Fakta Unik Daft Punk: Keturunan Bangsawan sampai Dibayar Rp 14 M Sekali Manggung

Duo elektronik legendaris Daft Punk mengumumkan keputusannya buat bubar setelah 28 tahun bermusik.
Unit asal Prancis yang digawangi oleh Thomas Bangalter dan Guy-Manuel de Homem-Christo itu pertama kali debut di 1993. Sampai sekarang mereka telah memiliki lima album, yakni Homework (1993), Discovery (1999), Human After All (2004), Tron: Legacy (2008), dan Random Access Memories (2011).
Selain karyanya, Daft Punk konsisten menjaga imej misterius di balik topeng robot yang selalu dikenakan. Enggak jarang bikin penggemar penasaran sama mereka.
Well, sebenarnya ada beberapa fakta unik yang belum banyak diketahui soal Daft Punk, lho. Apa aja?
Fakta Unik Daft Punk
Dilansir Upvenue, setahun sebelum Daft Punk debut, Guy-Manuel de Homem-Christo dan Thomas Bangalter bergabung sama band rock bernama Darlin’. Grup musik yang berisikan tiga anggota ini memainkan peran kunci dalam asal usul Daft Punk. Sayangnya, Darlin' enggak bertahan lama.
Salah satu ulasan musik soal Darlin' menyebut band itu 'a duft punky trash'. Kalimat tersebut lantas menjadi inspirasi munculnya nama Daft Punk.
Daft Punk menghindari melakukan pertunjukan langsung atau tur besar-besaran. Sebab mereka mengaku enggak bermusik demi uang. Thomas dan Guy enggak suka dengan segala jenis tekanan. Bagi mereka hal paling berharga adalah kebebasan dalam berkreasi.
David Bowie pernah menghubungi studio Daft Punk untuk meminta dibuatkan remix dari salah satu lagunya. Namun, hal ini ditolak secara sopan.
Helm robot di era Discovery disebut menghabiskan biaya sampai USD 65 ribu atau Rp 917 juta untuk produksinya.
Guy-Manuel De Homem-Christo merupakan keturunan bangsawan. Nenek moyangnya disebut pernah melawan Henry V di Perang Agincourt pada 1415.
Dikutip dari DJ Mag, duo pelantun Digital Love itu pernah dibayar USD 1 juta atau Rp 14 miliar sekali manggung dalam tur Alive 2007. Mereka pernah tampil di 47 panggung selama dua tahun dan meraup USD 47 juta atau Rp 663 miliar. Enggak heran kalau masing-masing dari mereka memiliki kekayaan lebih dari USD 70 juta atau Rp 988 miliar.
Laporan: Afifa Inak
