Setop Mengandalkan Kebahagiaanmu pada Orang Lain

Millennialverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi perempuan sedih susah move on. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perempuan sedih susah move on. Foto: Shutterstock

Menggantungkan kebahagiaan pada orang lain, barangkali hal yang sering kita alami. Ada banyak alasan di balik ketergantungan kamu dengan orang lain, salah satunya adalah ketidakmampuan kamu untuk mengandalkan diri sendiri dan tidak mempercayai diri sendiri.

Sikap ini dapat berkembang mungkin dari adanya trauma masa kecil yang pernah terjadi, rasa tidak mampu, rasa insecure maupun perasaan lainnya. Bahkan bisa dimulai dengan pemikiran sederhana seperti kalimat: Saya merasa tidak cukup baik.

Bagi seseorang yang sering menggantungkan diri pada orang lain untuk kebahagiaannya, memang tidak mudah untuk menjadi mandiri dan mulai mempercayai diri sendiri. Lalu bagaimana cara agar kita berhenti menggantungkan kebahagiaan pada orang lain? Berikut beberapa caranya, yuk simak!

Kenali diri sendiri

Ilustrasi wanita berpikir. Foto: Shutter Stock

Sebagai manusia identitas kita tidak tetap. Kita menggunakan lingkungan kita untuk mengidentifikasi diri sendiri. Begitu juga dengan orang-orang di sekitar.

Kita mungkin ibu seseorang, saudara seseorang, pasangan seseorang, dan sebagainya. Terkadang kita sering lupa siapa diri kita di antara begitu banyak identitas. Untuk menjadi mandiri, kamu perlu mengingat siapa dirimu sebenarnya, terlepas dari semua hubungan kita.

Cara terbaik untuk menemukan diri sejati kita adalah melalui refleksi diri. Lalu bagaimana cara melakukannya? Kamu perlu menghabiskan waktu dengan diri sendiri. Jika itu tidak berhasil, membuat jurnal bisa menjadi solusi yang luar biasa untuk refleksi diri.

Refleksi diri akan membantu kamu untuk mengenal diri sendiri. Ini penting, karena dengan begitu kamu hanya bisa mengandalkan diri sendiri ketika kamu tahu siapa diri kamu.

Habiskan waktu dengan diri sendiri

Ilustrasi self healing. Foto: U__Photo/Shutterstock

Kita begitu fokus pada orang lain sehingga kita sering melupakan keberadaan diri sendiri dalam suatu hubungan. Padahal sangat penting untuk memberi diri sendiri ruang, dengan menghabiskan malam sendiri di akhir pekan, menonton film sendiri.

Semakin banyak kamu menghabiskan waktu sendiri, kamu akan menyadari apa yang membawa kamu bahagia. Alhasil perlahan kamu bisa deh semakin sedikit tidak bergantung pada orang lain.

Terima bahwa people come and go

Ilustrasi perempuan sedih Foto: Shutterstock

Orang akan selalu datang dan pergi sesuka hati, tinggal menunggu giliran saja. Ketika kita mengetahui ada orang yang pergi dari hidup kita, terkadang kita kecewa dan cenderung nggak bisa menerima keadaan yang sebenarnya.

Padahal, kita harus perlahan belajar untuk mulai menerimanya. Dengan begitu, kita bisa lebih menata kehidupan baru setelah orang tersebut meninggalkan kita. Termasuk juga belajar untuk tidak lagi menjadikan orang tersebut sebagai sumber kebahagiaan.

Jadilah kreatif

com-Ilustrasi berpikir Foto: Shutterstock

Menggantungkan diri pada orang lain sering kali berasal dari rasa insecure atau rasa tidak aman yang ada dalam diri kita. Dengan kata lain, ketika kita berpikir kita tidak cukup, kita mencari kebahagiaan pada orang lain.

Menjadi kreatif dan menciptakan hal-hal baru untuk diri sendiri dapat meningkatkan perasaan puas terhadap diri sendiri. Nantinya, hal itulah yang membantumu untuk menyadari bahwa kamu sebenarnya cukup.

Bahkan tidak harus menjadi proyek besar, melakukan hal-hal kecil seperti membuat lukisan ataupun mengerjakan tugas dengan tepat, itulah yang akan memberi kamu rasa pencapaian, dan membuat kamu menyadari potensi kita sendiri.

Jujur pada diri sendiri

Ilustrasi pria menyendiri saat patah hati. Foto: Shutter Stock

Cobalah untuk menggantungkan rasa kepercayaan pada dirimu sendiri, dengan memikirkan bahwa dirimu pantas untuk bahagia walaupun tak ada orang lain di sisi kita. Mulailah untuk menghadapi masalah dan mengekspresikan emosi dengan baik.

Nah, itulah tadi beberapa cara yang dapat kamu terapkan di kehidupan sehari-hari agar tidak lagi menggantungkan kebahagianmu pada orang lain. Memang, mengetahui dan menerapkannya adalah dua hal yang sangat berbeda.

Ini mungkin satu hal yang sulit, tetapi percayalah pasti kamu bisa. Setelah kamu menguasai kemandirian dan dapat mempercayai diri kamu untuk bertanggung jawab atas kebahagiaan kamu sendiri. Setelah ini, kamu bisa melihat perubahan positif dalam hidupmu sendiri serta hubunganmu dengan orang lain.

Semangat!

Laporan Mutiara Oktaviana