Mulai Oktober, Siswa Sering Bolos dan Bermasalah di Banten Akan Dibina Kopassus

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) mengikuti defile pasukan saat gladi bersih Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Monas, Jakarta, Jumat (3/10/2025). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) mengikuti defile pasukan saat gladi bersih Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Monas, Jakarta, Jumat (3/10/2025). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO

Pemerintah Provinsi Banten berencana memasukkan siswa SMA/SMK yang dinilai bermasalah ke barak TNI untuk mengikuti program pembinaan. Program tersebut rencananya digelar pada Oktober 2026 selama dua hari satu malam.

“Itu rencananya di bulan Oktober ini, insyaallah. Ya, kita adakan. Ada tiga titik tadi yang sudah disampaikan. Ada di 203, Cobra, terus sama di Kopassus,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten, Jamaluddin, lewat keterangan tertulis.

Jamaluddin mengatakan program tersebut menjadi kegiatan pembinaan pertama yang digelar di lingkungan Pemprov Banten untuk siswa SMA/SMK.

“Kalau sewaktu saya jadi Kepala Dinas Kota Tangerang pernah saya lakukan untuk anak SMP. Kali ini anak SMA, baru kali ini, tahun ini kita mulai,” ujarnya.

Pengurus OSIS

Menurut Jamaluddin, peserta program tidak hanya berasal dari siswa yang dinilai bermasalah. Siswa yang memiliki potensi kepemimpinan juga akan diikutsertakan, termasuk pengurus organisasi siswa di sekolah.

“Anak-anak bukan hanya istimewa saja, calon-calon pemimpin juga kita ingin juga termasuk OSIS, MPK,” jelasnya.

Jamaluddin menyebut tingkat kehadiran siswa di sekolah yang rendah menjadi salah satu kriteria peserta program pembinaan. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, serta nilai-nilai bela negara.

“Anak-anak yang istimewalah menurut saya, yang perlu ada pembinaan secara pribadi di sekolah, pembinaan sehingga penguatannya ada. Ya, saya minta TNI membantu kami untuk bagaimana ke depan anak-anak itu bisa berubah,” katanya.

Penguatan Karakter

Meski dilaksanakan di barak TNI, Jamaluddin memastikan pembinaan tidak akan menggunakan pola pendidikan militer yang keras. Para siswa hanya akan mendapatkan arahan dan penguatan karakter.

“Saya rasa enggak apa-apa, itu kan pembinaan. Pembinaan dalam rangka pembinaan rasa tanggung jawab, kemandirian, itu penting. Di situ diajarin, tapi tidak digembleng seperti TNI. Paling dikasih arahan, terus lagi mungkin juga penguatan kedisiplinan, tanggung jawab, ya dikhususkan untuk siswa lah, tidak berat lah kalau saya,” ujarnya.

Sekolah yang ditunjuk untuk mengikuti program tersebut wajib bersedia menjalankannya. Pemprov Banten menargetkan sedikitnya 600 siswa mengikuti program tersebut, dengan jumlah maksimal sekitar 1.000 siswa.

“Iya, yang kita tunjuk harus mau. Karena target kita di antara 600 sampai 1.000, ya minimal 600 (anak)-lah,” kata Jamaluddin.