Ikan Sidat Bisa Hidup di Air Laut dan Tawar

Pernah bekerja sebagai redaktur di Harian Suara Merdeka Semarang (2001-2024). Purnatugas per 9 November 2024. Pendidikan terakhir S-2 Magister Ilmu Komunikasi Undip Semarang (2015). Menyukai kucing.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Mohamad Jokomono tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ikan sidat memiliki nama ilmiah Anguilliformes. Siklus hidup dan habitatnya mempertemukan dua ekosistem. Tumbuh besar di ekosistem air tawar, seperti sungai dan danau. Namun, akan kembali ke ekosistem air asin, yaitu laut untuk berkembang biak.
Oleh karena itu, ikan sidat mempunyai karakteristik siklus hidup katadromus. Hidup di air tawar, estuari (wilayah pesisir semitertutup perpaduan air sungai dan air laut akibat pengaruh pasang surut laut), dan laut. Fase pemijahannya di laut dan pertumbuhan di sungai atau danau.
Ciri secara umum, tubuh ikan sidat dewasa bisa mencapai panjang hingga 200 sentimeter. Silindris bentuk tubuhnya dengan sisik yang sangat halus. Sirip dadanya terletak persis di belakang tutup insang, mirip daun telinga. Secara umum, warna punggungnya abu-abu, cokelat, biru, atau hijau. Perutnya putih, kuning, dan perak.
Laut Dalam
Bila mendapat sentuhan paparan naratif, maka kira-kira beginilah alur proses perkembangbiakan ikan sidat itu. Tersebutlah ikan-ikan sidat betina bertelur di laut dalam. Di bawah lapisan thermocline yang berada di kedalaman 1.828 meter dan bahkan lebih.
Di kedalaman itu, boleh dikatakan sangat minimal atau bahkan tidak ada cahaya yang bisa menembus ke zona ini. Kebanyakan organisme menggantungkan kelangsungan hidupnya terhadap material organik yang jatuh dari zona fotik. Lapisan teratas air laut.
Masih berlangsung di zona laut dalam. Kemudian ikan-ikan sidat jantan pun secara eksternal membuahi telur-telur itu. Mereka mengeluarkan sperma di sekitar telur-telur itu. Rentang waktu dengan proses sebelumnya, yaitu saat ikan-ikan sidat betina melepaskan telur-telurnya, terjadi secara hampir bersamaan.
Peristiwa pemijahan di laut dalam tersebut hanya berlangsung satu kali. Dengan demikian boleh dikatakan, sesegera mungkin setelah telur-telur itu dikeluarkan oleh ikan-ikan sidat betina, dibarengi dengan pembuahan secara eksternal dengan sperma yang dikeluarkan ikan-ikan sidat jantan. Secara alamiah, setelah proses reproduksi itu para ikan dewasa baik betina maupun jantan itu kemudian menemui kematiannya.
Siklus Hidup
Larva ikan sidat, setelah menetas dari telur yang telah menerima sentuhan pembuahan itu, kemudian hidup sebagai plankton di air asin. Bentuknya pipih dan transparan. Ini disebut dengan fase leptocephalus atau fase larva. Secara alamiah, larva lalu terbawa arus laut sehingga mendekati pantai.
Setelah itu, masuk ke muara sungai. Terjadilah migrasi ke perairan tawar. Hingga masuk ke fase glass eel. Larva berubah menjadi elver dengan panjang 5-7 sentimeter. Elver inilah yang banyak ditangkap untuk kepentingan pembudidayaan.
Seterusnya fase yellow eel. Ini ketika elver telah tiba di estuari dan kian menegaskan keberadaannya di perairan air tawar (sungai atau danau). Di sinilah elver akan tumbuh menjadi ikan sidat dewasa, disebut yellow eel. Bila dibudidayakan, maka fokus utamanya adalah pembesaran. Migrasi kembali ke laut adalah naluri yellow eel.
Ketika sudah matang kelamin, yang betina akan bertelur di laut dalam dan yang jantan akan segera membuahinya secara eksternal dengan mengeluarkan sperma. Pada fase pemijahan ini mereka berubah menjadi silver eel dengan kepemilikan cadangan lemak yang lebih banyak. Tùbuhnya lebih mengkilap laksana perak. Baik ikan sidat betina maupun jantan menemui kematiannya setelah proses reproduksi di laut dalam.
Di dunia ini terdapat 18 spesies ikan sidat. Dan, tujuh spesies di antaranya terdapat di Indonesia. Ketujuh spesies ikan sidat yang siklus hidupnya ada di perairan Tanah Air, yaitu Anguilla marmorata, Anguilla celebensis, Anguilla bicolor, Anguilla bicolor pacifica, Anguilla borneensis, Anguilla interioris, dan Anguilla obscura (endemik Papua).
Spesies ikan sidat yang bersirip dorsal (punggung) pendek, contohnya Anguilla bicolor dan Anguilla bicolor pacifica. Sementara itu, spesies ikan sidat yang bersirip dorsal panjang, contohnya Anguilla borneensis dan Anguilla marmorata. Sirip dorsal ini untuk menjaga keseimbangan, stabilitas, dan membantu ikan saat memutar.
Manfaat Ikan Sidat
I
Pada umumnya, ikan sidat dikonsumsi pada fase yellow eel (dewasa). Terutama manakala mereka hidup dan mencapai pertumbuhan di sungai, danau, atau rawa. Itu terjadi sebelum organ reproduksi (gonad) mencapai puncak kematangan untuk bermigrasi ke laut guna menuntaskan siklus hidupnya.
Ikan sidat adalah sumber protein yang kaya akan asam lemak omega-3 Dokosaheksaenoat (DHA) dan Eicosapentaenoic Acid (EPA) yang sangat membantu perkembangan dan fungsi otak. Juga berperan signifikan dalam pencegahan penyakit jantung. Di samping itu, juga sarat kandungan vitamin A yang melindungi retina dari kerusakan serta meminimalisasi katarak.
Ada pula kandungan vitamin B pada ikan sidat yang bermanfaat untuk merawat kesehatan sistem saraf dan metabolisme tubuh, menajamkan fungsi otak serta kemampuan regenerasi sel. Dan, berkat perannya dalam pembentukan sel darah merah dapat turut meminimalisasi anemia.
Tidak ketinggalan mineral seperti seng (zinc) dan kalsium. Zinc yang terkandung di dalam ikan sidat membuka jalan bantuan pengaktifan hormon pertumbuhan anak. Adapun kalsium, penting guna pembentukan dan pemeliharaan tulang dan gigi yang kokoh. Serta, ada peran penting dalam fungsi saraf, kontraksi otot, berikut pembekuan darah. Selain itu saling membahu dengan fosfor, kalsium turut berperan dalam merawat kesehatan tulang.
Dengan kandungan protein di dalam ikan sidat, proses perbaikan sel-sel tubuh dan percepatan penyembuhan luka dapat terkondisikan dengan baik. Kekebalan tubuh pun dapat ditingkatkan dengan konsumsi terhadap ikan sidat. Beta-karoten yang terkandung di dalamnya, dengan sifat antioksidan, dapat membantu tubuh dari radikal bebas.
Daging ikan sidat sungguh lezat dijadikan satai. Dapat dipotong-dipotong, dibumbui, dan ditusuk sebelum dibakar. Bisa dinikmati dengan sambal ulek daun kencur. Atau, dengan sambal jengkol. Juga, enak dengan sambal dari kacang tanah. Kalau ada yang berselera dengan sambal kecap, bolehlah.
Daging ikan sidat dapat pula dihaluskan dan diolah dijadikan burger. Dapat disajikan ikan sidat bakar bumbu santan. Varian makanan lain, seperti biskuit dari tepung ikan sidat dan dendeng ikan sidat.
Di Indonesia, terdapat kebijakan perlindungan terbatas terhadap sejumlah ikan sidat dengan dasar pada ukuran dan waktu. Seperti ikan sidat dewasa spesies Anguilla marmorata dan Anguilla celebensis dengan berat di atas lima kilogram serta Anguilla bicolor dan Anguilla interoris di atas dua kilogram dilarang untuk ditangkap.
Pun, ada larangan penangkapan benih ikan sidat (glass eel) pada bulan gelap (bulan baru) tertentu sesuai dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 80 Tahun 2020. ***
