Malas Kerja Usai Libur Panjang? Ini 7 Tips Atasi Post Holiday Blues

Millennialverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bosan bekerja di kantor. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bosan bekerja di kantor. Foto: Shutter Stock

Libur Lebaran 2022 kini telah usai. Semua orang harus kembali menjalani aktivitas seperti kerja, sekolah, kuliah, dan lain-lain. Namun, enggak sedikit orang yang merasa sedih atau enggak siap untuk kembali menghadapi rutinitas sehari-hari setelah libur panjang.

Hati-hati, jika kamu mengalami hal tersebut, kamu mungkin sedang berada di kondisi yang disebut dengan Post Holiday Blues.

Apa sih Post Holiday Blues itu? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini dilansir Verywellmind.

Post Holiday Blues

Kondisi ini biasanya mengacu pada tekanan mental jangka pendek, kecemasan, serta kesedihan yang muncul setelah liburan. Liburan ini menjadi kesempatan untuk dapat berkumpul bersama keluarga hingga teman dalam jangka waktu yang cukup lama.

Lalu, bagaimana kamu bisa menentukan kalau kamu mengalami Post Holiday Blues? Di bawah ini ada beberapa tanda-tanda seseorang mengalami Post Holiday Blues, seperti cemas, enggak termotivasi, suasana hati yang buruk, mudah tersinggung, stres, depresi, insomnia, dan khawatir berlebih soal keuangan

Orang-orang yang mengalami kondisi ini biasanya akan mengalami emosi yang beragam seperti merasakan kesepian, kecewa, stres, hingga merasa kehilangan. Nah, bagaimana emosi negatif ini bisa muncul setelah liburan panjang?

Penyebab munculnya emosi ini cukup beragam, seperti kelelahan saat perjalanan hingga harus kembali berpisah dari keluarga.

Cara Mengatasi Post Holiday Blues

Jika kamu mengalami Post Holiday Blues, kamu enggak perlu khawatir. Ada beberapa cara untuk mengatasi kondisi tersebut seperti di bawah ini.

Ilustrasi wanita rileks. Foto: fizkes/Shutterstock

Beri dirimu lebih banyak waktu

Kamu bisa meberikan dirimu waktu tambahan untuk memulai semuanya. Seperti menjadwalkan satu atau dua hari untuk mengejar ketinggalan. Gunakan ini sebagai penyangga sebelum kamu kembali ke rutinitas biasa.

Ilustrasi Facebook dan Twitter. Foto: Thomas White/Reuters

Ubah mood dengan membatasi media sosial

Kamu bisa berbicara dengan orang lain seperti teman atau keluarga melalui telepon atau bertemu secara langsung.

Ilustrasi Pose Yoga Paschimottanasana. Foto: Shutter Stock

Olahraga

Bukan hanya memberikan manfaat untuk kesehatan fisik, tapi olahraga juga memiliki sejumlah manfaat untuk kesehatan mentalmu. Hal ini juga bisa mengurangi gejala kecemasan yang kerap muncul dengan tiba-tiba.

Ilustrasi bercocok tanam di rumah Foto: dok.Shutterstock

Terapi alam

Terapi alam atau biasa disebut juga dengan ekoterapi ini didasarkan pada konsep penggunaan alam untuk memulihkan kondisi psikologis seseorang.

Ada berbagai cara terapi yang bisa dilakukan dengan mudah. Seperti berkebun, berjalan di atas tanah, atau bermain sungai. Menghabiskan waktu di alam adalah cara yang murah dan efektif untuk meningkatkan berbagai aspek kesehatan mental.

Ilustrasi makanan 4 sehat 5 sempurna. Foto: Shutterstock

Konsumsi makanan sehat

Untuk memerangi stres, kamu bisa perbanyak konsumsi ikan, biji-bijian, cokelat hitam, dan teh hijau. Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang mengonsumsi ikan bisa menurunkan risiko depresi sebesar 17 persen.

Selain itu, teh hijau yang mengandung asam amino juga bisa membantu mengurangi stres dan meningkatkan mood.

Ilustrasi Perempuan Tidur Foto: Shutterstock

Tidur cukup

Bukan hanya mempengaruhi otak, tapi tidur yang cukup juga dapat mempengaruhi perasaanmu. Orang yang mengalami insomnia akan berisiko tinggi terhadap kondisi depresi, gangguna kecemasan, dan panik.

Ilustrasi makan sambil nonton. Foto: aslysun/Shuttterstock

Menonton film komedi

Film komedi juga bisa membuatmu tertawa dan mengurangi stres. Tertawa juga bisa merangsang sirkulasi dan membantu relaksasi otot yang keduanya bisa membantu mengurangi beberapa gejala fisik dari stres.

Laporan Afifa Inak