Ini 6 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat akan Membuat Sebuah Catatan

Millennialverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi membuat sebuah catatan. Foto: Nicoleta Ionescu/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membuat sebuah catatan. Foto: Nicoleta Ionescu/Shutterstock

Membuat catatan yang baik itu sangat penting karena catatan ini dapat menjadi inspirasi dan idemu nantinya. Jika catatan ini berantakan, kamu mungin enggak dapat mengingat apa yang telah kamu pelajari.

Saat masih kuliah, kamu mungkin masih terbiasa dengan membuat catatan. Tapi, saat kamu terjun di dunia kerja lambat laun kebiasaan itu pun mulai ditinggalkan.

Padahal catatan bisa berfungsi sebagai panduan untuk melakukan pekerjaan dengan lebih baik, lho. Mengutip themuse orang yang terbiasa membuat catatan akan jauh lebih sukses, karena mereka terbiasa mencatat hal-hal penting yang mungkin tidak disimpan orang lain.

Konsistensi inilah yang menuntunmu pada kesuksesan; ketika membuat catatan dilakukan secara konsisten maka hal itu akan membuat ilmumu makin berkembang.

Nah, buat kamu yang ingin membuat catatan dengan baik berikut beberapa tips yang bisa kamu ikuti.

Selalu simpan catatan di tempat yang sama

Ilustrasi perempuan menulis buku harian. Foto: Shutter Stock

Cara termudah untuk mengatur catatan adalah dengan menyimpannya di satu tempat. Buatlah buku catatan yang bisa kamu bawa ke mana pun.

Atur waktu untuk untuk memeriksa catatan

Ilustrasi membaca buku. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Sulit untuk menemukan waktu untuk meninjau kembali catatan yang telah kita buat. Cobalah mengatur waktu untuk membahas kembali catatanmu misalnya saja seminggu sekali. Kamu bisa meluangkan waktumu 15 menit untuk melihat apa yang telah kamu buat selama beberapa hari terakhir.

Saat kamu memeriksa catatanmu, tuliskan pertanyaan apa pun yang kamu miliki atau masalah terbuka apa pun yang masih perlu diselesaikan. Ini juga saat yang tepat untuk mempersiapkan jadwal yang akan datang.

Catat Pertanyaan dan Wawasan

Ilustrasi menulis surat. Foto: plo/shutterstock

Apa pun struktur yang dipilih, selalu sisakan ruang untuk refleksi pribadi. Kamu bisa menyisakan ruang di buku catatanmu agar kamu bisa menuliskan ide, penilaian, sanggahan, dan pertanyaan untuk setiap poin yang ditulis.

Teknik ini bukan hanya memaksa kamu untuk terus terlibat dan menganalisis informasi yang diterima, tapi juga memungkinkanmu untuk mengatur pertanyaan dan tindakan selanjutnya.

Rekam Perilaku Non Verbal

Ilustrasi menulis surat. Foto: Shutter Stock

Kamu juga bisa mencatat gerakan tubuh dari pengamatanmu dan buat poin dari hal tersebut. Perilaku non verbal ini termasuk dalam bahasa tubuh, sikap, dan pengaruh. Saat bertatap muka dengan satu orang, kamu dapat bertukar hingga 10 ribu isyarat nonverbal di waktu yang singat.

Perilaku non verbal bisa mengungkapkan masalah yang perlu segera ditangani. Berinvestasi lebih banyak untuk mencatat dan menangani pengamatan ini bisa menghemat waktu.

Siapkan Catatan Sebelum Rapat

Ilustrasi meeting virtual saat pandemi corona. Foto: Loic Venance/AFP

Jangan pernah masuk ke rapat dengan tangan kosong. Selalu siapkan catatan sebelum rapat dimulai. Kamu bisa menyiapkan catatan seperti materi untuk dibahas, pertanyaan, dan tindakan.

Laporan Afifa Inak