Ada Hewan-Hewan yang Memiliki Peringatan Hari Internasional

Pernah bekerja sebagai redaktur di Harian Suara Merdeka Semarang (2001-2024). Purnatugas per 9 November 2024. Pendidikan terakhir S-2 Magister Ilmu Komunikasi Undip Semarang (2015). Menyukai kucing.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Mohamad Jokomono tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Jumat (30/5/2025) siang lalu. Pulang dari menunaikan kewajiban Salat Jumat, naik Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang Koridor V Rute PRPP-Meteseh. Di hampir pengujung akhir perjalanan, di Halte Transit Victory. Saya melihat seorang anak remaja putra. Tubuhnya agak kurua. Kira-kira 15 tahunan. Naik BRT yang juga saya tumpangi.
Dia mengenakan kaus warna dasar hitam dengan paduan celana jins hitam juga. Pada kausnya di bagian depan terdapat sablonan gambar kucing berbulu oranye. Ada tulisan dengan dominasi warna hijau “Hari Kucing Sedunia”. Di bagian punggung kaus itu sebenarnya ada tulisan yang lumayan panjang. Namun karena dia duduk berhadapan dengannya, saya tidak bisa melihat tulisan tersebut.
Burung Beo
Pertemuan kebetulan itu mengingatkan saya pada satu hal. Terdapat beberapa hewan yang memiliki hari peringatan dalam skala internasional. Ada Hari Burung Beo Sedunia (World Parrot Day). Dirayakan tiap 31 Mei.
Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga dunia untuk aktif berperan serta terhadap upaya perlindungan terhadap burung beo. Burung yang juga dikenal dengan psittacines terdiri atas 402 spesies membentuk ordo Psittaciformes. Di sebagian besar wilayah tropis dan subtropis, hewan unggas ini dapat ditemukan. Sebanyak 387 spesies masih ada.
Tujuan peringatan Hari Burung Beo Sedunia ini, untuk mengupayakan perlindungan dan konservasi atas keberadaannya yang mengalami ancaman pengurangan populasi dan bahkan kepunahan spesies akibat perburuan, perdagangan ilegal, serta kerusakan habitat.
Berang-berang
Mamalia karnivora di subfamili Lutrinae. Itulah berang-berang. Dari 13 spesies yang masih ada, semua bersifat semiakiatik, akuatik, atau laut. Lutrinae merupakan cabang keluarga Mustelidae, seperti cerpelai, teledu, amunin, dan beruang sigung.
Hari Berang-berang Sedunia diperingati pada hari Rabu terakhir di bulan Mei. Tujuan utama peringatan ini untuk memantik kesadaran warga dunia akan ancaman kepunahannya. Sekaligus sebagai salah satu bentuk upaya mengedukasi bagaimana sikap dan cara mereka dalam melindungi hewan itu.
Hewan Akuatik
Semua hewan yang berhabitat di lingkungan air, baik air tawar maupun air asin, merupakan hewan akuatik. Ikan menjadi salah satu hewan akuatik yang dapat segera mampir di ingatan tiap orang. Ada ikan air tawar, seperti ikan mas dan gurami. Ada ikan laut, contohnya ikan salmon dan tuna.
Kemudian mamalia laut (paus, lumba-lumba, dugong, anjing laut); amfibi (kura-kura, belut air tawar, katak air); moluska (tiram, cumi-cumi, gurita, siput laut).
Selanjutnya termasuk hewan akuatik, yaitu krustasea (udang, kepiting, lobster); serangga (larva nyamuk, capung, lalat capung stadium larva); burung air (burung camar, burung nelayan); reptil (buaya, beberapa jenis ular air).
Untuk hewan-hewan akuatik tersebut ada peringatan Hari Hewan Akuatik (World Aquatic Animal Day) tiap tanggal 3 April. Kesadaran untuk menjaga dan melindungi memang sangat perlu. Sebab, hewan-hewan akuatik itu sedemikian berperan dalam kelangsungan ekosistem air.
Dan, kelangsungan hidup hewan-hewan akuatik tersebut memang mempunyai peran penting. Pertama, banyak hewan akuatik yang menjadi sumber makanan baik bagi manusia maupun sesama hewan lain. Kedua, keberadaan mereka membantu menjaga keseimbangan populasi di lingkungan air. Ketiga, turut berperan dalam transfer energi dan nutrisi di dalam ekosistem.
Anjing
Anjing pun mempunyai momen peringatan Hari Anjing Sedunia (International Dog Day). Dirayakan tiap 26 Agustus. Tujuannya untuk memberikan perhatian dan kasih sayang serta mendorong keinginan mengadopsinya sebagai binatang peliharaan.
Collen Paige, aktivis hak-hak binatang dan pakar gaya hidup dengan hewan peliharaan, menginisiasi momen peringatan berskala internasional untuk si doggy di Amerika Serikat pada 2004. Alasan pemilihan 26 Agustus, karena pada tanggal dan bulan tersebut, saat dirinya berusia 10 tahun, keluarganya untuk pertama kali mengadopsi seekor anjing.
Tujuan substansial dari momen peringatan ini, sesungguhnya untuk mengetuk pintu hati warga dunia untuk mengadopsi. Dengan demikian, dapat menyediakan rumah bagi binatang yang terkenal kesetiaannya yang terkadang sangat luar biasa kepada sang majikan. Selanjutnya konsep perbaikan perawatan pun turut menyertainya.
Kucing
Dan, tentu saja kucing, seperti yang saya ilustrasikan di awal tulisan ini, tentang pertemuan kebetulan dengan remaja putra yang mengenakan kaus bertuliskan “Hari Kucing Sedunia” (International Cat Day). Karena itu, jelaslah sudah bahwa kucing juga mempunyai hari peringatan tingkat internasional. Tiap tanggal 8 Agustus, dirayakanlah persahabatan manusia dengan kucing itu secara internasional.
Pencetus gagasan International Cat Day ini, yaitu International Fund for Animal Welfare (IFAW) dan sejumlah kelompok hak asasi hewan pada tahun 2002. Tujuannya terarahkan pada upaya guna memperbaiki kesejahteraan kucing-kucing yang berada di seantero jagat.
Yang menarik, selain Hari Kucing Sedunia, ada beberapa negara yang memperingatinya di lingkungan nasional masing-masing. Di Jepang dalam skop nasional di Negeri Matahari Terbit itu dirayakan pada tiap 22 Februari. Sebab tanggal tersebut menurut pengucapan bahasa Jepang menyerupai kata “nyan nyan nyan” (meong meong meong).
Rusia memperingati Hari Kucing Nasional pada 1 Maret. Dalam perspektif budaya Rusia, kucing merupakan simbol musim semi. Karena itu, bulan Maret dikaitkan dengan hewan tersebut.
Di Inggris Raya, terdapat peringatan Hari Kucing Hitam Nasional diadakan tiap 27 Oktober sejak 2011. Tujuannya untuk memproteksi kucing berbulu hitam. Karena menurut perspektif budaya setempat, cenderung menerima pengaitan dengan hal-hal buruk dan gaib. Mereka cenderung menjadi pilihan terakhir untuk diadopsi.
Sementara itu, di Amerika Serikat dan Kanada, peringatan Hari Kucing Nasional kedua negara berlangsung pada tiap 29 Oktober. Tujuan guna meningkatkan kesadaran warga bangsa untuk lebih bersedia berbagi rezeki dengan mengadopsi kucing. ***
