Kumparan Logo

FIFA Bidik Pendapatan USD 4 Miliar Hak Siar Piala Dunia 2030 dan 2034 dari Media AS

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Trofi Piala Dunia. Foto: Denis Balibouse/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Trofi Piala Dunia. Foto: Denis Balibouse/Reuters

Federation Internationale de Football Association (FIFA) mulai membuka proses penawaran hak siar media Amerika Serikat (AS) untuk Piala Dunia 2030 dan 2034. Federasi sepak bola dunia itu menargetkan pendapatan hingga USD 4 miliar atau sekitar Rp 72,47 triliun (kurs dolar Rp 18.118) dari penjualan hak siar turnamen tersebut, seiring meningkatnya persaingan antara perusahaan media konvensional dan layanan streaming.

Chief Business Officer FIFA, Romy Gai, mengatakan FIFA akan menerapkan pendekatan yang fleksibel dalam proses penjualan hak siar. Strategi ini memungkinkan FIFA menyesuaikan paket hak siar dengan kebutuhan calon mitra, termasuk cara mereka menjangkau penonton dan menayangkan pertandingan.

“Prinsip utama kami dalam proses ini adalah fleksibilitas. Kami sangat tertarik untuk mendengarkan kebutuhan calon mitra, mulai dari pendekatan, pengemasan hak siar, hingga bagaimana mereka ingin menjangkau audiens terbaik sesuai kebutuhan mereka,” kata Romy dikutip dari Bloomberg, Kamis (29/10).

Romy mengungkapkan FIFA memiliki sejumlah calon pembeli potensial untuk memperebutkan hak siar tersebut. ESPN, Netflix, dan YouTube disebut tengah bersiap mengajukan penawaran untuk bersaing dengan Fox, mitra penyiaran lama FIFA di Amerika Serikat.

Persaingan ini berpotensi meningkatkan nilai komersial hak siar Piala Dunia, terutama setelah Piala Dunia 2026 mencatatkan rekor jumlah penonton di AS sebanyak 62 juta penonton.

Fox sebelumnya membayar USD 485 juta untuk memperoleh hak siar berbahasa Inggris Piala Dunia 2026 di AS. Sementara itu, menurut data Guideline, Fox Sports dan Telemundo milik NBCUniversal, yang memegang hak siar berbahasa Spanyol, membukukan pendapatan gabungan dari penjualan iklan sebesar USD 1,2 miliar.

Masuknya platform streaming juga menambah persaingan dalam perebutan hak siar Piala Dunia. Netflix, misalnya, dilaporkan membayar USD 200 juta untuk hak siar Piala Dunia Wanita 2027 yang akan digelar di Brasil. Selain itu, Netflix akan menayangkan secara eksklusif seluruh pertandingan Piala Dunia putra 2030 di Spanyol dan Andorra.

Logo FIFA dan siluet orang terlihat dalam sebuah ilustrasi. Foto: Dado Ruvic/REUTERS

Meski demikian, potensi pendapatan FIFA dari pasar Amerika Serikat pada 2030 dan 2034 juga menghadapi tantangan. Kedua turnamen yang akan berlangsung di Eropa dan Timur Tengah diperkirakan kurang menarik bagi penonton di AS.

Selain penjualan hak siar, FIFA juga mengevaluasi penggunaan jeda minum atau hydration breaks yang diterapkan pada Piala Dunia 2026. Jeda tersebut memungkinkan Fox dan Telemundo menayangkan iklan selama pertandingan, sehingga membuka peluang tambahan pendapatan komersial bagi penyiar.

Gai mengatakan evaluasi terhadap penerapan jeda minum masih berlangsung. Menurutnya, FIFA akan mempertimbangkan hasil penerapannya sekaligus tetap menjadikan kesehatan pemain sebagai pertimbangan utama.

“Kami telah melakukan banyak diskusi untuk menganalisis hasil dari penerapan jeda tersebut untuk pertama kalinya, dan evaluasinya masih berlangsung,” ujar Romy.