Netflix Hapus Adegan Bunuh Diri di ‘13 Reasons Why’

17 Juli 2019 10:19 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
13 Reasons Why Foto: Dok. Netflix
zoom-in-whitePerbesar
13 Reasons Why Foto: Dok. Netflix
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Layanan streaming, Netflix, telah menghapus adegan bunuh diri yang terdapat di serial orisinalnya, ‘13 Reasons Why’. Langkah ini dilakukan dua tahun setelah serial yang dibintangi Katherine Langford dan Dylan Minette tersebut dirilis.
ADVERTISEMENT
Adegan tersebut berdurasi sekitar 3 menit dan terdapat di episode terakhir musim pertama. Memperlihatkan Hannah —karakter utama yang dibintangi Langford— menyayat pergelangan tangannya dan berdarah hingga meninggal dunia.
Kini setelah dihapus, adegannya hanya memperlihatkan Hannah sedang melihat dirinya di depan kaca, dan langsung berganti ke orang tuanya yang shocked mengetahui anaknya bunuh diri.
Mengutip The Hollywood Reporter, langkah Netflix untuk menghapus adegan bunuh diri ini berdasarkan saran dari ahli medis menyusul akan diluncurkannya musim ke-3 dari ‘13 Reasons Why’.
“Enggak ada adegan yang lebih penting ketimbang pesan yang ingin disampaikan lewat serial ini. Pesan bahwa kita perlu menjaga satu sama lain,” kata Produser ‘13 Reasons Why’, Brian Yorkey.
Sebelumnya Netflix telah buka suara setelah sebuah studi yang dipublikasikan oleh Journal of The American Academy of Child and Adolescent Psychiatry melaporkan tingkat bunuh diri pada remaja di Amerika Serikat meningkat setelah serial orisinal Netflix ‘13 Reasons Why’ dirilis.
ADVERTISEMENT
Laporan yang didanai oleh National Institute of Health itu menemukan bahwa ada lebih dari 195 kasus bunuh diri terjadi dalam kurun waktu sembilan bulan setelah musim pertama ‘13 Reasons Why’ diluncurkan. Tepatnya pada Maret 2017.
Namun, pihak Netflix mengatakan bahwa studi itu berlawanan dengan riset yang dilakukan University of Pennsylvania. Riset tersebut melaporkan bahwa mereka yang menonton ‘13 Reasons Why’ sampai selesai, cenderung enggak berisiko melakukan kekerasan kepada diri sendiri atau bunuh diri.