Kisah Brand Lokal Dusdukduk, dari Tugas Kuliah sampai Raih Penghargaan Forbes

3 Februari 2021 16:00 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Dusdukduk dok IG @dusdukduk
zoom-in-whitePerbesar
Dusdukduk dok IG @dusdukduk
ADVERTISEMENT
Kardus sering dianggap sebagai bahan yang enggak bernilai bahkan sampah bagi beberapa orang. Namun hal ini enggak berlaku bagi Muhammad Arif Susanto.
ADVERTISEMENT
Lewat material kardus bekas, Arif justru dinobatkan menjadi salah satu tokoh Forbes 30 Under 30 sebagai pendiri Dusdukduk.

Awal Mula Brand Lokal Dusdukduk

Muhammad Arif Susanto dok ITS
Kisah lahirnya Dusdukduk sebenarnya berawal dari salah satu sudut kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), yakni di Departemen Desain Produk Industri (Despro) ITS.
Arif mengaku ide Dusdukduk berawal dari tugas mata kuliah yang kemudian mendapat perhatian ketika dipamerkan di kampus. Set kursi dan meja kardus ini mendapat respons hangat, hingga satu demi satu pesanan berdatangan kepada Dusdukduk.
Alumnus angkatan 2010 tersebut memaparkan, dirinya dan tim sudah sejak awal berniat membawa hasil karyanya menjadi bisnis yang menghasilkan.
Oleh karena itu, pendapatan dari pesanan dan tunjangan dari berbagai kejuaraan digunakan untuk mengembangkan Dusdukduk.
ADVERTISEMENT
Kalimat itu jadi andalan Arif dan kawan-kawannya dalam mengembangkan brand yang lahir di 2013 itu, hingga melanglang buana dan meraih deretan penghargaan sebagai salah satu inovasi produk ramah lingkungan yang dapat bersaing dengan produk berbahan konvensional.
Mulai dari finalis Wirausaha Muda Mandiri hingga meraih Best Booth pada pameran CASA Indonesia. Dusdukduk juga banyak menghiasi pameran dari tingkat regional hingga internasional. Bahkan kini, Dusdukduk telah dipercaya banyak klien dari brand ternama seperti Honda dan H&M.
Dusdukduk yang semula berfokus pada produk meja dan kursi, kini juga sudah melakukan diversifikasi produk.
Hingga 2021, sudah terdapat dua anak perusahaan yaitu Totoys.id yang memproduksi mainan anak-anak, dan Packimpact yang berfokus pada kemasan produk yang keseluruhannya berbahan dasar kardus bekas.
ADVERTISEMENT
Selain kedua produk baru ini, Dusdukduk juga menerima jenis-jenis olahan lain sesuai pesanan.

Dapat Penghargaan Forbes

Muhammad Arif Susanto dok ITS
Meskipun telah meraih banyak prestasi, cowok yang kini menjadi dosen di Universitas Ciputra, Surabaya tersebut enggak pernah berpikir dapat menjadi salah satu tokoh Forbes 30 Under 30.
Menurutnya, predikat tersebut sangatlah sulit dicapai karena ada banyak tokoh-tokoh muda inspiratif di Indonesia.
Arif bercerita bahwa dirinya sempat menganggap e-mail dari Forbes yang ia dapat saat itu adalah spam atau penipuan.
“Saya pikir itu hanya e-mail spam atau enggak asli. Sampai saat itu saya mendapat telepon langsung dari pihak Forbes,” tutur cowok berusia 28 tahun tersebut, seperti dilansir laman ITS.
Cowok yang gemar membaca buku pengembangan diri itu memaknai pencapaiannya sebagai bonus dari konsistensi dalam mengembangkan Dusdukduk.
ADVERTISEMENT
Penghargaan ini juga dimaknai sebagai barometer bahwa usaha yang dirintis dari bangku perkuliahan, dapat melahirkan produk-produk yang bersaing dan diminati masyarakat.
Hal tersebut pula yang selalu ia bawa dan tanamkan pada anak-anak muda untuk berani bermimpi dan think big.
Untuk ke depannya, pegiat usaha ramah lingkungan ini mengaku akan terus menunjukkan gebrakan baru. Salah satu di antaranya adalah perilisan anak perusahaan dengan jenis produk baru di tahun ini.
Arif juga akan mewujudkan ide 15 anak perusahaan yang sudah dirancangnya sejak 2019.