Belajar Online Hampir Setahun, Pelajar Terancam Alami Learning Loss

Millennialverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi belajar di rumah. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi belajar di rumah. Foto: Shutterstock

Belajar online atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat pandemi COVID-19 di Indonesia telah berlangsung hampir setahun, yakni sekitar 10 bulan.

Namun, bagi sebagian besar pelaku pendidikan, hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan learning loss.

Learning loss adalah hilangnya minat belajar pada pelajar, karena berkurangnya intensitas interaksi dengan guru saat proses pembelajaran.

Kemendikbud Hitung Learning Loss Pelajar Lewat Asesmen Nasional

Ilustrasi anak belajar dari rumah Foto: Shuutterstock

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyebutkan, Kemendikbud dapat menghitung learning loss tersebut melalui penyelenggaraan Asesmen Nasional (AN) yang rencananya akan dilakukan pada September 2021.

Selain itu, melalui AN juga akan terpetakan sekolah-sekolah mana yang akan mendapatkan bantuan dari pemerintah sesuai dengan kebutuhan sekolah tersebut.

AN yang terdiri dari Asesmen Kompetensi Minimum, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar ini juga berguna untuk membantu sekolah memperbaiki performa layanan pendidikannya menjadi lebih baik.

“AN bukan untuk menghukum sekolah,” tegas Nadiem, seperti dilansir laman Kemendikbud.

Mendikbud Nadiem Makarin dalam peringatan Hari Guru Nasional 2020 Foto: Dok. Kemendikbud

Nadiem menambahkan AN bukan untuk mengevaluasi siswa, menambah beban, atau sebagai syarat dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Tidak ada konsekuensi untuk siswa, melainkan dirancang untuk memperbaiki sistem pendidikan dasar dan menengah.

Di sisi lain, evaluasi kompetensi peserta didik menjadi tanggung jawab guru, sekolah, dan pemerintah daerah.