kumparan
23 Oktober 2019 8:00

Panduan Menghadapi Akhir Bulan buat Mahasiswa

com-Ilustrasi kondisi keuangan setelah Lebaran
Ilustrasi uang habis di akhir bulan buat mahasiswa Foto: Shutterstock
Akhir bulan enggak cuma dialami para pekerja, tapi juga mahasiswa. Kalau udah akhir bulan begini, enggak ada ceritanya, tuh, mahasiswa nongkrong di cafe, pergi ke mal, atau karaoke.
ADVERTISEMENT
Apalagi, kalau uang udah habis sebelum akhir bulan tiba. Wah, kalau kayak begini, pilihannya antara bawa bekel, minta dijajanin teman, nyemilin obat lambung, atau puasa ajalah.
Karena itu, kumparan bertanya kepada Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE), Mike Rini Sutikno, soal apa yang bisa dilakukan mahasiswa di akhir bulan. Berikut panduannya.
  1. Evaluasi pengeluaran dan pemasukan
Menurut Mike, evaluasi terhadap pengeluaran dan pemasukan itu penting, gaes. Karena salah satu penyebab boros adalah kurangnya kemampuan untuk mengelola keuangan secara bijak.
“Sebelumnya evaluasi terlebih dahulu, kenapa uang saku kamu habis duluan? Kebutuhan transportasi dan jajan di kampus sudah sesuai dengan uang saku atau belum? Karena, uang saku yang kamu terima itu kalau kelebihan belum tentu juga bisa ditabung. Terkadang malah menjadi konsumtif,” katanya.
ADVERTISEMENT
  1. Bikin buku catatan keuangan
Buku catatan bisa membantu kamu untuk menulis rincian pengeluaran dan pemasukan agar enggak lupa. Memanfaatkan aplikasi yang ada di gadget juga bisa, kok.
“Misal, uang transport berapa? Lihat kembali melebihi budget atau enggak. Karena dari hal detail seperti itu, bisa tahu kira-kira pengeluaran terbesarnya dari mana?” tuturnya.
Dari catatan tersebut, kamu bisa mengetahui wajar atau enggaknya nominal uang yang udah kamu keluarkan. Nantinya, ketika udah tahu pola pengeluaranmu, bisa memunculkan tiga kemungkinan. Antara uang saku yang kurang, cukup, atau kelebihan.
  1. Membedakan keinginan dan kebutuhan
Mike menyebut, masalah keuangan di akhir bulan muncul karena masih bingung membedakan keinginan dan kebutuhan.
"Ingat, ya, keinginan merupakan hal atas kemauan kamu sendiri. Sedangkan kebutuhan adalah prioritas utama yang berhubungan dengan aktivitasmu. Misal transportasi, atau uang makan sehari-hari," jelas dia.
ADVERTISEMENT
Menurut Mike, jika bisa membedakan ke-2 hal ini, dijamin enggak akan miskin di akhir bulan. Buat juga rincian supaya bisa membedakan mana keinginan, dan mana kebutuhan.
“Kebutuhan mahasiswa itu, misalnya uang untuk fotocopy tugas, ngeprint makalah, dan lain-lain. Sedangkan beli minuman boba, nonton, dan nongkrong sama teman-teman itu keinginan. Tanpa (keinginan) itu semua, aktivitas kampus tetap jalan, 'kan?” tambah Mike.
  1. Menghentikan, mengurangi, dan menggantikan
Kalau udah terlanjur boros, Mike menyarankan tiga tindakan yang bisa kamu lakukan di akhir bulan, nih.
“Yaitu, menghentikan, mengurangi, dan menggantikan. Hal ini bertujuan agar kamu enggak makin boros," sebut dia.
"Misal, budget dalam seminggu tinggal Rp 100 ribu. Nah, kamu harus pintar-pintar menghemat, buat kebutuhan yang sekiranya enggak penting-penting banget. Ya, tahan dulu keinganan kamu, ganti dengan kebutuhan yang lebih penting,” lanjut Mike.
ADVERTISEMENT
Atau, kalau biasanya kamu terbiasa jajan 15 jenis makanan, coba pertimbangkan mana yang bisa dihentikan, dikurangi, atau diganti dengan yang lebih murah.
  1. Hidup on budget
Panduan terakhir dari Mike buat menghadapi akhir bulan yaitu, hidup on budget alias, ngirit. Contohnya, daripada boros membeli makanan seharga Rp 50 ribu, coba berikan budget hari ini jajan Rp 25 ribu aja.
Reporter: Aulania Silviananda
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan