Jarang Disadari, 5 Sikap Ini Bisa Menciptakan Toxic Relationship
·waktu baca 2 menit

Enggak jarang masalah muncul dalam hubungan. Kebanyakan drama dan konflik bisa membuat kamu dan pasangan terjerat toxic relationship.
Terkadang masalah tersebut muncul karena sikap diri sendiri yang enggak disadari.
Apa aja sikap tersebut? Selengkapnya simak di bawah ini seperti dilansir Your Tango.
Merasa bisa membaca pikiran pasangan
Kamu selalu merasa kamu tahu apa yang dipikirkan dan dirasakan pasangan. Padahal sebenarnya manusia enggak bisa melakukannya. Maka itu, penting buat selalu mengutamakan komunikasi dan kejujuran. Jangan suka menebak-nebak atau membiarkan orang lain menebak apa yang kamu rasakan dan pikirkan. Lebih baik katakan saja.
Terlalu baper
Drama biasanya juga muncul dari sikap baper. Kamu mungkin sering merasa masalah atau ucapan seseorang berkaitan denganmu, atau bertujuan buat melukai hatimu. Padahal bisa jadi tidak.
Salah satu penyebabnya bisa jadi karena otak manusia cenderung mengaitkan sesuatu ke diri sendiri, dengan cara yang negatif. Ingat, kamu bisa memilih untuk enggak mengikuti pikiran negatif tersebut, lho.
Kamu berpikir bisa mengendalikan emosi pasangan
Nyatanya, kamu enggak bisa. Apa yang orang rasakan dan pikirkan berada di luar kendalimu. Cuma mereka yang bisa mengendalikannya. Kalau kamu sering berpikir, 'Kalau aku melakukan ini, dia bakal marah', itu bisa jadi tanda kamu berada di toxic relationship.
Kamu membiarkan pasangan mengendalikan perasaanmu
Kebalikan dari poin di atas, mungkin tanpa disadari selama ini kamu membiarkan pasangan mengendalikan emosimu. Kamu juga suka menyalahkan orang lain saat merasa sedih, kesal, atau kecewa. Gaes, penting, lho, buat bertanggung jawab sama perasaan diri sendiri dan mengakuinya.
Kamu berpikir enggak punya pilihan
Mungkin selama menjalin hubungan yang sekarang, kamu kerap pasrah dan memaklumi sikap dan perlakuan negatif pasangan kepadamu. Kamu berpikir, 'Ya, emang dia orangnya gampang marah. Mau gimana lagi?'. Bisa jadi hal ini karena kamu terlalu sayang kepadanya dan merasa enggak punya pilihan lain.
Tapi ingatlah bahwa sebenarnya kamu selalu punya pilihan buat menjadi lebih baik, dan mendapatkan yang terbaik.
