5 Hal yang Bisa Dilakukan untuk Jadi Pendengar yang Baik

Millennialverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi perempuan curhat Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perempuan curhat Foto: Shutterstock

Pengajar yang baik tahu bahwa mendengarkan itu penting. Tapi, enggak banyak siswa yang tahu cara mendengarkan dengan baik.

Saat enggak bisa mendengarkan orang lain dengan benar dan menyesuaikan respons dengan tepat, mungkin orang lain merasa kalau pemikiran dan perspektifnya enggak penting.

Mendengarkan adalah bagian penting untuk terhubung dan belajar dari orang lain, baik itu teman dekat, bos, atau anggota keluarga. Dengan belajar menjadi pendengar yang baik mempersiapkan kita untuk memahami kehidupan dan kebutuhan orang lain, serta menyerap informasi yang mungkin berkaitan dengan pengalaman kita sendiri.

Nah, berikut ini ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk dapat meningkatkan keterampilan mendengarmu seperti dikutip dari Harvard Business Publishing Education.

Tentukan Gaya Mendengarmu

Ilustrasi perempuan curhat Foto: Shutterstock

Belajar mendengarkan dengan baik dapat dimulai dari memahami tipe pendengar seperti apa kamu. Ada empat gaya mendengarkan yang berbeda, yaitu:

Pendengar analitis

Pendengar yang satu ini menganalisis masalah dari titik awal yang netral. Contohnya saat mendengarkan dari dua sisi yang berbeda. Kamu harus berhati-hati untuk mengeksplorasi sudut pandang keduanya sebelum merespons.

Pendengar Relasional

Gaya pendengar yang satu ini membangun koneksi dan memahami emosi yang mendasari pesan. Contohnya saat kamu mendengar bahwa suara temanmu bergetar saat berbicara tentang masalahnya sehingga kamu bisa mengetahui apa yang ia rasakan.

Pendengar Kritis

Pendengar ini menilai baik isi percakapan maupun kendala dari pembicara itu sendiri.

Pendengar yang Berfokus pada Tugas

Pendengar yang satu ini membentuk percakapan menuju transfer informasi penting yang efisien.

Tetapkan Alasan Kamu Mendengarkan

Ilustrasi wanita saat curhat. Foto: Shutter Stock

Ada banyak sekali alasan mengapa kamu mendengarkan orang lain. Entah agar menjadi efisien, menghindari konflik, mendapatkan perhatian, untuk mendukung, atau hanya sekadar menghibur.

Saat masuk ke dalam sebuah percakapan, pertimbangan apa tujuan percakapan tersebut serta cara terbaik untuk bisa mencapai tujuan.

Kenali Saat Gaya Mendengarmu Mengganggu

Ilustrasi suami istri ngobrol. Foto: WHYFRAME/Shutterstock

Terkadang, gaya mendengarmu sendiri juga dapat mengganggu tujuan. Kamu mungkin telah menerima umpan balik positif karena secara konsisten efisien, lucu, pandai berbicara, atau mendukung. Tapi, gaya mendengarmu mungkin menghalangi penerapan gaya mendengarkan yang berbeda.

Tetap Fokus pada Lawan Bicara

Ilustrasi ngobrol. Foto: Dragon Images/Shutterstock

Di luar keterampilan mendengarkan, kamu juga perlu tahu cara memasukkan diri ke lawan bicara dengan fokus mendengarkan. Meluangkan waktu beberapa detik untuk berhenti dan berpikir sebelum memberikan respons itu penting.

Sesuaikan Gaya Mendengarmu

Ilustrasi suami istri ngobrol. Foto: 1112000/Shutterstock

Tetap fokus pada lawan bicara dan tujuan akan membantu beradaptasi dengan kebutuhan situasi. Saat ia mengungkap bahwa dirinya mengalami stres atau ketakutan, menanggapi dengan validasi dan rasa ingin tahu memungkinkan kamu untuk menangkap beberapa informasi penting dan lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan lawan bicara.

Laporan Afifa Inak