Contoh Kalimat Gaslighting, Hati-hati Penuh Manipulasi

Millennialverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi. Foto: Shutterstock

Seseorang yang melakukan gaslighting bakal membuat orang lain meragukan pikirannya dan merasa bersalah. Padahal bisa jadi dia enggak melakukan kesalahan apa pun.

Namun pelaku gaslighting begitu manipulatif, sehingga sering kali tindakannya enggak disadari.

Tapi kamu bisa mengetahuinya lewat contoh kalimat gaslighting di bawah ini, seperti dikutip dari Times of India.

kumparan post embed
Ilustrasi pasangan saling mengkritik. Foto: Shutterstock

"Kamu gila dan butuh bantuan"

Pelaku mengucapkan ini supaya korban mempertanyakan dirinya sendiri sampai lama-lama percaya dia yang bersalah. Sehingga pelaku enggak perlu bertanggung jawab atas apa pun dan terbebas dari konflik.

"Kamu perlu introspeksi diri"

Kalimat ini diucapkan untuk mempermainkan emosi korban dan berpikir perilakunya salah. Pelaku juga mengatakannya sebagai bentuk dominasi terhadap korban.

kumparan post embed

"Kamu cuma cemburu dan merasa insecure"

Ini adalah cara pelaku menanam rasa insecure dan keraguan dalam pikiran korban. Kalimat ini memungkinkan pelaku untuk memiliki kendali. Dia juga melakukannya untuk menghindari kecurigaan dan terus memanipulasi korban.

"Kamu terlalu sensitif dan lebay"

Ungkapan seperti itu membuktikan bahwa pelaku gaslighting sama sekali enggak peduli sama perasaan korban. Menyebut korban bereaksi berlebihan atau terlalu sensitif, adalah bentuk pelecehan emosional.

Frequently Asked Question Section

Apa itu gaslighting?

chevron-down

Perilaku menguasai atau mengontrol orang lain dengan manipulasi, yang membuat korbannya menjadi tidak berdaya. Istilah gaslighting berlaku saat seseorang berusaha memanipulasi orang lain, dan membuat mereka mempertanyakan pendapat, kenyataan, atau ingatannya sendiri.

Apa dampak gaslighting?

chevron-down

Korban gaslighting dapat merasa frustrasi, cemas, disorientasi, obsesif, putus asa, takut, dan akhirnya merasa kalah, kosong, dan malu. Bahkan ada pula rasa bersalah, harga diri melemah, dan kecenderungan menyakiti diri sendiri

"Itu cuma ada di pikiran kamu"

Kalimat ini menyangkal realitas dan perasaan korban, serta menegaskan kendali yang dimiliki pelaku. Dengan mengatakan ini, pelaku menjelaskan bahwa dia enggak melakukan atau mengatakan sesuatu yang salah. Korbanlah yang mengada-ada.

"Bercanda doang kali"

Menyamarkan komentar melecehkan dan negatif dengan kalimat ini adalah trik manipulasi klise. Pelaku mengatakannya buat melarikan diri dari tanggung jawab dan permintaan maaf.

"Masalahnya ada di kamu, bukan aku"

Pelaku gaslighting dalam sebuah hubungan juga biasanya mengatakan ini buat melemparkan kesalahannya sendiri ke korban. Ini adalah cara agar korban percaya bahwa merekalah yang bersalah.

kumparan post embed