Mahasiswa Universitas Mataram Galang Dana untuk Korban Gempa Lombok

Millennialverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah pasien dan korban gempa dirawat di tenda darurat di halaman RSUD Mataram, Senin (6/8). (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah pasien dan korban gempa dirawat di tenda darurat di halaman RSUD Mataram, Senin (6/8). (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)

Gempa sebesar 7 magnitudo yang mengguncang Lombok pada Minggu (6/8) kemarin mengakibatkan kerusakan hingga jatuhnya puluhan korban. Untuk menunjukkan kepeduliannya, sejumlah pihak baik pemerintah, swasta, maupun kelompok masyarakat menggalang dana dan menyalurkan donasi.

Salah satu pihak yang melakukannya adalah organisasi mahasiswa dari Universitas Mataram (Unram). Menurut Maudy, mahasiswi semester 5 jurusan Perguruan SD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Unram, organisasi di kampusnya melakukan penggalangan dana hingga membuka posko donor darah bagi para korban gempa.

"Iya, dari teman-teman kampus ada yang menggalang amal, donor darah, dan sebagainya," ujar Maudy saat dihubungi kumparan, Senin (6/8).

Sebelumnya Maudy mengatakan gedung kampusnya dalam kondisi rusak parah akibat gempa yang disusul tsunami setinggi 13 sentimeter itu. Gedung yang rusak akibat gempa yakni Rumah Sakit Unram, Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Magister, Pusat Program Kreativitas Mahasiswa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta kampus 2 Unram di Seganteng.

Dari foto yang beredar, gempa Lombok mengakibatkan jendela pecah, atap jatuh serta dinding yang roboh.

Akibat kerusakan di kampus, mahasiswa Unram diliburkan dari kegiatan kuliah. "Iya memang sekarang kondisinya kami lagi libur semester. Tapi pengumuman dari dosen, libur hari Senin sampai Selasa ini," tutup Maudy.

Kerusakan akibat gempa di Universitas Mataram, Lombok, Senin (6/8). (Foto: Dok. Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Kerusakan akibat gempa di Universitas Mataram, Lombok, Senin (6/8). (Foto: Dok. Istimewa)

Selain Universitas Mataram, Palang Merah Indonesia (PMI), melalui akun Twitter resminya, mendorong warga untuk melakukan donor darah yang kemudian akan disalurkan ke 26 rumah sakit yang saat ini menangani warga menjadi korban. Warga dipersilakan untuk mengunjungi unit donor darah (UDD) PMI, yang terletak di kota Mataram.

Sanggra (22), seorang mahasiswa yang juga turut menjadi donor darah di PMI Karang Jangkong, mengatakan kepada kumparan pada Senin (6/8) pagi, PMI saat ini sedang mengalami kekurangan darah untuk semua golongan.

“Kabar dari teman, sekarang di kantor pusat PMI sudah banyak warga yang antre untuk donor darah,” ujar Sanggra.

“Warga ternyata tanggap. Ada lebih dari 100 orang (pendonor),” imbuhnya.

Bagi kamu yang ingin meringankan duka para warga di Lombok dan sekitarnya, kumparan menggalang donasi online melalui platform kitabisa yang bisa kamu akses di sini. Perkembangan jumlah donasi serta penyerahannya akan terus kami sajikan.