Mom
·
19 September 2020 10:07

Tanaman Monstera Mati, Aku Dituduh Mertua

Konten ini diproduksi oleh Mertua Oh Mertua
Tanaman Monstera Mati, Aku Dituduh Mertua (73413)
ilustrasi tanaman monstera. Foto: Shutterstock
Belakangan, lagi demam tanaman monstera sejak banyak kafe yang kerap memajang tanaman ini sebagai dekorasi. Nah, mertua Tia juga jadi keranjingan mengoleksi dan berburu monstera. Simak cerita dari Tia tentang mertuanya.
ADVERTISEMENT
--
Bicara soal tanaman monstera yang sedang hits, aku jadi ingat ada pengalaman yang kurang mengenakkan dengan ibu mertuaku.
Singkat cerita, pada Minggu pagi aku terbiasa bangun siang. Maklum, aku kerja dari Senin sampai Sabtu. Jadi aku merasa perlu balas dendam memenuhi porsi tidurku di hari Minggu. Tapi akhir-akhir ini aku selalu terganggu dengan kehebohan ibu mertuaku di pagi hari.
Pernah di suatu pagi aku masih enjoy di alam mimpiku. Namun, kenapa di mimpiku terdengar omelan ibu mertua ya? Ternyata ketika aku sudah sadar, aku bangun dan mertuaku memang sedang ngomel.
Tanaman Monstera Mati, Aku Dituduh Mertua (73414)
Dok: Giphy
Aku nggak tahu awalnya kenapa dia ngomel, tapi setelah kudengar dengan seksama, mertua menyebut-nyebut monsteranya.
“Waduh, dua hari lalu ini masih seger-seger. Sekarang kok makin kisut!” kata ibu mertuaku dengan nada emosi.
ADVERTISEMENT
Tiba-tiba suami dari ruang sebelah nyeletuk, “Ibu jangan nanya ke aku. Aku nggak tau apa-apa”.
“Loh, ya kudu nanya lah. Kan Ibu udah kasih pupuk dan siram rutin. Aneh banget kalo monsteranya nggak sehat, tapi malah sekarat!,” ibu mertua terdengar makin nyolot.
“Ibu kali nyiramnya lebay. Tanamannya malah kayak sapi gelonggong, tersiksa”, suamiku ikut-ikutan tersulut.
“Wah, nggak bener ini, pasti ada yang ngapa-ngapain taneman Ibu. Coba sih tanyain ke Tia,”
Duar! Namaku disebut. Masa iya tanpa sadar tanganku usil ngerusak taneman, ye kan? Ada-ada aja ibu mertuaku. Minggu pagi gini ada aja cobaan hidup.
Tanaman Monstera Mati, Aku Dituduh Mertua (73415)
Dok: Giphy
Dengan badan yang masih nggak rela bangun dari kasur, aku keluar ke teras. Ibu mertua sudah terlihat kesal sambil memegang daun monstera yang letoy.
ADVERTISEMENT
Aku hampiri ibu mertua dengan setengah takut, khawatir dia malah makin cranky. Perlahan aku jelaskan kalau aku nggak pernah menyakiti tanamannya.
“Bu, Tia kan jarang di rumah. Berangkat pagi, pulangnya habis magrib. Tia nggak ngecek juga sih, apa ada yang ngerusak tanamannya. Bisa jadi kucing liar, Bu,” aku berusaha sok ide agar aku nggak disalahkan.
“Masa sih kucing liar sukanya mepet ke taneman?” ibu mertuaku masih nggak terima dengan spekulasiku.
“Ya bisa aja kan, buktinya Ibu udah rajin ngerawat, kok tetep nggak sehat. Pasti ada faktor lain” suamiku membelaku.
“Haduh, terus gimana nih? Sayang banget kalo monsteranya mati. Ibu juga belinya nggak murah, 1,5 juta cuman dapat 5 daun. Ibu bisa rugi.” Mama masih sewot.
ADVERTISEMENT
Suamiku dengan santainya, “Yaudah lah Bu, nanti aku belikan lagi yang lebih bagus, beres kan,”.
Mertuaku hanya bisa terdiam namun dari wajahnya masih kelihatan bad mood. Hmm,ya aku paham sih. Dia berhak kesal. Tapi ya jangan emosi ke kami juga kali.
Kira-kira kalau kalian di posisiku kalian bereaksi gimana, Moms?
Jadi gimana, nih? Apakah Anda juga pernah mengalami pengalaman serupa dengan Tia? Boleh dong, diceritakan di kolom komentar. Takut namanya kebaca sama mertua? Kirim email aja! Ke: curcolsoalmertua@gmail.com.