Pengacara soal 'Sate Maut' di Boyolali: Dikirim Lewat Aplikasi Pengantar Barang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi sate ulat sagu. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sate ulat sagu. Foto: Shutterstock

Kasus 'sate maut' yang menewaskan wanita bernama Aminah (56), warga Dukuh/Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, masih diselidiki kepolisian. Pengirim sate telah diketahui, yakni menantu pria berinisial P. Namun, statusnya masih sebagai saksi.

Kuasa hukum keluarga, Wiwik Dwi Habsari, sebelumnya menyebut sate itu diantar ojek online. Ia kemudian menegaskan sate tersebut dikirim melalui aplikasi layanan pengantaran barang, bukan dibeli secara online dari penjual makanan.

“Makanan dikirim lewat GoSend. Kalau saya (mewakili keluarga), tidak berani bilang itu terduga pelaku. Polisi kan sudah memeriksa saksi-saksi. Jadi sementara ini dari pihak keluarga menanti hasil ekshumasi Biddokes Polda Jateng,” kata Wiwik saat dihubungi, Jumat (5/6).

Polisi eksumasi makam warga Boyolali yang tewas usai makan sate misterius. Foto: Dok. Polda Jateng

Wiwik belum dapat berkomentar banyak. Pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.

“Ini perkara sensitif, tidak bisa bicara ke mana-mana, intinya seperti itu. Kalau masalah kemarin klien kami dimintai keterangan, belum bisa sampaikan hasilnya,” katanya.

Polisi Sebut Menantu Kirim Sate

Polres Boyolali mengungkap pengirim 'sate misterius' yang membuat seorang perempuan bernama Aminah (56) meninggal usai memakan sate itu di rumahnya di Dukuh/Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Boyolali. Pengirim sate adalah menantu korban berinisial P.

P telah diamankan polisi dan diperiksa selama 8 jam di Mapolres Boyolali. Kepada polisi, P mengaku telah mengirim sate tersebut ke rumah korban.

Polisi eksumasi makam warga Boyolali yang tewas usai makan sate misterius. Foto: Dok. Polda Jateng

Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra mengatakan total ada delapan saksi yang telah diperiksa dalam kasus ini. Salah satu saksi yang diperiksa adalah P.

"Ada 8 orang saksi, kita juga sudah periksa terduga pelaku yaitu menantu dari almarhum. Namun statusnya masih sebagai saksi," ujar Indra saat ditemui awak media di Mapolresta Surakarta, Kamis (5/6).

Dia menegaskan pihaknya masih melakukan pemeriksaan secara intensif. Polres Boyolali juga menunggu hasil toksikologi dari Biddokes Polda Jateng terkait hasil pemeriksaan ekshumasi dan uji laboratorium terhadap sejumlah ayam yang mati secara bersamaan usai makan sisa bumbu sate di rumah korban.

Saat ditanya apakah terduga pelaku mengakui telah mengirim sate ke rumah korban, Indra membenarkan hal tersebut.