr. N.B. Donny A.M., SpOG dan Bd. Israna Atikah, S. Keb sebagai narasumber tentang bagaimana cara memperbanyak produksi ASI dan menyimpan ASI perah yang baik dan benar.
Cara untuk memperbanyak produksi ASI, selain dari tekad sang ibu, juga perlu didukung oleh lingkungan sekitar agar ibu semakin semangat memberikan ASI. Yang bisa dilakukan oleh lingkungan di sekitar sang ibu adalah dengan:
Bersikap suportif, dalam artian jangan mengecilkan kemampuan ibu untuk menyusui, jangan menghakimi ASI sang ibu sedikit atau tidak cukup untuk si bayi. Tingkatkan kepercayaan diri sang ibu bahwa ia mampu mencukupi kebutuhan ASI anaknya.
Membantu memberikan ASI perah ketika ibu ingin beristirahat. Mengasuh anak merupakan pekerjaan yang melelahkan. Jika tubuh sang ibu kurang istirahat, otomatis dapat memengaruhi produksi ASI-nya. Oleh karena itu, dukungan berupa membantu memberikan ASI perah dan membiarkan ibu beristirahat dapat membantunya memproduksi ASI yang memadai.
Menemani ibu saat berkonsultasi dengan konselor laktasi dapat menjadi salah satu dukungan moril agar sang ibu tetap percaya diri dalam memnberikan ASI.
Membantu menyiapkan kebutuhan yang menunjang bagi ibu menyusui.
Sementara dari sisi sang ibu sendiri, berikut ini cara-cara yang dapat dilakukan untuk memperbanyak ASI, yakni:
Menjalani pola makan yang sehat, bergizi, dan bervariasi.
Selalu tawarkan menyusu dan peka terhadap kebutuhan bayi
Pastikan proses pelekatan sudah tepat
Lakukan skin to skin contact
Hindari penggunaan puting buatan
Lakukan pijat oksitosin dan payudara untuk melancarkan produksi ASI secara rutin
Mengonsumsi zat yang dapat meningkatkan produksi ASI
Konsultasi dengan konselor laktasi bila diperlukan
Bagian terpenting dalam memastikan pasokan ASI tercukupi adalah dengan memerhatikan asupan nutrisi dalam pola makan yang dijalankan, terutama asupan nutrisi makro yang terdiri dari karbohidrat, protein, dan lemak, serta nutrisi mikro yang terdiri dari 12 vitamin dan 8 mineral. Kedua nutrisi ini sangat penting dan diibutuhkan karena perannya yang saling melengkapi, dimana fungsi nutrisi makro adalah untuk meningkatkan kinerja nutrisi mikro juga.
Namun pada realitanya, seringkali karena banyaknya kegiatan membuat ibu kurang istirahat yang berujung pada kurang diperhatikannya asupan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi. Oleh karena itu, seorang ibu hamil dan menyusui memerlukan suplemen tambahan untuk membantu melengkapi nutrisi yang dibutuhkan. Cara termudah dapat dilakukan dengan mengonsumsi susu PRENAGEN yang di dalamnya sudah dilengkapi dengan nutrisi mikro dan makro sesuai kebutuhan ibu hamil dan menyusui, yang tidak ditemukan pada susu biasa atau suplemen kehamilan lainnya. PRENAGEN sendiri sebenarnya tidak hanya mempunyai produk untuk ibu hamil dan menyusui saja, tapi juga bagi wanita yang sedang mempersiapkan kehamilan (PRENAGEN Esensis), ibu hamil yang mengalami mual muntah (PRENAGEN Emesis), ibu hamil (PRENAGEN Mommy), dan ibu menyusui (PRENAGEN Lactamom).
Baca juga:
Bagian terpenting kedua dalam proses memperbanyak ASI adalah dengan melakukan pijat oksitosin dan payudara secara rutin di rumah. Bidan Israna Atikah menjelaskan bahwa pijat oksitosin merupakan jenis pijatan relaksasi untuk merangsang hormon oksitosin memproduksi ASI, sedangkan pijat payudara adalah jenis pijatan untuk melancarkan proses keluarnya ASI. Pijat oksitosin dilakukan di area punggung hingga pinggang, sementara pijat payudara ya dilakukan pada kedua payudara dengan tahapan sistematis.
Peralatan yang perlu disiapkan sebelum melakukan pijat payudara adalah:
2 buah baskom yang masing-masing berisi air dingin dan air hangat
2 buah waslap untuk masing-masing jenis air, jangan dijadikan satu
baby oil/ grapeseed oil/ VCO
kapas
hand sanitizer
Tantangan dalam hal mencukupi kebutuhan ASI, tidak hanya dari proses produksinya saja, tapi juga bagaimana menyimpan ASI perah yang baik dan benar agar jangan sampai ada ASI yang terbuang sia-sia. Sudah susah payah supaya ASI bisa banjir, rugi banget kan kalau sampai ASI-nya basi dan terbuang begitu saja? Berikut ini penjelasan tentang cara menyimpan ASIP yang benar seperti yang dijabarkan oleh Bidan Israna Atikah. Supaya lebih mudah dipahami sumber gambar saya ambil dari website AIMI.
Penting diperhatikan bila memang terpaksa harus menyimpan ASIP dalam freezer yang sama dengan daging beku, sebaiknya ASIP disimpan dalam wadah tertutup saat dibekukan supaya wadah ASIP tidak bersentuhan langsung dengan daging beku tersebut, untuk mencegah kemungkinan adanya perpindahan mikroba dari daging ke wadah ASIP. Lalu, apabila sampai terjadi mati listrik, upayakan untuk meminimalisasi buka-tutup pintu kulkas dan tambahkan es batu sebanyak mungkin ke sekeliling wadah agar kenaikan suhu bisa ditekan selama mungkin.
Nah, semoga tips tentang cara memperbanyak ASI ini bermanfaat buat ibu hamil dan menyusui di luar sana. Mari kita sama-sama menjadi ibu yang penuh semangat meng-ASI-hi dan berjuang untuk memberikan yang terbaik untuk buah hati tercinta. Sampai jumpa di artikel berikutnya!
