Cerita Wanita Dianiaya & Disekap di Bandung: Makan Sekali Sehari-Sering Dihukum

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kamar kost yang ditempati seorang wanita yang menjadi korban penyekapan dan penganiayaan di Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Rabu (17/6/2026). Foto: Abisatya Ramdhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kamar kost yang ditempati seorang wanita yang menjadi korban penyekapan dan penganiayaan di Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Rabu (17/6/2026). Foto: Abisatya Ramdhani/kumparan

Wanita berinisial YTR (29), korban penyekapan dan penganiayaan yang diduga dilakukan Taufik Hidayat (30) di sebuah rumah kos di wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung, menceritakan pengalaman pahit yang dialaminya selama tiga tahun.

Dalam rekaman suara yang diterima kumparan dari keluarga YTR, terungkap kondisi yang dialami korban selama disekap pelaku.

YTR mengaku sejak awal penglihatannya rusak karena dianiaya pelaku. Kondisi itu membuat dirinya tidak berdaya dan sepenuhnya bergantung kepada terduga pelaku.

“Gak bisa karena udah gak bisa lihat. Jadi kalau misalkan disiksa nih ya, terus saya teh mengeluarkan suara, heeuh, kayak gitu, sama dia disiksa lagi. Jadi saya teh gak bisa ke mana-mana,” kata YTR.

Kondisi YTR (29) wanita yang korban penyekapan dan penganiayaan saat pertama kali dibawa ke rumah sakit. Foto: Dok. Istimewa

Menurut YTR, saat terduga pelaku pergi bekerja, ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan berbaring di kamar kos. Jika diajak keluar, ia mengaku diminta memakai masker.

“Dia kan kerjanya jadi debt collector, jadi kalau misalkan dia pergi, di kosan saya suka tidur-tidur. Kalau misalkan ikut, paling saya disuruh pakai masker,” ujarnya.

Terduga Pelaku Diduga Kerap Aniaya Korban

YTR juga mengungkapkan bagian tubuhnya kerap menjadi sasaran kekerasan. Ia menyebut mata menjadi bagian pertama yang mengalami luka, disusul telinga dan kaki.

“Aku sering dihukum sih, aku sering dihukum. Pertama mata dulu yang dihukum, terus ini telinga ya, terus kaki, kaki juga,” ucapnya.

DPO Taufik Hidayat, diduga pelaku penganiayaan berat dan penyekapan selama tiga tahun kekasihnya yang berinisial YTR di wilayah Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Foto: Instagram/@purnomopolisibaik

Selama tinggal di kos, korban mengaku hidup dalam kondisi serba terbatas. Ia hanya diberi makan satu kali sehari dan jarang mandi karena kesulitan beraktivitas akibat kehilangan penglihatan.

“Terus makan sehari satu kali ya, itu juga ya bahkan aku juga makan sendiri. Terus sisanya bisa dibilang jarang mandi, karena ya kan aku gak bisa lihat ya, jadi mau mandi gimana gitu kan,” tuturnya.

Korban Harus Menggunakan Popok

Untuk buang air, korban mengaku harus menggunakan popok sekali pakai atau pampers.

“Paling kalau sehari-hari kayak BAB gitu aku harus pakai pampers, dia suka beliin gitu kan,” katanya.

Di tengah penderitaan yang dialaminya, YTR mengaku sempat tidak yakin bisa pulang dan bertemu keluarganya lagi. Namun, ia berusaha bertahan sambil terus berdoa.

“Awalnya gak ada, tapi ya aku ingat Allah. Ya Allah, aku akhirnya pulang dalam keadaan apa pun juga. Sekalipun dalam keadaan mati ya, amit-amit ya. Setidaknya orang tua harus lihat mayat aku kayak bagaimana gitu kan,” katanya.

Cerita Korban Saat Awal Kenal Terduga Pelaku

YTR juga menyinggung awal mula hubungannya dengan terduga pelaku. Menurut dia, hubungan mereka pada awalnya berjalan normal. Saat itu ia masih bekerja dan memiliki penghasilan sendiri.

“Gimana lagi, namanya dia kan pacar aku. Awalnya biasa aja, dulu juga aku kerja. Cuman akhirnya atasan aku sama dia, kayak dia dimarahin gitu, jadi ya aku teh daripada gimana-gimana, yaudah mendingan keluar kerja,” ujarnya.

Korban mengaku selama bersama terduga pelaku, sejumlah barang miliknya juga hilang, termasuk sepeda motor dan telepon genggam.

“Kayak terus motor, HP iPhone habis. Aku gaji terus, ya aku juga nanya ke kakak sebagian, sama dia ngelakuin sama dia, bilangnya buat sehari-hari ya, aku tuh ya ikut aja,” ucapnya.

Kini, setelah berhasil ditemukan dan menjalani perawatan medis, YTR berharap terduga pelaku segera ditangkap dan dihukum setimpal atas perbuatannya.

“Aku pengennya ketemu, dihukum mati lah. Iya lah, biar tahu gimana rasanya aku gitu kan,” katanya.

Korban juga menyebut sempat mendengar kabar bahwa terduga pelaku menghubungi orang tuanya setelah kasus ini mencuat ke publik.

“Kemarin katanya si pelakunya ada nge-WA ke orang tua bilangnya khawatir. Paling juga di Garut dia mah,” ujarnya.