Konten dari Pengguna

Bertemu dengan Situasi Mudah saat Bermain Gim Tebak Kata

Mohamad Jokomono

Mohamad Jokomono

Pernah bekerja sebagai redaktur di Harian Suara Merdeka Semarang (2001-2024). Purnatugas per 9 November 2024. Pendidikan terakhir S-2 Magister Ilmu Komunikasi Undip Semarang (2015). Menyukai kucing.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mohamad Jokomono tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bermain gim tebak kata memang begitu mengasyikkan. (Sumber: Shutterstock)
zoom-in-whitePerbesar
Bermain gim tebak kata memang begitu mengasyikkan. (Sumber: Shutterstock)

(1)

Hal yang menyenangkan saat bermain gim tebak kata, yaitu ketika kita bertemu dengan situasi mudah. Situasi, ketika kita tinggal memindahkan dua huruf yang berada di kotak berwarna oranye.

Urusannya menjadi mudah, karena huruf-huruf itu hanya salah tempat, tetapi masih berada di dalam struktur huruf dari kata yang merupakan target hasil tebakan.

Sementara itu, huruf-huruf lainnya telah berada di kotak-kotak yang berwarna hijau. Itu berarti huruf-huruf tersebut telah berada di posisi yang benar. Dengan begitu, tidak perlu diotak-atik lagi.

Situasi I. (Foto: Mohamad Jokomono)

Seperti terlihat pada situasi I ini. Dari kata KAMPIL di baris kedua. Huruf konsonan K (kotak 1), M (kotak 3), P (kotak 4), dan L (kotak 6) semua berlatar belakang warna hijau. Itu berarti posisi huruf sudah benar.

Adapun huruf vokal A (kotak 2) dan I (kotak 5) semua berada di kotak warna oranye. Ini berarti kedua vokal tersebut perlu bertukar tempat untuk mendapatkan hasil tebakan yang tepat.

Begitulan KIMPAL menjadi kata tebakan yang benar pada sesi kali ini. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi VI Dalam Jaringan (KBBI VI Daring), maknanya “padat (tidak berongga di dalamnya)”.

(2)

Lalu KAMPIL, walaupun bukan jawaban yang benar, karena ia dapat mengisi baris kedua, jelas menunjukkan kata tersebut ada dalam KBBI VI Daring. Artinya “pundi-pundi yang dibuat dari anyaman daun pandan”.

Masih dengan kata KAMPIL. Hanya kali ini yang berada di kotak warna oranye, yaitu kotak 1 (huruf konsonan K) dan kotak 6 (huruf konsonan L). Ini maksudnya kedua konsonan ini seharusnya bertukar tempat untuk menemukan jawaban yang pas.

Seperti tampak pada situasi II, huruf vokal A (kotak 2) dan I (kotak 5) serta konsonan M (kotak 3) dan P (kotak 4) semua berada di posisi yang berlatar belakang warna hijau. Dengan demikian, sudah tepat pada posisinya.

Situasi II. (Foto: Mohamad Jokomono)

Dengan pertukaran tempat huruf konsonan K (kotak 1) dan L (kotak 6), terbentuklah hasil jawaban tebak kata yang benar, yaitu LAMPIK. Artinya, menurut KBBI VI Daring, “tikar kecil yang digunakan pada upacara perkawinan (di Lampung)”.

(3)

Situasi III menunjukkan adanya penyelesaian yang juga relatif mudah. Seperti dua situasi sebelumnya, kali ini pun tinggal menukar tempat dua huruf konsonan yang berada di kotak warna oranye.

Demikian, di baris kedua terhidang upaya percobaan menebak dengan kata KENYAL. Hasilnya seperti terlihat dalam situasi III, huruf konsonan K di kotak 1 dan L di kotak 6 berlatar belakang warna oranye

Situasi III. (Foto: Mohamad Jokomono)

Kemudian, huruf-huruf di tengahnya, yaitu vokal E di kotak 2 dan A di kotak 5 serta konsonan N di kotak 3 dan Y di kotak 4, semua berwarna hijau. Posisi sudah benar. Tidak perlu diubah.

Dengan posisi demikian, setelah terjadi pertukaran posisi konsonan K dan L, terbentuklah kata LENYAK. Menurut KBBI IV Daring, ada dua arti yaitu “nyenyak tidur” dan “lenyap”.

Orang yang tertidur nyenyak bisa dikatakan orang yang lenyak. (Sumber: Shutterstock)

Adapun kata KENYAL, meski bukan jawaban tebakan yang benar, juga memiliki dua arti. Dalam kelas ajektiva, yang pertama ia berarti “empuk dan berdaya pantul (apabila ditekan kembali ke bentuk semula, seperti bola karet)”. Selanjutnya arti kedua, “liat (tentang daging)”.

(4)

Hal yang mudah dalam bermain tebak kata juga dapat terjadi lantaran kita hanya mendapat tugas untuk mengisi satu kotak berwarna abu-abu (pertanda bukan huruf tersebut yang seharusnya berada di posisi itu).

Situasi IV. (Foto: Mohamad Jokomono)

Situasi IV merepresentasikan pilihan mudah yang tinggal menetapkan satu huruf di kotak 5. Dan, seperti terlihat pada ilustrasi di atas, huruf P di kotak 1, E di kotak 2, R di kotak 3, L di kotak 4, P di kotak 6 semua dilatarbelakangi warna hijau. Sudah benar posisinya.

Pekerjaan mengisi kotak 5 di baris ketiga yang berwarna abu-abu itu menjadi semakin mudah. Tatkala pada upaya percobaan menebak di baris pertama dengan kata SYUKUR dan di baris kedua dengan kata RUNTUH. Sama-sama menegaskan bahwa vokal U adalah memang jawaban benar. Berada di dalam kotak warna hijau.

Jawaban yang benar pun tidak sulit dicari. Jelas itu adalah kata PERLUP. Menurut KBBI VI Daring, ada dua arti dalam ragam cakapan. Pertama, dalam kelas kata verba berarti “bertunangan”. Kedua, dalam kelas kata ajektiva berarti “dol (tentang sekrup); galir (tidak ketat atau tidak sendat; longgar; mudah lepas; licin (tentang kunci, sekrup, cincin)”.

(5)

Masih dengan format kemudahan yang sama. Yaitu tinggal mengisi satu huruf di kotak 4 dengan latar belakang abu-abu (bukan huruf yang terkehendaki). Dapat dilihat pada situasi V di bawah ini.

Situasi V. (Foto: Mohamad Jokomono)

Percobaan penebakan kata di baris ketiga, yakni LOTENG, lima huruf sudah oke di kotak-kotak hijau yang menandakan posisi sudah benar. Dan, hanya satu huruf vokal di kotak abu-abu. Nah, kali ini dengan sedikit mempertimbangkan vokal-vokal yang terpakai dari tiga percobaan menebak.

Dari baris pertama, SYUKUR, huruf vokal U berada di kotak warna abu-abu. Lalu di baris kedua, LANTIP, huruf vokal A dan I telah teranulir sebagai jawaban yang benar, karena berada di kotak warna abu-abu pula. Dan, LOTENG, pun menempatkan huruf vokal E di posisi yang menandakan bukan jawaban yang benar.

Oleh sebab huruf vokal U, A, I, E sudah tidak memenuhi persyaratan untuk membentuk hasil tebakan yang tepat. Dan, satu-satunya huruf vokal yang tersisa adalah O. Selanjutnya dapat dipastikan kata LOTONG adalah jawaban yang dikehendaki.

Menurut KBBI VI Daring, ia merupakan padanan dari “lutung”. Monyet yang memiliki perut besar dengan ekor panjang. Rambut tubuhnya mempunyai variasi warna merah, perak, abu-abu, emas, dan hitam. Primata ini mengonsumsi daun. Nama ilmiahnya Colobinae.

Lutung atau lotong. (Sumber: Shutterstock)

Adapun kata LOTENG, yaitu “bagian rumah bertingkat yang sebelah atas; tingkat rumah”. Demikian arti yang disebutkan KBBI VI Daring.

(6)

Penyelesaian yang mudah, karena hanya tinggal menukar huruf yang salah tempat, juga tampak pada situasi VI. Dalam hal ini, menukar posisi huruf konsonan L dan T. Jawaban hasil tebak kata yang benar pun segera didapatkan.

Situasi VI. (Foto: Mohamad Jokomono)

Dari percobaan tebakan dengan kata PELATA, yang merujuk pada hewan “ikan kembung”. Kemudian menjadi jawaban tebak kata yang benar, PETALA, yang berarti “lapis(an); susun(an); tingkat(an)”. Misalnya “petala atmosfer”, yang terdiri atas troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, dan eksosfer.

Petala atau lapisan atmosfer Bumi. (Sumber: Shutterstock)

Hal mudah berikutnya, yaitu menukar tempat dua huruf konsonan R dan J di kotak 3 dan 5 yang berlatar belakang warna oranye pada situasi VII.

Dari JERUJI, yang menurut KBBI VI Daring, mengusung arti “kayu atau besi yang dipasang berdiri dan berjarak (pada jendela, pintu) sehingga terdapat celah-celah; terali; kisi-kisi”.

Situasi VII. (Foto: Mohamad Jokomono)

Kemudian setelah terjadi pertukaran posisi huruf konsonan R dan J di kotak 3 dan 5, jadilah hasil tebak kata yang benar, yakni JEJURI (tempat berdiri juru mudi pada kapal, terbuat dari kayu berbentuk segi empat, diletakkan di belakang roda kemudi).

Masih relatif mudah, tapi dengan sedikit pencermatan pada huruf-huruf di kotak yang berwarna oranye. Situasi VIII menempatkan kata REMPUH (mencari jalan dengan paksa; menyerbu) pada posisi 99 persen benar. Nah, 1 persen lagi tinggal mencari huruf yang tepat untuk menggantikan H di kotak 6.

Berdasarkan percobaan tebakan di baris pertama, yaitu kata SYUKUR. Dan, di baris kedua, KARTUN, terdapat tiga huruf yang berada di kotak yang berlatar belakang oranye, yakni K, U, dan R.

Situasi VIII. (Foto: Mohamad Jokomono)

Dari kata REMPUH yang tinggal menyisakan huruf konsonan H di kotak 6 dengan latar belakang warna abu-abu. Dengan demikian, perlu diganti dengan huruf lain. Dari pilihan huruf yang tersedia di kotak oranye, konsonan R telah mengisi kotak 1 dan vokal U mengisi kotak 5.

Oleh karena itu, pilihan yang tersedia tinggal K. Dan, bisa dipastikan, setelah konsonan K dimasukkan, sehingga dapat dibentuk kata REMPUK (searti dengan “rembuk”), semua huruf yang tersusun pun berada di kotak-kotak dengan latar belakang warna hijau.

(7)

Situasi IX di bawah ini juga menawarkan kemudahan solusi. Hanya kali ini proses upaya percobaan untuk menebak agak relatif panjang. Perlu empat kata, yaitu SYUKUR, LEMBUR, MANJUR, dan MENDUT terlebih dahulu, sebelum tampak titik terang kemudahan itu.

Situasi IX. (Foto: Mohamad Jokomono)

Setelah pada percobaan menebak di baris pertama, kedua, dan ketiga, semua memastikan bahwa huruf konsonan R berterima karena berada di dalam kotak 6 yang berlatar belakang warna hijau.

Dengan demikian, dapat dipastikan hasil tebakan yang dikehendaki adalah kata MENDUR. Menurut KBBI VI Daring, merujuk pada tumbuhan bunga melati.

(8)

Meski mudah, situasi X, sedikit memainkan pencermatan dalam pengisian satu huruf vokal yang dapat berterima untuk mewujudkan jawaban tebakan yang benar.

Situasi X. (Foto: Mohamad Jokomono)

Dari percobaan menebak pertama, SYUKUR, huruf vokal U langsung tereliminasi. Percobaan kedua, KENTAL, vokal A tidak pada posisi yang tepat. Percobaan ketiga, KELATI, vokal A tidak pada posisinya dan vokal I tereliminasi

Dengan demikian, satu-satunya huruf vokal yang paling berpotensi untuk membentuk jawaban yang benar untuk menggantikan huruf vokal E adalah O.

Pada percobaan menebak keempat KETELA, hanya E yang berada di kotak dengan latar belakang warna oranye. Lima huruf lainnya di kotak-kotak dengan latar belakang warna hijau. Karena itu, dapat dipastikan jawaban yang tepat adalah KETOLA.

Menurut KBBI VI Daring, mereferen pada tanaman menjalar, buahnya hijau sebesar mentimun, kulitnya bersegi-segi. Dagingnya yang masih muda empuk berongga seperti kapas, biasa dibuat sayur. Jenisnya, seperti ketola ular dan ketola manis. Nama ilmiahnya Luffa cylindrica.

(9)

Eksekusi mudah yang muncul pada kesempatan terakhir tampak pada situasi XI. Di baris pertama (SYUKUR), hadir huruf konsonan K di kotak 4 dengan latar belakang warna hijau. Baris kedua ditambah huruf vokal A di kotak 5 (BERKAS).

Situasi XI. (Foto: Mohamad Jokomono)

Selanjutnya, di baris ketiga (POSKAR) dan keempat (FISKAL) ada tambahan lagi huruf konsonan S di kotak 3. Dan, manakala muncul percobaan tebakan di baris kelima, MASKOT, hanya huruf vokal O di kotak 5 dan huruf-huruf lainnya berada di kotak-kotak hijau.

Padahal percobaan menebak di baris kedua, ketiga, dan keempat, meskipun belum tepat, di kotak 5 konsisten muncul huruf vokal A. Dan, sudah benar karena berada di kotak hijau. Dengan demikian, untuk memastikan jawaban tebakan yang tepat adalah tinggal mengganti vokal O di kotak 5 dengan A.

Jawaban yang benar, yaitu MASKAT. Menurut KBBI VI Daring, berarti “baju luar; rompi”. Dipadankan pula dengan “sadariah”, yaitu kata yang diserap dari bahasa Arab yang mereferen pada pakaian yang disebut rompi.

Karyawan proyek mengenakan "rompi" yang ternyata memiliki padanan kata, yaitu "maskat", "sadariah", dan "baju Luar". (Sumber: Shutterstock)

***