Konten dari Pengguna

Savannah Cidaon, Ujung Kulon, Banten

MindNesia

MindNesia

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
19
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari MindNesia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

h

Savannah Cidaon, Ujung Kulon, Banten
zoom-in-whitePerbesar

Savannah Cidaon, Ujung Kulon, Banten (1)
zoom-in-whitePerbesar

Savannah Cidaon, Ujung Kulon, Banten (2)
zoom-in-whitePerbesar

Savannah Cidaon, Ujung Kulon, Banten (3)
zoom-in-whitePerbesar

Savannah Cidaon, Ujung Kulon, Banten (4)
zoom-in-whitePerbesar

Savannah Cidaon, Ujung Kulon, Banten (5)
zoom-in-whitePerbesar

Savannah Cidaon, Ujung Kulon, Banten (6)
zoom-in-whitePerbesar

Savannah Cidaon, Ujung Kulon, Banten (7)
zoom-in-whitePerbesar

Savannah Cidaon, Ujung Kulon, Banten (8)
zoom-in-whitePerbesar

Savannah Cidaon, Ujung Kulon, Banten (9)
zoom-in-whitePerbesar

Savannah Cidaon, Ujung Kulon, Banten (10)
zoom-in-whitePerbesar

Ujung Kulon merupakan taman nasional tertua di Indonesia yang sudah diresmikan sebagai salah satu Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO pada tahun 1991, karena wilayah mencakup hutan lindung yang sangat luas. Sampai saat ini kurang lebih 50 sampai dengan 60 badak hidup di habitat ini. Pada awalnya Ujung Kulon adalah daerah pertanian pada beberapa masa sampai akhirnya hancur lebur dan habis seluruh penduduk ketika Gunung Krakatau meletus pada tanggal 27 Agustus 1883 yang akhirnya mengubahnya kawasan ini kembali menjadi hutan.

Sebelah Barat Taman Nasional Ujung Kulon terdapat hamparan padang rumput yang luas. Dengan luas mencapai 4 hektar, savannah cidaon ini menjadi wahana tempat satwa mencari makan serta berkumpul seperti sapi, banteng, kerbau, bahkan burung merak hingga badak bercula satu selalu datang ke savannah cidaon ini. Namun untuk badak sudah sangat jarang terlihat karena semakin langka binatang ini.

Para pengunjung bisa melihat lebih dekat dengan hati-hati, karena satwa disini masih liar dan disarankan jika ingin melihat satwa ini selalu berlindung dibalik pohon agar lebih aman. Padang rumput ini berada di samping Pulau Peucang, Untuk mencapai lokasi ini kita hanya membutuhkan waktu 10 menit, Tidak heran banyak wisatawan yang berkunjung ke sini. Di sekitar lokasi ini banyak terdapat penginapan yang dibangun sebagai tempat istirahat para wisatawan setelah melihat lebih dekat satwa asli Taman Nasional Ujung Kulon.

Di sini disediakan menara yang cukup tinggi untuk melihat kawanan merak dan banteng dengan lebih jelas, bisa ambil foto dari atas dan lebih seru. Setelah puas menikmati savannah cidaon ini,

akan menuju ke pulau peucang, hanya sekitar 5 menit dari sini memasuki hutan bakau untuk kembali ke dermaga. Kemudian sekitar 10 menit menyeberang dengan boat ke dermaga pulau peucang, karena kedua pulau ini letak nya saling berhadapan.