Air Terjun Sondoang, Salah Satu Wisata Alam Favorit di Kalukku

Pernah bekerja sebagai redaktur di Harian Suara Merdeka Semarang (2001-2024). Purnatugas per 9 November 2024. Pendidikan terakhir S-2 Magister Ilmu Komunikasi Undip Semarang (2015). Menyukai kucing.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Mohamad Jokomono tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tanpa terasa, sudah hampir mendekati satu bulan Si Sulung berperan serta dalam mengikuti Ekspedisi Patriot di Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Beberapa hari sebelumnya, dia absen mengirim foto di Grup WhatsApp Keluarga Pak Mono. Grup WhatsApp yang diinisiasinya sendiri sebagai admin untuk komunikasi ringan kami sekeluarga, yaitu dia, mamanya, adik perempuannya, dan saya.
Alhamdulillah. Bongkahan rasa rindu mulai sedikit mencair, tatkala pada hari Rabu (17/9/2025) pukul 17:49 WIB lalu, Si Sulung bersedia membagikan foto. Dia tampak sehat dan berada di deretan paling belakang dalam jepretan swafoto bareng rekan-rekan setimnya dengan latar belakang Air Terjun Sondoang.
Nama ini mengikuti nama desa tempat objek wisata alam itu berada. Ada pula yang menyebut objek wisata itu Air Terjun Salassang. Pemandangan alam yang indah dengan udara sejak serta sejumlah potensi spot foto menjadi daya tarik yang dapat menggugah kehendak mereka yang ingin melepaskan belitan kegiatan-kegiatan serius yang mencencang rutinitas. Relaksasi demikian harapannya. Meski, barang sejenak tentunya.
Untuk objek wisata air terjun di Kalukku, selain Sondoang atau Salassang, juga ada Air Terjun Talemo-lemo di Desa Keang dan Air Terjun Malta di Desa Uhaimate. Lalu untuk wisata alam pantai, ada Tae Manu Belang-Belang, Ampallas, Bahari Lombang-Lombang, Kampa yang terkenal dengan julukan Surga yang Tersembunyi.
Selain itu, ada wisata perbukitan dan pemandian di Kalukku, yaitu Bukit Jati Gentungan (Jordan Waterboom), tepatnya berada di Desa Kalukku Barat. Objek wisata ini menjadi jujukan bagi penghobi renang karena ada kolam renang dan seluncuran serta waterboom. Terletak di area bukit dengan udara segar.
Spot Foto
Air Terjun Sondoang dengan ketinggian tidak kurang dari 20 meter itu di bawahnya terdapat kolam alami. Di sini para pengunjung dapat dengan nyaman menikmati sensasi berendam sambil mendengarkan dari jarak relatif dekat suara alunan gerojokan air terjun yang seolah terus melantunkan nada-nada kegembiraan. Bila masih belum cukup dengan hanya berendam, maka berenang bisa menjadi alternatif berikutnya.
Itulah sensasi menikmati air terjun yang jatuh dari ketinggian puluhan meter. Kesegaran air pun terasa membalut sekujur tubuh. Di samping itu semua, ada sejumlah spot untuk berfoto yang bisa memigura keabadian momen sehingga dapat memasuki ruang share di berbagai platform media sosial.
Tinggal pilih berdiri di sisi pinggir tebing air terjun dengan pepohonan yang tumbuh dengan subur. Atau, memanfaatkan batu besar yang terdapat di tengah kolam alami air terjun untuk berpose sesuai dengan pilihan hati. Membangun kenangan yang instagramable.
Dan, untuk pengunjung yang ingin melewatkan waktu lebih lama di sana, bisa membawa tenda untuk berkemah. Bisa didirikan persis di pinggir air terjun. Bisa pula area lain yang mampu menghadirkan panorama nan memincutkan jiwa. Membangkitkan kesadaran spiritual, betapa Mahacinta Tuhan begitu tuntas tertumpahkan kepada para hamba-Nya dengan anugerah akan keindahan alam.
Poros Mamuju - Mahasa
Air Terjun Sondoang terletak di Jalan Poros Mamuju - Mahasa. Lokasinya melewati Jalur Lekbeng. Dari pusat kota Mamuju, jarak untuk mencapai salah satu objek wisata alam favorit itu tidak kurang dari 40 kilometer. Atau, membutuhkan sekitar satu jam perjalanan dengan motor atau mobil.
Yang menarik, objek wisata ini tidak jauh dari permukiman penduduk. Pengunjung yang kebetulan membutuhkan air mineral atau keperluan mengisi perut yang keroncongan dapat memenuhinya di warung makan atau kios yang menjual barang- barang kebutuhan sehari-hari di sana. Sementara itu, di lokasi objek wisata tersebut belum tersedia kios-kios.
Belakangan bulan ini, di Air Terjun Sondoang yang tidak mengutip biaya masuk untuk para pengunjung yang datang, tengah terbelit masalah polusi sampah yang belum kunjung menemukan solusi. Banyak pihak yang menyayangkan jika hal ini tidak mendapat penanganan secara maksimal. Masa depan destinasi wisata ini tentu akan menjadi pertaruhan yang besar. Semoga segera muncul titik terang. ***
