Cerita Rudy Jadi Mahasiswa Tertua ITB, Masih Semangat Kuliah di Usia 69 Tahun

Millennialverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rudy Setyopurnomo dok ITB
zoom-in-whitePerbesar
Rudy Setyopurnomo dok ITB

Usia bukan penghalang buat Rudy Setyopurnomo untuk terus menimba ilmu. Di usia 69 tahun, dia menjadi mahasiswa tertua di ITB.

Rudy mengambil program doktoral di jurusan kuliah Sains Manajemen SBM ITB.

kumparan post embed
Ilustrasi Institut Teknologi Bandung. Foto: Dok. ITB

Dia bilang, memilih untuk melanjutkan S3 bukan karena titel semata. Tapi ingin membuat pengalaman-pengalamannya dalam mengelola perusahaan bisa menjadi ilmiah, dan dipraktikkan semua orang.

“Pengalaman saya cukup banyak termasuk membuat perusahaan yang bangkrut menjadi hidup kembali dan kuat, namanya metode turn around perusahaan," katanya, dilansir laman ITB.

"Saya percaya ilmu sangat bermanfaat untuk membimbing bangsa," lanjut Rudy.

kumparan post embed

Rudy Tak Berhenti Menimba Ilmu

Rudy sebenarnya juga menempuh pendidikan sarjana di ITB. Dia lulus di 1976 dan meraih gelar insinyur di bidang Teknik Mesin.

Pada 1990, dia mengambil Master of Management di Universitas Indonesia. Kemudian di 1991 melanjutkan studi lagi ke Harvard University mengambil Master of Public Administration.

Rudy enggak berhenti sekolah. Di 1992 dia menjadi mahasiswa Massachusetts Institute of Technology (MIT) di jurusan Master of Science in Management.

Pada 1994, dia melanjutkan Post Graduate-sandwich program, di Stanford University.

Kini Rudy menjadi Founder dan CEO PT Equiti Manajemen Teknologi serta Founder dan Direktur Fountain Bali Hydro System Corp. Ltd. Hong Kong.

kumparan post embed

Rudy memberi semangat kepada anak muda yang masih menjadi mahasiswa, untuk enggak takut melanjutkan kuliah.

"Jangan pernah takut daftar ke universitas terbaik di dunia. Coba diukur IQ-nya, kalau di atas 130 sebaiknya mengambil doktoral," pungkas dia.