Surya Paloh soal Usul Hak Angket Pemakzulan Gibran: Tragis, tapi Jalankan Saja

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh di Karawang. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh di Karawang. Foto: Dok. Istimewa

Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh bicara terkait wacana pemakzulan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka. Menurut dia, proses pemakzulan dapat dijalankan apabila seluruh persyaratan konstitusional terpenuhi.

"Ya, saya mengatakan, kalau semua persyaratan yang memang sudah tersedia, memang itu sebagai satu-satunya alternatif penyelesaian, ya jalankan saja. Kalau ada alternatif lain, boleh kita pikir-pikir," kata Surya Paloh usai meresmikan kantor baru NasDem Karawang, Minggu (8/11).

Wapres Gibran Rakabuming Raka menghadiri acara Dhaup Ageng kakak penguasa Pura Mangkunegaran, GRAj Ancillasura Marina Sudjiwo (Gusti Sura), dengan bos Rosalia Indah, KPH FX Adimas Rosdian, di Pura Mangkunegaran, Surakarta, Jumat (6/11/2026). Foto: kumparan

Surya Paloh menegaskan, hal terpenting bagi NasDem adalah menjaga suasana kebatinan masyarakat agar tetap kondusif. Dia tidak ingin polemik tersebut terus-menerus menimbulkan kesedihan dan memperlebar perpecahan di tengah masyarakat.

"Saya ingin menempatkan kepentingan suasana kebatinan bagi seluruh komponen elemen masyarakat bisa terjaga secara baik. Tidak dari waktu ke waktu kita terus-menerus harus bisa merasakan kesedihan di antara kesatuan masyarakat," ujarnya.

Meski demikian, Surya Paloh mengaku prihatin dengan munculnya wacana pemakzulan tersebut. Dia menilai situasi itu merupakan kondisi tragis yang tidak diharapkan terjadi dalam kehidupan politik nasional.

"Ini kan barangkali adalah musibah bagi kita sebagai satu bangsa. Presiden yang masih aktif, wakil presiden masih aktif. Nah, tiba-tiba wakil presiden ada rencana (pemakzulan). Nah, ini bagi saya, jujur saya katakan tragis dan ini bukan yang kita harapkan tentunya," tuturnya.

Namun, apabila seluruh ketentuan mengharuskan proses tersebut dilakukan, Surya Paloh menyatakan mekanisme itu harus dijalankan.

"Kalau itu harus terjadi, ya baik," pungkasnya.