Viral Video 'Ganteng, Review Saldonya Dong' di Media Sosial, Ini Kata Psikolog
·waktu baca 2 menit

Pandemi COVID-19 juga memunculkan tren viral di media sosial. Salah satunya adalah pamer saldo ATM atau yang lebih dikenal 'Ganteng, Review Saldonya Dong' di Tik Tok.
Kebanyakan yang ikut tren ini adalah cowok-cowok. Mereka memamerkan isi saldo yang dimilikinya melalui layar ATM.
Jumlah uang yang dipamerkan enggak sedikit. Rata-rata saldo ratusan juta hingga Rp 1 miliar lebih.
Bukan hanya isi saldo, ada juga yang memamerkan harta lainnya seperti mobil-mobil mewah yang dimiliki.
Tren ini enggak hanya menarik perhatian netizen, tapi juga Direktorat Jenderal Pajak Indonesia yang mengomentari langsung beberapa videonya supaya enggak lupa membayar pajaknya.
Psikolog: Tren Ini Bisa Berdampak Buruk bagi Psikologis Masyarakat
Menurut psikolog dari Universitas Indonesia A. Kasandra Putranto, tren ini muncul akibat ulah sebagian masyarakat yang berlomba-lomba mengejar ketenaran dan keberuntungan.
Sehingga berbagai upaya dimaksimalkan untuk menggapai cita-cita tersebut di era digital.
Padahal bisa menimbulkan dampak buruk secara psikologis bagi masyarakat. Apalagi di tengah kondisi sulit saat pandemi COVID-19 sekarang ini.
"Ada orang yang dapat menerima tren tersebut dengan reaksi biasa, ada yang menjadi terbeban, iri, atau tertekan," katanya, dilansir Antara.
Sebab menurut Kasandra, media sosial dan aktivitas di dalamnya sangat berdampak besar bagi kesehatan mental seseorang.
Terutama jika bukan untuk hal-hal positif, bisa menimbulkan dampak buruk psikologis. Enggak sedikit yang merasa stres akibat terlalu banyak terpapar media sosial.
"Sekarang muncul fenomena adiksi media sosial yang membuat seseorang terganggu fungsi kehidupannya, sehingga lalai melakukan hal-hal penting dalam hidupnya," jelas dia.
Jika sudah sampai merasa stres, Kasandra menyarankan harus membatasi aktivitas yang enggak perlu di media sosial dan segera berkonsultasi dengan psikolog klinis atau psikiater.
"Tetapi tentu saja lebih baik mencegah daripada mengobati," pungkasnya.
Laporan: Afifa Inak
