Kumparan Logo

Kunjungan Wisman ke RI Capai 8,98 Juta hingga Juli 2026, Tertinggi Sejak 2020

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Selasa (1/9/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Selasa (1/9/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman mencapai 8,98 juta kunjungan secara kumulatif selama Januari hingga Juli 2026, meningkat 5,23 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

“Capaian kunjungan wisman Januari sampai dengan Juli tahun 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2020 yang lalu,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Selasa (3/8).

Sementara itu, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada Juli 2026 mencapai 1,53 juta kunjungan. Berdasarkan pintu masuk, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 1,36 juta kunjungan melalui pintu masuk utama dan 162,23 ribu kunjungan melalui pintu masuk perbatasan.

Ilustrasi Turis Asing di Bali. Foto: Shutter Stock

Kunjungan wisman melalui pintu masuk utama dengan moda angkutan udara pada Juli 2026 mencapai 1,13 juta kunjungan, naik 2,72 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Jika dilihat berdasarkan pintu masuk utama, maka kunjungan wisman paling banyak masuk melalui Bandara Ngurah Rai,” ungkap Ateng.

Ateng mengungkapkan berdasarkan paspor yang digunakan, kunjungan wisman sepanjang Juli 2026 didominasi oleh wisatawan pemegang paspor Malaysia sebanyak 228,71 ribu kunjungan dengan pangsa 15 persen, disusul oleh Australia 12,34 persen, dan China 10,28 persen.

“Secara month to month, terjadi peningkatan kunjungan Wisman pada pemegang paspor Australia dan juga Tiongkok,” jelas Ateng.

Untuk wisatawan nusantara (wisnus), Ateng melaporkan jumlah perjalanan pada Juli 2026 mencapai 107,44 juta perjalanan, meningkat 0,23 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Jika dibandingkan dengan Juli 2025 lalu, maka perjalanan wisnus juga mengalami peningkatan sebesar 7,23 persen,” terang Ateng.

Jumlah perjalanan wisnus pada Januari-Juli 2026 tercatat sebanyak 737,85 juta perjalanan. Angka tersebut meningkat 3,34 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 713,98 juta perjalanan.

“Capaian tujuan wisnus Januari sampai Juli tahun 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2019 atau sebelum terjadinya kondisi pandemi (covid),” tutur Ateng.

Sementara itu, jumlah perjalanan warga negara Indonesia ke luar negeri atau wisatawan nasional (wisnas) pada Juli 2026 tercatat sebanyak 802,67 ribu perjalanan. Angka tersebut mengalami kenaikan 4,68 persen secara bulanan tetapi turun 7,73 persen dibandingkan Juli 2025.

“Meningkatnya wisatawan nasional secara bulanan ini terutama disebabkan terkait dengan libur sekolah semester genap. Ada perjalanan umrah (juga),” sebutnya.

Kemudian secara secara kumulatif, jumlah perjalanan warga Indonesia ke luar negeri sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencapai 5,26 juta perjalanan, turun 3,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.