Populer: Perut Lapar Jadi Persoalan Bangsa; BGN Kembalikan Rp 311 M ke Negara

Pernyataan Presiden Prabowo mengenai perut lapar merupakan persoalan mendasar bangsa menjadi salah satu berita populer di kumparanBisnis sepanjang Jumat (31/7).
Selain itu, kabar mengenai Badan Gizi Nasional (BGN) yang mengembalikan dana Rp 311 miliar ke kas negara juga tidak kalah menyita publik.
Berikut ini rangkuman selengkapnya:
Prabowo Sebut Perut Lapar Jadi Persoalan Mendasar Bangsa Indonesia
Presiden Prabowo Subianto mengatakan pembangunan bangsa pada dasarnya bertumpu pada penyelesaian persoalan ekonomi, terutama pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
Hal tersebut dia sampaikan dalam pertemuan dengan jajaran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Pusat dan Daerah di Istana Negara, Jumat (31/7).
Menurut Prabowo, ketahanan pangan merupakan fondasi utama karena selalu menjadi isu paling mendasar dalam perjalanan Indonesia.
“Masalah perut adalah ekonomi. Paling dasar Anda sudah tahu kalau saya bicara sudah berapa puluh tahun pasti saya bicara masalah pangan, masalah perut. Karena ini pelajaran ribuan tahun sejarah,” sebut Prabowo dalam sambutannya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (31/7).
BGN Kembalikan Rp 311,24 Miliar ke Kas Negara Imbas 414 SPPG Bermasalah
BGN mengembalikan saldo virtual account (VA) sebesar Rp 311,24 miliar ke kas negara setelah menemukan sebanyak 414 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bermasalah.
Dana tersebut dikembalikan setelah BGN melakukan pemeriksaan terhadap ribuan rekening virtual account yang digunakan untuk operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala BGN Sudaryono mengatakan BGN melakukan penelusuran terhadap seluruh rekening virtual account milik SPPG setelah dirinya menjabat. Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan sejumlah anomali, mulai dari rekening ganda hingga rekening yang telah menerima dana meski dapurnya belum beroperasi.
“Kami telah menemukan 414 SPPG atau dapur yang rekeningnya itu kemudian rekeningnya either double atau rekeningnya, dapurnya enggak ada, atau dapurnya belum beroperasi. Sehingga kami mengembalikan uang negara, uang rakyat sebanyak Rp 311.246.295.184,” kata Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Jumat (31/7).
