Kenali Tanda Orang yang Ingin Bunuh Diri dan Cara Mencegahnya

Millennialverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi depresi. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi depresi. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Industri hiburan Korea Selatan kembali dikejutkan dengan kabar kematian Jeong Joong Ji yang merupakan salah satu peserta di ajang Produce 101 season 2. Ia dilaporkan mengakhiri hidupnya di usia 30 tahun.

Joeong Joong Ji bukan satu-satunya artis Korea Selatan yang memilih mengakhiri hidupnya di usia muda. Belum lama kita juga dikejutkan dengan kabar kematian dari aktris Yoo Joo Eun. Aktris berusia 27 tahun itu diduga tewas bunuh diri pada Senin (29/8). Sang artis juga disebut mengalami depresi jangka panjang, kabar ini pun diberi tahu oleh sang kakak.

Berdasarkan laporan betterhealth, para peneliti percaya bahwa beberapa orang yang mengakhiri hidup mereka sendiri sebenarnya tidak ingin mati, tetapi merasa tidak ada pilihan lain untuk membebaskan mereka dari rasa sakit. Mereka yang melakukan bunuh diri mungkin merasa kewalahan, mencari pembebasan dari kesusahan mereka.

Orang yang ingin bunuh diri terkadang menunjukkan tanda-tanda peringatan sebelumnya. Penting bagi kita untuk mengenali tanda-tanda tersebut, dengan begitu kamu bisa menolong orang yang kamu sayangi lebih cepat.

Mayo Clinic yang merupakan salah satu rumah sakit terbaik di dunia mengungkapkan ada beberapa cara untuk kita mengidentifikasi orang yang ingin melakukan bunuh diri. Apa saja? Simak selengkapnya.

Ilustrasi Depresi. Foto: Shutter Stock

Mulailah dengan mengajukan pertanyaan

Langkah pertama adalah mencari tahu apakah orang tersebut dalam bahaya bertindak berdasarkan perasaan ingin bunuh diri. Bersikaplah sensitif, tetapi ajukan pertanyaan langsung, seperti:

  • Bagaimana kamu menghadapi apa yang terjadi dalam hidup?

  • Pernahkah kamu merasa ingin menyerah begitu saja?

  • Apakah kamu berpikir tentang kematian?

  • Apakah kamu berpikir untuk menyakiti diri sendiri?

  • Apakah kamu berpikir tentang bunuh diri?

  • Pernahkah kamu berpikir untuk bunuh diri sebelumnya, atau mencoba melukai diri sendiri sebelumnya?

  • Pernahkah kamu memikirkan bagaimana atau kapan kamu akan melakukannya?

  • Apakah kamu memiliki akses ke senjata atau hal-hal yang dapat digunakan sebagai senjata untuk melukai diri sendiri?

Bertanya tentang pikiran atau perasaan untuk bunuh diri tidak akan mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu yang merusak diri sendiri. Bahkan, jika kamu menawarkan kesempatan untuk membicarakan perasaan dapat mengurangi risiko bertindak berdasarkan perasaan ingin bunuh diri.

Cari tanda peringatan

Ilustrasi bunuh diri. Foto: Shutterstock

Kamu tidak selalu dapat mengetahui kapan orang yang dicintai atau teman sedang mempertimbangkan untuk bunuh diri. Tapi di sini ada beberapa tanda umum yang dapat kamu ketahui:

  • Dia Berbicara tentang bunuh diri, misalnya membuat pernyataan seperti "Saya akan bunuh diri", "Saya berharap saya mati" atau "Saya berharap saya tidak dilahirkan".

  • Mendapatkan cara untuk mengakhiri hidup mereka sendiri, seperti membeli senjata atau menimbun pil.

  • Menarik diri dari kontak sosial dan ingin dibiarkan sendiri.

  • Memiliki perubahan suasana hati, seperti emosi yang tinggi suatu hari dan sangat putus asa di hari berikutnya.

  • Disibukkan dengan kematian, kematian atau kekerasan.

  • Merasa terjebak atau putus asa tentang suatu situasi.

  • Meningkatkan penggunaan alkohol atau obat-obatan.

  • Mengubah rutinitas normal, termasuk pola makan atau tidur.

  • Melakukan hal-hal yang berisiko atau merusak diri sendiri, seperti menggunakan narkoba atau mengemudi dengan sembrono. Memberikan barang-barang atau mengatur urusan ketika tidak ada penjelasan logis lain untuk melakukan ini.

  • Mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang seolah-olah mereka tidak akan terlihat lagi.

  • Mengembangkan perubahan kepribadian atau menjadi sangat cemas atau gelisah, terutama ketika mengalami beberapa tanda peringatan yang tercantum di atas.

Selain itu jika temanmu butuh bantuan, kamu bisa melakukan beberapa hal di bawah ini:

  • Jangan tinggalkan orang itu sendirian.

  • Hubungi 112 atau nomor darurat lokal kamu segera. Atau, jika kamu pikir dapat melakukannya dengan aman, bawalah sendiri orang tersebut ke ruang gawat darurat rumah sakit terdekat.

  • Cobalah untuk mencari tahu apakah orang tersebut berada di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan atau mungkin telah overdosis.

  • Beritahu anggota keluarga atau teman segera apa yang terjadi.

Jika seorang teman atau orang yang dicintai berbicara atau berperilaku sedemikian rupa sehingga membuat kamu yakin bahwa orang tersebut mungkin mencoba bunuh diri, jangan mencoba menangani situasi itu sendirian.

Kamu bisa dapatkan bantuan dari profesional terlatih secepat mungkin. Orang tersebut mungkin perlu dirawat di rumah sakit sampai krisis bunuh diri berlalu.

-----------------

Anda bisa mencari bantuan jika mengetahui ada sahabat atau kerabat, termasuk diri anda sendiri, yang memiliki kecenderungan bunuh diri.

Informasi terkait depresi dan isu kesehatan mental bisa diperoleh dengan menghubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas dan Rumah Sakit terdekat, atau mengontak sejumlah komunitas untuk mendapat pendampingan seperti LSM Jangan Bunuh Diri via email janganbunuhdiri@yahoo.com dan saluran telepon (021) 9696 9293, dan Yayasan Pulih di (021) 78842580.

Laporan Mutiara Oktaviana