Stereowall, The Brandals, sampai Kunto Aji: 7 Musisi Kompak Buat Masker Kain

Masker menjadi benda wajib yang harus dikenakan demi mencegah penyebaran virus corona. Beberapa band dan musisi memanfaatkan ini untuk bikin masker versi mereka.
kumparan merangkum ada tujuh band dan musisi yang membuat masker kain, dengan sebagian hasil penjualan disumbangkan buat membantu sesama. Simak selengkapnya di bawah ini, yuk!
Goodnight Electric
Unit electro pop yang baru melepas album ini membuat masker dengan warna dominan biru dan merah. Mereka menamakannya masker Dopamin, sesuai dengan single-nya. Penjualannya bekerja sama dengan Masker untuk Indonesia, dengan menyumbangkan tiga masker untuk satu pembelian.
Tashoora
Band asal Yogyakarta ini juga mengeluarkan desain masker khas dengan warna hitam dan lambang Tashoora berwarna putih di tengahnya. Mereka juga berkolaborasi sama gerakan Masker untuk Indonesia.
Alexa
Band pelantun Jangan Kau Lepas ini enggak mau ketinggalan. Mereka punya masker kain dengan desain pola papan catur hitam putih, dan foto ketiga personel yang kepalanya digantikan dengan sound system, microphone, dan logo Alexa.
Stereowall
Unit rock asal Jakarta, Stereowall, baru-baru ini ikut berkolaborasi dengan Masker untuk Indonesia. Mereka mengeluarkan masker dengan tulisan Stereowall berwarna oranye yang menyala terang di bagian tengahnya. Terlihat kontras dengan corak hitam dan putih di sekelilingnya.
The Brandals
The Brandals membuka kesempatan buat penggemarnya untuk membeli paket merchandise kaus dan masker edisi terbatas. Ilustrasi di kausnya merupakan karya sang bassist, Radhit Syaharzam. Penjualan kaus dan masker merupakan penggalangan dana yang disumbangkan kepada rumah sakit rujukan COVID-19.
Raisa
"Stay home, untuk yang teristimewa" menjadi pesan singkat Raisa di masker kolaborasinya dengan Masker untuk Indonesia. Masker ini juga diberi tulisan Raisa dan desain bunga-bunga.
Kunto Aji
Kunto Aji berkolaborasi dengan seniman Dewisya dalam masker merah muda menggemaskan ini. Coraknya ramai dengan gambar dedaunan, mulut yang menganga lebar, dan sosok Kunto Aji beserta keluarga di bagian tengah masker.
