Konten dari Pengguna

UMKM Kremes Simadu Dan Harapan yang Tumbuh

Minhaj

Minhaj

Karyawan Unisa Bandung. Pejalan Panjang

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Minhaj tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto bersama setelah kegiatan. Dokumentasi pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Foto bersama setelah kegiatan. Dokumentasi pribadi

Tulisan ini merupakan diseminasi kegiatan PkM dosen UNISA Bandung kolaborasi dengan UMKM Kremes Simadu yang didanai oleh DPPM Kemendiktisaintek RI 2026 dalam rangka pemberdayaan UMKM sebagai penopang perekonomian bangsa. Maka hal ini merupakan langkah kecil kolaborasi antara akademisi, UMKM serta media, dalam hal ini kumparan.com, untuk menyebarluaskan aspek pengembangan masyarakat dalam menumbuhkan ekonomi bangsa.

***

Suatu siang ketika berkunjung ke sebuah desa Cimaung dalam rangka kegiatan survei lapangan, saya menjumpai sekumpulan Ibu yang sedang mengolah Ubi menjadi kremes. Hal yang cukup menarik karena saya tidak menjumpai laki-laki yang ikut dalam usaha tersebut.

Pada akhirnya saya mengetahui bahwa sebagian usaha UMKM dijalankan oleh kelompok perempuan sementara para pria bekerja di kebun. UMKM layaknya lahan penyelamat bagi banyak manusia yang terpinggirkan. Mereka dianggap tidak ada namun sangat berjasa menjadi penopang perekonomian bangsa.

Saya sebagai dosen memiliki kewajiban untuk mengadakan pengabdian di masyarakat, kemudian berinisiatif untuk bermitra dengan salah satu UMKM Kremes Simadu yang dijalankan oleh seorang ibu dan putranya. Mereka memiliki delapan karyawati.

Dari observasi awal yang saya lakukan dengan tim, kami menemui dua aspek krusial yaitu masalah produksi yang belum maksimal karena keterbatasan teknologi tepat guna serta manajemen usaha yang masih konvensional.

Setelah sekian lama bergantung pada cara produksi serba manual dan pengelolaan usaha yang konvensional, pelaku usaha UMKM Simadu akhirnya mendapat pendampingan langsung dari tim dosen dan mahasiswa Program Studi Perdagangan Internasional, Universitas 'Aisyiyah Bandung, melalui program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk "Penerapan Teknologi Tepat Guna untuk Meningkatkan Produktivitas UMKM Kremes Simadu dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif yang didanai dari kemendiktisaintek".

Produksi kremes. Dokumentasi pribadi

Program yang dilaksanakan pada Mei-Agustus 2026 ini digagas untuk menjawab persoalan klasik yang kerap dihadapi UMKM di kawasan pedesaan yaitu minimnya akses terhadap teknologi produksi dan lemahnya tata kelola manajemen usaha. Selama ini, Kremes Simadu mengandalkan proses produksi yang serba tradisional, sehingga kapasitas produksinya terbatas dan sulit bersaing di pasar yang makin kompetitif.

Tentu, ini hanyalah usaha yang sangat minimal dari saya untuk berkontribusi dalam pengembangan kapasitas usaha UMKM yang saya yakin mereka tidak pernah meminta namun berjalan di atas kaki sendiri untuk sekadar melanjutkan hidup, pun membantu tetangga yang menjadi karyawannya.

Hasil Packaging PkM. Dokumentasi Pribadi.

Sebagai ketua pelaksana, saya mengamati bahwa Selama ini kendala utama yang dialami mitra adalah keterbatasan teknologi produksi dan manajemen usaha yang masih dijalankan secara konvensional. Dua hal ini yang menjadi fokus utama kami dalam merancang program pendampingan.

Saya didampingi dua anggota dosen, yaitu Nurul Aziz Pratiwi, M.M. dan Delfta Tunjung Baswarani, M.Par., serta dua mahasiswa, Dhenahi Jerfiani W. dan Yulia Sundari, yang turut terjun langsung mendampingi pelaku usaha di lapangan.

Teknologi Tepat Guna dan Pembenahan Manajemen

Dalam program ini, saya dan tim tidak hanya memperkenalkan teknologi tepat guna untuk mendongkrak efisiensi produksi, tetapi juga memberikan pendampingan manajemen usaha secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan proses produksi hingga tata kelola usaha yang lebih tertib dan terukur. Pendekatan yang menggabungkan sisi teknis dan manajerial ini dinilai penting agar peningkatan kapasitas produksi berjalan beriringan dengan pengelolaan usaha yang lebih profesional.

Hasilnya cukup menggembirakan. Setelah penerapan teknologi tepat guna dan pembenahan manajemen tersebut, produksi Kremes Simadu tercatat meningkat hingga 30 persen dibandingkan sebelum program berjalan.

Pemilik UMKM Kremes Simadu mengaku sangat terbantu dengan kehadiran tim pengabdian tersebut.

"Kami sangat terbantu dengan tim PKM dari Prodi Perdagangan Internasional Universitas 'Aisyiyah Bandung dalam hal peningkatan produksi dan manajemen usaha," ungkapnya pada saat kunjungan kami dalam rangka monitoring.

Program pengabdian ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal di tingkat desa. Dengan produktivitas yang meningkat, UMKM Kremes Simadu diharapkan dapat memperluas pasar, meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha, sekaligus menjadi contoh keberhasilan penerapan teknologi tepat guna bagi UMKM sejenis di wilayah Kabupaten Bandung.

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini terlaksana atas dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, tahun pendanaan 2026.

Pada akhirnya, saya menyadari bahwa negeri kita memiliki begitu banyak potensi yang dapat dikembangkan namun harus ada sinergi antar seluruh elemen masyarakat mulai dari pelaku usaha, akademisi, dan pemerintah sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam menjalankan roda ekonomi.