Mentan Kagum Lihat Petani di Merauke Pakai Drone, Sebut Sejajar dengan Jepang-AS

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melihat langsung petani di Merauke, Papua Selatan, mengoperasikan drone dan berbagai alat mesin pertanian (alsintan) modern. Menurutnya, hal itu menjadi bukti kalau pertanian di wilayah tersebut telah sejajar dengan praktik pertanian di negara-negara maju.
Amran menekankan penguasaan teknologi oleh generasi muda Papua menjadi fondasi penting dalam percepatan swasembada pangan nasional, sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua.
"Kami bangga melihat operator yang merupakan putra daerah, Semangga. Inilah tujuan kita, transfer teknologi kepada putra-putri terbaik daerah ini. Tadi, yang menggunakan drone, ada Pak Celivius Gebze. Sudah beli mobil karena sudah bekerja sektor pertanian dan menggunakan teknologi," ujar Amran saat melihat tanam padi bersama petani di Kampung Waninggap Kai, Semangga, merauke, Sabtu (4/7)
"Artinya, teknologi yang digunakan Merauke, Papua Selatan itu sejajar dengan Jepang, yang digunakan di Amerika dan negara-negara lain," tambahnya.
Amran mengatakan mekanisasi menjadi kunci peningkatan produktivitas pertanian di Papua Selatan. Petani kini tidak lagi bergantung pada cara-cara konvensional karena seluruh tahapan budidaya mulai dari tanam hingga panen dilakukan menggunakan teknologi modern.
"Makanya, mereka menggunakan drone, tanam menggunakan rice transplanter, menggunakan combine harvester, itu luar biasa," ujar Amran.
Amran menekankan penerapan teknologi modern telah berdampak nyata terhadap peningkatan intensitas baik tanam maupun produktivitas pertanian di Merauke.
"Alat yang digunakan dan tadi peningkatan indeks pertanaman, IP, ini kini bukan basa-basi. Tadi yang berbicara mereka. IP itu tingkat nasional sekitar 1,6 sampai 1,7. Di Merauke itu sudah IP 2, artinya dua kali tanam per tahun. Kalau bisa tiga kali," kata Amran.
Selain frekuensi tanam yang meningkat, produktivitas padi juga terus mengalami kenaikan. Jika sebelumnya hasil panen hanya sekitar tiga ton per hektare, kini banyak petani telah mampu menghasilkan empat hingga tujuh ton per hektare.
"Ini untuk semua rakyat, untuk kesejahteraan masyarakat kita. Pendapatannya naik. Tadi Pak Bupati sampaikan sampai 300 persen. Ini luar biasa," ungkap Amran.
Amran menegaskan seluruh alat dan mesin pertanian yang disalurkan pemerintah merupakan aset yang diperuntukkan bagi masyarakat Papua agar mampu meningkatkan kesejahteraan mereka.
Amran memastikan Kementerian Pertanian akan terus memperkuat pendampingan di Merauke, sehingga seluruh proses budidaya dilakukan dengan teknologi modern, mulai dari pembibitan hingga pascapanen.
Transformasi pertanian modern tersebut berjalan seiring dengan besarnya pengembangan kawasan pangan di Tanah Papua. Hingga pertengahan 2026 pemerintah telah mengembangkan 83.030 hektare cetak sawah dan 54.399 hektare optimalisasi lahan, dengan Papua Selatan menjadi pusat pengembangan terbesar melalui 48.934 hektare cetak sawah dan 53.499 hektare optimalisasi lahan.
Program tersebut juga telah mendorong peningkatan indeks pertanaman dari 1,05 menjadi sekitar 1,82–2,00, disertai kenaikan produktivitas, luas panen, produksi beras, serta pendapatan petani yang dilaporkan meningkat hingga 300 persen.
