5 Remaja 'Ajaib' yang Memiliki Intelektualitas Super di Usia Belia

Millennialverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Ilustrasi otak mengingat daya pikir (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi otak mengingat daya pikir (Foto: Thinkstock)

Terlahir cerdas merupakan sebuah anugerah Tuhan yang tidak dimiliki semua orang. Orang tua manapun pasti bangga memiliki anak yang berprestasi. Saat ini, ada beberapa remaja yang disebut prodigy yaitu memiliki daya intelektual super di atas orang normal pada umumnya.

Berikut kumparan merangkum kutipan dari the Best Schools tentang remaja-remaja ajaib super jenius usia belasan tahun yang menorehkan prestasi luar biasa di usia belianya.

1. Kelvin Doe

embed from external kumparan

Remaja berusia 16 tahun ini adalah seorang prodigy di bidang engineering asal Sierra Leone, Afrika. Berawal saat usianya 11 tahun, ia menemukan barang-barang elektronik bekas di antara tumpukan sampah dari koleksi bekasnya itu, ia membuat sendiri mini generator tanpa diajarkan orang lain.

Dari situ, ia membuat amp, mixer dan peralatan lainnya untuk membuat stasiun radionya sendiri. Ia menjadi penyiar di stasiun radionya yang terletak di daerah sekitar rumahnya di Freetown, Sierra Leone. Karena keunikannya ini, ia diundang ke MIT untuk mengikuti Visiting Practicioner’s Program dan menjadi orang termuda yang diundang kesana.

Kini ia memiliki misi untuk membangun kincir angin untuk menyuplai energi untuk kampung halamannya. Ia pun bercita-cita menjadi ilmuwan untuk memperbaiki taraf hidup orang Sierra Leone.

2. Jacob Barnett

instagram embed

Bocah berusia 14 tahun ini, diklaim ber IQ 170 yang bahkan melampaui Einsten. Dirinya mempelajari sendiri Kalkulus, Aljabar dan Geometri tanpa bantuan siapapun dalam seminggu. Hal ini membuat professor di universitas manapun berdecak kagum karena Barnett mampu menyelesaikan persoalan-persoalan kompleks pada matematika.

Di usia yang masih belasan dia sudah menjadi mahasiswa master di salah satu universitas di AS dan sedang mempersiapkan disertasinya tentang kuantum fisika.

Salah seorang profesor dari Institute of Astrophysics bahkan mengatakan disertasi yang ia kerjakan adalah salah satu yang tersulit dalam bidang fisika. Siapapun yang bisa memecahkannya dapat bersaing dalam nominasi nobel.

3. Hou Yifan

embed from external kumparan

Remaja berusia 19 tahun ini, adalah seorang pecatur jenius asal China. ia adalah juara dunia catur wanita saat ini. Ia memenangkan titelnya di usia 16 tahun pada 2010 lalu.

Ketertarikannya akan catur berawal di usia 3 tahun, sejak itu ia terus berlatih dan menjadi juara nasional Tiongkok di usia 13 tahun. Ia adalah orang termuda sepanjang sejarah yang diundang federasi catur dunia FIDA untuk mengikuti kejuaraan dunia tersebut.

Saat ini, ia dianggap sebagai pecatur wanita terkuat melalui sIstem skoring yang dilakukan FIDA.

4. Tim Doner

embed from external kumparan

Pemuda berusia 17 tahun ini adalah seorang poligot. Ia mampu berbicara dalam 23 bahasa yang ia pelajari sendiri di usia 13 tahun. Ia mampu berbicara dalam Bahasa Inggris, Prancis, Wolof, Hausa, Arab, Rusia, Jerman, Yiddish, Hebrew, Pashto, Italia, Farsi, China, Turki, Indonesia, Swahili, Belanda, Xhosa, Hindi dan Ojibwe.

Ketika ditanya asal kemampuan bahasanya itu, ia menjelaskan karena ia sering berinteraksi dengan orang-orang yang ditemuinya di stasiun sehari-hari. Dari situ, ia sering kali mendapat kosakata baru sehari-harinya. Ia juga mengaku banyak membaca koran dari berbagai macam negara untuk mengasah kemampuannya ini. Namun ia memilih merendah dan mengatakan kalau kemampuannya ini didapat dengan usaha dan motivasi yang tinggi.

5. Colin Carlson

embed from external kumparan

Remaja berusia 16 tahun ini adalah pemegang dua gelar sarjana dan master di bidang ekologi dan biologi evolusioner dari Universitas Connecticut, AS. Saat ini, ia sedang menyelesaikan program Ph.D nya di bidang science, policy and management, dari Universitas Berkeley, AS.

Prestasi lain yang ia raih adalah lulus SMA di usia 11 tahun dan masuk kuliah di usia 12 tahun. Ia pun meraih IPK 3,9 saat meraih gelar sarjananya. Dia pernah memenangkan beasiswa Truman senilai 30 ribu USD untuk gelar masternya dan beasiswa Barry M. Goldwater senilai 7 ribu USD.