Calon Taruna Merapat! Cek Jumlah Formasi hingga Persyaratan STMKG 2022
ยทwaktu baca 3 menit

Salah satu sekolah kedinasan sedang membuka pendaftaran. Sekolah kedinasan ini adalah Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG).
Dilansir laman STMKG, sekolah kedinasan ini telah menyiapkan formasi untuk masing-masing program studi untuk penerimaan taruna baru tahun ini. SMTKG sendiri memiliki 4 program studi dengan jumlah total formasi yang dibuka adalah sebanyak 250 kursi.
Formasi yang dibuka terdiri dari Formasi Reguler yang merupakan formasi penerimaan taruna baru bagi peserta dari seluruh wilayah NKRI. Selain itu juga ada formasi Afirmasi Papua dan Papua Barat, serta jalur Formasi Afirmasi Daerah yang dikhususkan untuk calon taruna yang berasal dari Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, dan Sulawesi Tenggara.
Jumlah formasi yang dibuka
Untuk formasi jalur reguler, jumlah yang dibuka sebanyak 202 kursi, Afirmasi Papua dan Papua Barat dibuka sebanyak 20 kursi, serta Afirmasi Daerah yang dibuka sebanyak 28 kursi.
Nantinya, sebanyak 250 taruna yang berhasil diterima akan mendapatkan kuliah gratis dan akan diangkat menjadi CPNS di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Jumlah formasi yang dibuka di STMKG tahun akademik 2022/2023 adalah.
1. Program Studi D4 Meteorologi : 88 kursi
2. Program Studi D4 Klimatologi : 30 kursi
3. Program Studi D4 Geofisika : 30 kursi
4. Program Studi D4 Instumentasi-MKG : 102 kursi
Syarat STMKG 2022
Syarat-syarat untuk dapat masuk ke Sekolah Kedinasan STMKG 2022 adalah:
Warga Negara Indonesia
Perempuan atau Laki-laki
Sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna, dapat berkacamata dengan lensa sppheris maksimal minum 4D, lensa silindris maksimal minus 2D, dan bersedia melakukan lasik dengan biaya sendiri jika diterima atau lolos seleksi
Umur tidak kurang dari 15 tahun dan tidak lebih dari 23 tahun pada 1 September 2022
Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama pendidikan
Bebas narkoba dibuktikan dengan tes kesehatan
Tidak sedang menjalani ikatan dinas dengan instansi lain
Tinggi badan minimal 160 cm untuk laki-laki dan 155 cm untuk perempuan dengan berat badan seimbang
Bersedia bekerja di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika sesuai ketentuan yang berlaku sejak dinyatakan lulus pendidikan dan bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI.
Khusus peserta afirmasi terdapat syarat tambahan sebagai berikut: a) Memiliki akta kelahiran dan domisili sesuai identitas KTP/KK di Provinsi Papua, Papua Barat, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, dan Sulawesi Tenggara. b) Telah menyelesaikan SD, SMP, dan SMA sederajat di Provinsi Papua, Papua Barat, Kepualauan Riau, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, dan Sulawesi Tenggara. b) Khusus peserta Afirmasi Orang Asli Papua (OAP) mendapatkan rekomendasi dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) atau Ketua/Anggota dari Majelis Rakyat Papua atau Papua Barat.
Lulusan tahun 2022 yang ijazahnya belum keluar wajib menggunakan Surat Keterangan Lulus atau Surat Keterangan Aktif di kelas 12
Lulus/akan lulus SMA, MA, SMK sederajat semua jurusan
Cara daftar STMKG 2022
Pendaftaran dilakukan secara online terintegrasi melalui portal Panitia Pendaftaran dan Seleksi Sekolah Kedinasan di https://dikdin.bkn.go.id.
Peserta juga wajib melakukan pendaftaran di portal pendamping institusi di https://simas.stmkg.ac.id/spmbfront/
Peserta wajib penuhi semua persyaratan sebelum melakukan pendaftaran. Apabila ternyata tidak memenuhi semua syarat, maka peserta tidak diterima atau dibatalkan sebagai calon taruna STMKG
Pengisian formulir pendaftaran bisa dilihat di laman https://ptb.stmkg.ac.id dan akun media sosial resmi STMKG Official
Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 75 ribu dan biaya pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sebesar Rp 50 ribu
Tahap Seleksi STMKG
Seleksi Kompetensi Dasar (SK)
Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) untuk mata pelajaran Fisika, Matematika, dan Bahasa Inggris
Tes kesehatan, kebugaran, dan wawancara
Laporan Afifa Inak
