Dua Remaja Inggris Bebas Penjara karena Tata Bahasa yang Mengesankan

Millennialverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Penjara (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Penjara (Foto: Thinkstock)

Kemampuan berkomunikasi lengkap dengan tata bahasa yang baik adalah sebuah nilai plus yang bisa membantu kehidupan kariermu. Tapi, alih-aih menggunakannya untuk hal yang positif, dua remaja asal Inggris, Luke Rance (19) dan Brandon Kerrison (21) malah menggunakan kelebihan mereka itu untuk bertransaksi narkoba.

Namun sepertinya keberuntungan masih menyertai Luke dan Brandon. Pasalnya, dua cowok ini bisa terhindar dari hukuman penjara karena berhasil membuat hakim terkesan dengan 'tata bahasa sempurna' mereka. Kok, bisa?

Dilansir Mashable, hakim David Hale terkesima dengan pesan teks yang dikirim mereka berdua. Bahkan dia menyatakan bahwa mereka enggak hanya memiliki tata bahasa yang baik, namun juga tanda baca yang sempurna.

"Pesan-pesan yang mereka kirim adalah sesuatu yang belum pernah kulihat sebelumnya dari seorang penjual atau pengguna narkoba," terangnya.

Salah satu pesan yang terkirim di antara keduanya tertulis: “Mad flavours from 10 tonight – let me know for more details."

Hale mengatakan bahwa dia enggak pengin 'menghancurkan' kesempatan yang terbuka untuk mereka berdua. Brandon tercatat sebagai mahasiswa yang mempelajari ilmu konstruksi dan Luke baru akan memulai kuliahnya di jurusan seni pada tahun ini.

Polisi mencatat, Luke membeli ganja dalam jumlah besar dan menjualnya ke Brandon yang mendistribusikannya pada orang-orang di Grower, South Wales.

Keduanya ditangkap di luar perpustakaan desa pada 17 Desember lalu, ketika polisi mencium bau ganja yang sedang mereka konsumsi.

Pihak berwenang menemukan tujuh tas berisi ganja milik Luke bersama sejumlah kokain, sementara Brandon memiliki dua kantong ganja herbal.

Polisi juga menggeledah dua kamar mereka dan menemukan ganja yang jika dijual harganya bisa mencapai 1.200 poundsterling atau setara Rp 21,6 juta.

Meskipun enggak dipenjara, baik Luke dan Brandon masih harus menjalani hukuman lain berupa menghadiri 100 jam kerja tanpa bayaran dan datu tahun masa pengabdian pada masyarakat. Hukuman ini tentu jauh lebih ringan dibandingkan dengan penjara.