Kenalan sama Christopher Farrel, Jadi CEO sejak Usia 18 Tahun & Kerja di Google

Millennialverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Christopher Farrel, Jadi CEO sejak Usia 18 Tahun & Kerja di Google Foto: Instagram Kecilin App
zoom-in-whitePerbesar
Christopher Farrel, Jadi CEO sejak Usia 18 Tahun & Kerja di Google Foto: Instagram Kecilin App

Namanya Christopher Farrel. Di usia 18 tahun, ia bekerja di Google dan mendirikan Kecilin, sebuah startup artificial intelligence (AI) yang fokus pada kompresi data internet.

Minat Farrel terhadap AI sudah ada sejak duduk di bangku SMP pada 2014. Farrel menjadi tertarik lebih jauh di bidang machine learning, sampai berkeinginan untuk membuat terobosan baru.

"Waktu itu pengin download game yang ukurannya 30 gigabyte, sedangkan kuota yang aku punya cuma 5-6 gigabyte. Aku cari cara ada enggak, sih, format yang sudah dikompres? Ternyata ada, tapi masalahnya adalah ukurannya sama. Jadi enggak ada perubahan yang signifikan dari segi ukuran," cerita Farrel, dilansir Antara.

Cowok kelahiran 1 Januari 2000 itu menyalurkan minatnya di ekskul karya ilmiah remaja bersama teman-teman di SMA Negeri 8 Yogyakarta.

instagram embed

Tapi, temuan Farrel sempat 11 kali ditolak dalam lomba-lomba karya ilmiah. Sampai akhirnya ia mendapat undangan dari Google.

"Karena susah dalam menerangkan apa ini dan apa impact-nya, akhirnya muncul ide untuk open source. Aku taruh di GitHub, akhirnya ada undangan dari Google," kata dia.

Di Hari Valentine, pada 14 Februari 2017 Farrel datang ke markas Google di Mountain View, California, Amerika Serikat. Dalam sebuah summit, ia diminta mempresentasikan temuannya.

Ternyata banyak yang tertarik karena inovasinya bisa digunakan untuk hal lain, enggak cuma kompres game. Farrel diajak Google mengembangkan algoritma khusus kompresi pada Google Photos.

Ia bergabung selama tujuh bulan. Tapi karena masih SMA, Farrel harus bekerja secara jarak jauh.

"Pagi sampai siang sekolah, terus malamnya video call. Jadi, kerja pukul 22.00-04.00, kemudian paginya lanjut lagi sekolah," kenangnya.

Google (ilustrasi) Foto: REUTERS/Mike Blake

Pada saat itu juga, Farrel bertemu dengan investor yang mendorongnya untuk mengembangkan algoritmanya sendiri. Akhirnya pada 2018 ia mendirikan Kecilin, sebuah aplikasi penghemat kuota data.

Tapi menjadi CEO muda enggak mudah. Usia jadi isu utamanya saat itu. Tantangan terbesarnya adalah meyakinkan investor, karyawan, partner, hingga klien yang menganggap usia 18 tahun masih remaja dan belum stabil secara emosional.

Di sisi lain, untuk mendapatkan talenta digital buat membangun startup-nya juga sulit. Apalagi teknologi kompresi yang diusung Kecilin masih asing.

"Baru-baru banget itu, jadi enggak ada universitas yang mengajarkan. Harus educate employee dulu soal data compression. Selanjutnya juga how to educate people, market, 'Oh, data compression seperti ini, lho'," katanya.

Christopher Farrel, Jadi CEO sejak Usia 18 Tahun & Kerja di Google Foto: Instagram Kecilin App

Seiring berjalannya waktu, Kecilin telah memiliki 35 karyawan asal Yogyakarta dan Malang, dengan 115 pengembang yang bergabung. Sementara, aplikasinya memiliki sekitar 15 ribu pengguna harian.

Aplikasinya juga mengantongi 100 ribu unduhan di Google Play Store. Kecilin mengompres kurang lebih 115 terabyte data setiap hari.

"Anggap aja 1 gigabyte Rp 5 ribu, kami udah hemat Rp 500 juta per bulan untuk orang-orang akses internet," ujar cowok yang menerima Letter of Acceptance dari Stanford University itu.

Kini Farrel lagi mengembangkan Kecilin Drive untuk menyimpan memori tanpa batas, dan Kecilin Meet sebagai aplikasi konferensi video yang lebih hemat data hingga 60 persen.

Di sisi lain, Christopher Farrel berharap masyarakat Indonesia dapat mendorong dan lebih mendukung startup karya anak bangsa. "Masyarakat aware dalam artian menggunakan aplikasi-aplikasi Indonesia," tutupnya.