Polisi Tangkap Pembuang Bayi di Gang Pati: Wanita Punya 5 Anak
·waktu baca 3 menit

Polisi menangkap pelaku pembuangan bayi yang ditemukan di sebuah gang di Desa Growong Kidul, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Pelaku ditangkap pada Jumat (5/6) sekitar pukul 12.50 WIB. Pelaku merupakan seorang wanita berinisial IA (35).
"Tim URC Sky Fox Polresta Pati berhasil mengamankan pelaku pembuangan bayi pada hari ini, Jumat, 5 Juni 2026, sekitar pukul 12.50 WIB di sekitar SMA 1 Juwana," kata Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama, dalam keterangannya, Jumat (5/6).
Dika menyebut pelaku merupakan ibu dari bayi tersebut. Ia adalah orang tua tunggal yang memiliki lima anak.
"Jadi identitas dari pelaku ini dengan inisial AI, umur 35 tahun, pekerjaan IRT (Ibu Rumah Tangga) yang merupakan warga Kecamatan Juwana. Anak yang pertama SMA, terus baru masuk SMA, sama SMP, dan yang keempat TK," ucapnya.
Polisi masih mendalami motif wanita tersebut membuang bayinya.
"Pelaku masih diinterogasi dan masih bungkam terkait hal itu. Nanti perkembangan akan kita update," katanya.
Bayi Dibungkus Tas Belanja, Sempat Dikira Sampah
Sebelumnya, warga Desa Growong Kidul, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati digegerkan penemuan bayi dalam tas belanja, Senin (1/6). Bungkusan berisi bayi itu tergeletak di pinggir jalan sehingga sempat diduga berisi sampah oleh warga sekitar.
Bungkusan itu baru dibuka oleh warga sekitar pukul 13.30 WIB, meski begitu keberadaannya diduga sudah sejak pagi. Isi bungkusan itu baru diketahui setelah seorang warga, Wagini, memberanikan diri untuk mengeceknya.
"Lha pas ndelalah (kebetulan) aku lewat siang tadi mau ambil belanjaanku di rumahnya Bu RT. Tak tanting (angkat), kok, tasnya ada sesuatu yang bergerak, terus aku ambil belanjaan dulu, ngundang Mas Tian suruh jadi saksi," katanya saat ditemui di lokasi penemuan.
Bersama dengan warga lain itu, dirinya kemudian memastikan bahwa isi tas tersebut memang benar bayi dengan plasentanya masih menempel. Saat ditemukan bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut hanya berselimutkan kain.
"Tadi buka tas isinya ternyata bayi, masih ada tali pusar dan ari-arinya (plasenta) masih menempel, belum dipotong," beber Wagini.
Menurut pengakuan Wagini, warga sebenarnya sudah melihat tas biru itu sejak pagi. Namun, karena biasanya ada warga yang iseng membuang sampah di lokasi tersebut, maka warga juga awalnya mengira itu sampah.
"Tetangga-tetangga sekitar itu sudah pada tahu ada tas, dikira itu sampah, biasanya kan di sini dibuangin sampah," katanya.
Selain itu, warga juga tidak mendengar ada tangisan bayi. Makanya, bayi baru bisa diketahui saat siang.
"Nggak nangis. Kata tetangga dari pagi, kalau nangis, ini dengar yang pepetan (dekat)," lanjut Wagini.
Setelah mengetahui tas tersebut berisi bayi, Wagini lantas melaporkannya kepada Pak RT. Bayi itu kemudian dibawa ke Puskesmas Juwana.
