Jualan Mi Ayam, Mahasiswa Ini Raup Omzet Puluhan Juta dan Bisa Bayar UKT Sendiri

Millennialverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Muhammad Alfied Pandam Pamungkas dok UNS
zoom-in-whitePerbesar
Muhammad Alfied Pandam Pamungkas dok UNS

Seorang mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta meraup omzet puluhan juta dan bisa membayar uang kuliah tunggal (UKT) sendiri, dari usahanya berjualan mi ayam goreng.

Namanya Muhammad Alfied Pandam Pamungkas atau yang disapa Pandam. Dia merupakan mahasiswa D3 Bahasa Mandarin Sekolah Vokasi (SV) UNS.

Mahasiswa asal Kabupaten Sukoharjo itu sudah jualan mi ayam sejak September 2020 atau ketika lulus SMA. Alasannya ingin mengisi waktu kosong agar bermanfaat, sambil menunggu pengumuman penerimaan mahasiswa baru.

Usahanya diberi nama Miyago Naknan yang merupakan singkatan dari Mi Ayam Goreng Enak Tenan.

kumparan post embed

Soal tantangan usaha, Pandam mengaku Miyago Naknan harus bersaing dengan kompetitor lainnya yang juga menjual mi ayam goreng. Namun, dia mencoba membalikkan kendala tersebut menjadi peluang.

Pandam terus memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa produknya sehat dan ramah di kantong. Dia juga memanfaatkan media sosial buat promosi.

Ternyata Miyago Naknan mendapat tanggapan positif. Dari yang semula hanya membuka satu kedai di Jalan Raya Telukan, Dusun II, Grogol, Sukoharjo, kini punya cabang di Jalan Mayor Sunaryo No. 43 Sukoharjo. Karyawannya pun bertambah jadi tiga orang.

“Respons masyarakat cukup bagus dan menyambut produk Miyago dengan baik. Aku berharap dapat memberikan pelayanan dan menciptakan Miyago yang enak tenan," ujar Pandam, dilansir laman UNS.

Omzet yang diraupnya enggak sedikit. Dalam sebulan Miyago Naknan bisa mengantongi sekitar Rp 10 juta.

Dengan pendapatan itu, Pandam enggak lagi membebani orang tuanya dan bisa membayar UKT sendiri.

Dapat Pendanaan Usaha dari Kemendikbudristek

kumparan post embed

Atas usahanya, Pandam mendapatkan pendanaan Program Wirausaha Mahasiswa Vokasi (PWMV) dari Direktorat Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek.

Dia menuturkan, bisa mendapat pendanaan senilai Rp 10 juta tersebut dimulai dari kesungguhannya saat mendaftar PWMV. Awalnya Pandam membuat proposal yang menggambarkan jenis usaha, produk utama, serta rancangan anggaran usaha.

Selama kurang lebih dua minggu dia melakukan konsultasi dan bimbingan dengan dosen.

Alhamdulillah, dana itu akan dimanfaatkan 80 persen untuk pengembangan usaha dan 20 persen untuk peningkatan skill team,” ucap Pandam.

Tips Bisnis ala Pandam

kumparan post embed

Pandam yang tahun ini duduk di semester tiga membeberkan tips bisnis di tengah pandemi COVID-19. Salah satunya dengan memanfaatkan media sosial.

Dia menambahkan, tips lainnya adalah cara berpikir yang kreatif.

“Kiat usaha adalah berpikir kreatif dan tetap mengingatkan masyarakat melalui media sosial. Selain itu kumpulkan niat dan segera action. Jangan kebanyakan merencanakan, karena pelaksanaan jauh berbeda dari apa yang dipikirkan. Lakukan perbaikan dalam bisnis yang dijalankan,” terangnya.

Dalam berbisnis, Pandam juga belajar pentingnya keberanian untuk keluar dari zona nyaman.

“Walau modal bisnis ini awalannya berasal dari orang tua, pada akhirnya dari keuangan sendiri aku mampu memenuhi pengembangan menu dan cabang,” tambahnya.