Viral Plt Bupati Pati Salah Sebut Sila Kedua Pancasila: Saya Minta Maaf

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra memimpin Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun Pati, Senin (17/8/2026). Foto: Dok. Pemkab Pati
zoom-in-whitePerbesar
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra memimpin Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun Pati, Senin (17/8/2026). Foto: Dok. Pemkab Pati

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, meminta maaf setelah video dirinya keliru saat membacakan teks Pancasila viral di media sosial. Insiden tersebut terjadi saat dia menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun Pati, Senin (17/8).

Dalam video yang beredar, Chandra tampak berdiri di podium di hadapan peserta upacara dengan mengenakan seragam dinas Wakil Bupati Pati berwarna putih. Dia kemudian memimpin pembacaan Pancasila yang diikuti seluruh peserta upacara.

Awalnya, Chandra membacakan sila pertama dengan lancar dan diikuti peserta upacara. Namun, saat memasuki sila kedua, dia keliru mengucapkan kalimat Pancasila.

“Dua, keadilan yang adil dan beradab,” ujar Chandra.

Peserta upacara kemudian tidak mengikuti ucapan tersebut dan tetap mengucapkan sila kedua dengan benar.

“Dua, kemanusiaan yang adil dan beradab,” timpal peserta upacara.

Setelah momen tersebut, Chandra kembali melanjutkan pembacaan Pancasila hingga selesai.

Penjelasan Plt Bupati

Menanggapi viralnya video tersebut, Chandra menjelaskan bahwa dirinya sedang dalam kondisi kurang sehat saat memimpin upacara. Bahkan, pada pagi hari dia mengaku sempat mengalami keringat dingin.

Meski demikian, Chandra tetap menjalankan tugasnya sebagai inspektur upacara karena bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI.

“Kondisinya memang lagi gak enak badan. Pagi hari itu sudah keringat dingin, cuma karena posisinya 17 Agustus, saya harus kuat. Tapi ternyata memang fisik manusia tidak bisa kalau memang kondisinya seperti itu, akhirnya blank,” ungkap Chandra di Alun-Alun Pati, Selasa (18/8) malam.

Dia menambahkan, padatnya rangkaian kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI hingga larut malam dalam beberapa hari terakhir juga menguras stamina. Kondisi tersebut disebut turut memengaruhi fokus dan konsentrasinya saat berada di atas podium.

“Rangkaian kegiatan yang sampai malam-malam, sehingga konsentrasinya benar-benar kurang,” jelasnya.

Atas kekeliruannya saat membacakan Pancasila, Chandra meminta maaf kepada masyarakat Kabupaten Pati dan seluruh masyarakat Indonesia. Dia menegaskan kesalahan tersebut tidak disengaja.

“Jadi itu di luar prediksi. Saya ucapkan permohonan maaf untuk masyarakat Kabupaten Pati, untuk seluruh masyarakat Republik Indonesia. Itu sekali lagi tidak sengaja. Memang kondisinya benar-benar posisi waktu itu memang kurang enak badan,” jelas Chandra.

Chandra mengatakan kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus pelajaran berharga bagi dirinya untuk menjalankan tugas sebagai pemimpin Kabupaten Pati.

“Saya sendiri menjadi pelajaran yang sangat berarti buat saya. Intinya menjadi pemimpin kabupaten harus tetap fokus, tetap kembali semangat untuk mengawal pembangunan, khususnya pembangunan masyarakat Kabupaten Pati. Sekali lagi mohon maaf,” pungkasnya.