Kenapa Kasur Terasa Lebih Nyaman Saat Kita Harus Bangun?

Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Methia Sonia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pernah nggak, saat malam ingin cepat tidur karena sudah mengantuk, tetapi ketika alarm berbunyi di pagi hari justru rasanya nggak mau bangun?
Aneh memang. Kasur yang sama, bantal yang sama, dan selimut yang sama. Tapi entah kenapa, semuanya terasa jauh lebih nyaman ketika kita harus meninggalkannya.
Salah satu alasannya adalah tubuh belum tentu langsung siap beraktivitas ketika alarm berbunyi. Kalau kita tidur terlalu larut atau kurang tidur, rasa mengantuk masih bisa terbawa sampai pagi. Akibatnya, membuka mata saja terasa seperti sebuah perjuangan.
Belum lagi ketika kita sudah berada di posisi yang nyaman. Selimut hangat, bantal empuk, dan suasana kamar yang tenang membuat kembali tidur terasa jauh lebih menarik dibandingkan harus bangun dan memulai aktivitas.
Makanya, muncul kalimat klasik: “Lima menit lagi.”
Padahal, lima menit biasanya tidak benar-benar lima menit.
Kita mematikan alarm, menarik selimut, lalu memejamkan mata lagi. Tanpa sadar, waktu berjalan dan akhirnya kita bangun dalam keadaan terburu-buru.
Cuaca juga bisa ikut memperparah keadaan. Saat pagi sedang hujan atau udara terasa dingin, kasur seolah menjadi tempat paling nyaman untuk bersembunyi dari dunia luar. Rasanya berat sekali meninggalkan selimut untuk mandi, bersiap, lalu beraktivitas.
Namun, sulit bangun tidur tidak selalu berarti kita malas. Kebiasaan tidur yang kurang, jam tidur yang tidak teratur, dan aktivitas sebelum tidur juga bisa memengaruhi rasa kantuk di pagi hari.
Jadi, sebenarnya bukan kasurnya yang tiba-tiba menjadi lebih nyaman saat pagi.
Tubuh kita memang sedang berada dalam kondisi yang ingin terus beristirahat. Sementara itu, dunia di luar kamar sudah meminta kita untuk bangun dan mulai beraktivitas.
Mungkin itu juga alasan kenapa ada satu kalimat yang hampir selalu terdengar setiap pagi:
“Besok gue tidur lebih cepat.”
Tapi malamnya?
Kita masih pegang HP sampai tengah malam.
