Dorong Pelayanan Publik Tak Berbelit, Kepala BKN: Kita Pelayan Masyarakat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala BKN RI Zudan Arif Fakrulloh beri amanat saat apel seluruh ASN di Kabupaten Banyumas, di GOR Satria Purwokerto, Senin (5/10/2026). Foto: Dok. Prokompim
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BKN RI Zudan Arif Fakrulloh beri amanat saat apel seluruh ASN di Kabupaten Banyumas, di GOR Satria Purwokerto, Senin (5/10/2026). Foto: Dok. Prokompim

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, memimpin Apel Akbar Pembinaan ASN di GOR Satria Purwokerto, Senin (5/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Zudan menyampaikan sejumlah pesan terhadap ASN.

Salah satunya, Zudan mendorong perubahan pola pikir (mindset) birokrasi agar selaras dengan era digital. Ia mendorong ASN untuk menyederhanakan alur pelayanan publik dan memangkas birokrasi yang berbelit-belit.

"Pengantar-pengantar surat dari RT, RW, desa, hapus," kata Zudan dalam arahannya.

Ia juga mengingatkan ASN agar memosisikan masyarakat bukan sekadar pelanggan, melainkan pemilik dari pelayanan publik itu sendiri.

"Kalau ada masyarakat datang ke kita, jangan anggap pelanggan, tapi anggap pemilik. Kita adalah pelayan beliau, sudah selayaknya memberikan pelayanan terbaik," ucap Zudan.

Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh dalam acara "Peluncuran Nasional: E-Learning bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Berintegritas", di Gedung LAN Jakarta, (17/6/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Selain itu, Zudan menilai besarnya jumlah penduduk Banyumas yang mencapai 1,9 juta jiwa serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 3,7 triliun membutuhkan kapasitas aparatur yang besar dalam mengelola pelayanan publik.

"Ini kabupaten tapi rasa provinsi di luar Jawa," kata Zudan.

Ia membandingkan skala Banyumas dengan beberapa wilayah di luar Pulau Jawa yang pernah dipimpin atau diketahuinya. Saat menjabat sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Gorontalo, wilayah tersebut dihuni 1,2 juta penduduk dengan APBD Rp 2 triliun. Sementara Mamuju memiliki APBD sekitar Rp 1,8 triliun dan Kalimantan Utara dihuni sekitar 700 ribu jiwa.

Menurut Zudan, perkembangan wilayah Purwokerto dan sekitarnya terbilang sangat pesat dalam tiga dekade terakhir.

"Saya membandingkan ketika 30 tahun lalu dengan sekarang, majunya luar biasa. Purwokerto dan sekitarnya bertambah maju," ungkapnya.

Di tengah perkembangan pesat tersebut, Zudan mengapresiasi jajaran ASN Banyumas yang menjadi salah satu daerah terdepan di Jawa Tengah dalam menerapkan sistem manajemen talenta.