Kumparan Logo

Eni Lepas 10% Saham Aset di Cekungan Kutai ke Pertamina dan Medco, Ini Alasannya

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi perusahaan migas ENI SpA dari Italia. Foto: Instagram/@eni
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perusahaan migas ENI SpA dari Italia. Foto: Instagram/@eni

Perusahaan energi asal Italia, Eni, menandatangani dua perjanjian mengikat untuk menjual kepemilikan saham di aset hulu migas di Indonesia yang dioperasikan oleh Searah, perusahaan patungan antara Eni dan Petronas.

Eni mendivestasikan 10 persen hak partisipasi di beberapa blok migas yang berada di Cekungan Kutai kepada PT Pertamina (Persero) dan PT Medco Energi Internasional Tbk.

Penjualan ke Pertamina mencakup 10 persen kepemilikan di PSC East Sepinggan, North Ganal, dan Rapak. Aset-aset ini termasuk Lapangan gas Merakes dan East Merakes yang sudah berproduksi, serta penemuan gas Geng North–Gehem, yang saat ini sedang dikembangkan melalui proyek North Hub, yang ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Sementara penjualan ke Medco yakni 10 persen kepemilikan di PSC West Ganal, East Ganal, Ganal, dan Muara Bakau. Aset-aset ini termasuk Lapangan Jangkrik yang sedang berproduksi, proyek gas Maha, Gendalo, dan Gandang yang sedang dikerjakan sebagai bagian dari proyek South Hub, dan penemuan gas raksasa Geliga yang baru saja diumumkan.

"Transaksi ini menyusul dimulainya pengoperasian Searah baru-baru ini dan mencerminkan pertumbuhan nilai yang kuat yang telah dihasilkan Eni di seluruh Cekungan Kutei dalam beberapa tahun terakhir melalui kemampuan eksplorasi dan pengembangannya yang khas," jelas manajemen Eni dalam keterangan tertulis, dikutip pada Rabu (14/10).

Eni menjelaskan perusahaan berhasil mengeksplorasi proyek Geng North dan Geliga, dan mengidentifikasi lebih dari 10 triliun kaki kubik (TCF) gas dan 650 juta barel kondensat.

Selain itu, perusahaan juga telah menuntaskan keputusan investasi akhir (Final Investment Decision/FID) yang diumumkan Maret 2026 lalu untuk proyek North Hub dan South Hub. Menurutnya, hal ini menarik perhatian perusahaan lain untuk ikut berpatisipasi pada proyek tersebut.

"Hasil ini telah menciptakan nilai yang signifikan bagi Eni dan menarik minat industri yang kuat terhadap aset tersebut. Penyelesaian kedua transaksi tersebut tunduk pada persetujuan pemerintah dan peraturan yang berlaku," tutur manajemen Eni.

Eni telah beroperasi di Indonesia sejak 2001, dengan portofilio meliputi eksplorasi, pengembangan, dan produksi hulu migas, serta baru-baru ini berfokus pada bisnis pertanian.

Eni secara langsung mengoperasikan PSC Peri-Mahakam, PSC Selat Makassar, dan blok Sapukala yang baru saja diberikan. Sejak Juni 2026, Eni memiliki 50 persen saham bersama Petronas di perusahaan Searah yang baru dibentuk.

Dengan portofolio 19 aset produksi dan pengembangan gas, mencakup 14 di Indonesia dan 5 di Malaysia, Searah memproduksi sekitar 350 ribu barel setara minyak (kboe) per hari, dan menargetkan produksi berkelanjutan melebihi 500 kboe per hari pada tahun 2028.