Konten dari Pengguna
Karampuang, Sang Pulau Rembulan Purnama
27 November 2025 17:27 WIB
·
waktu baca 7 menit
Kiriman Pengguna
Karampuang, Sang Pulau Rembulan Purnama
Pulau Karampuang di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat menjadi destinasi wisata bahari yang penuh pesona. Air laut yang jernih laksana laca menjadi surga bagi pencinta snorkeling dan diving.Mohamad Jokomono
Tulisan dari Mohamad Jokomono tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
//Oh, Pulo Karampuang/ Di olona Mamuju/ Merio-rio nikita/ Di wattu simbar karampuang//
ADVERTISEMENT
//Karaomo lampana tonisenga’ di ate/ Ateku’ rapang nikojo/ Bennu bulo pammoso//
//Pallarina utara/ Situru-turu’ salatang/ Pangkaya nda’ko di ia/ Di tomarao//
Terjemahan:
//Oh, Pulau Bulan/ Di depannya Mamuju/ Bersenang-senang dilihat/ Di waktu munculnya bulan//
//Jauh sudah perginya yang diingat di hati/ Hatiku seperti diiris/ Bambu yang tajam//
//Angin bertiup dari utara/ Begitu juga selatan/ Sampaikan ke dia/ Yang jauh di sana//
Ada kerinduan yang menyebabkan ateku’ rapang nikojo, bennu bulo pammoso, hati ini serasa teriris belahan sembilu (bambu tipis yang tajam). Sang juwita jiwa tengah pergi merantau. Berpuluh purnama tiada kabar. Ingatan kepadanya membuat hati mesti bersahabat dengan pilu. Begitulah kira-kira muatan lirik lagu daerah tradisional sebagaimana terkutip di atas. Tercipta ketika smartphone belum ada. Ketika kemudahan berkomunikasi setiap waktu belum tersedia. Hanya kepada angin, harapan satu-satunya kerinduan itu tersampaikan kepada si dia.
ADVERTISEMENT
Popularitas lagu daerah dengan bahasa Mamuju berjudul “Pulo Karampuang” (Pulau Rembulan) di kalangan masyarakat penutur yang tersebar di Kabupaten Mamuju, serta sebagian wilayah Kabupaten Polewali Mandar dan Mamasa, pada realitasnya cenderung menenggelamkan nama asli pulau yang memiliki luas daratan 6,37 kilometer persegi atau 637 hektare itu. Yah, nama aslinya adalah Pulau Liutang. Akan tetapi, masyarakat di sana lebih familer menyebutnya Pulau Karampuang.
Menurut Undang Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, pulau dengan luas daratan 2.000 kilometer persegi atau lebih sempit dari itu beserta kesatuan ekosistemnya termasuk ke dalam kriteria pulau kecil. Dengan luas 6,37 kilometer persegi, Pulau Karampuang sangat memenuhi kriteria disebut pulau kecil.
ADVERTISEMENT
Tidak kurang populernya dengan lagu daerah Sulawesi Barat lainnya, seperti “Oh Mamuju”, “Sayang Sayang Si Patokaan“, atau “Tenggang-Tenggang Lopi”, lagu “Pulo Karampuang” ini meraih kemashurannya berkat sentuhan liriknya yang merujuk pulau ikonik yang berada tepat di seberang wilayah pesisir Kabupaten Mamuju. Terpisah Teluk Mamuju. Di kisaran tiga kilometer jaraknya. Pulau itu tampak dari Anjungan Pantai Manakarra. Kata karampuang itu sendiri, dalam bahasa Mamuju bermakna “rembulan”. Kata yang sangat dekat dengan suasana romantis.
Air Laut Jernih
Pesona Pulau Karampuang yang paling tampak terbaca adalah air laut jernih yang mengelilinginya. Berwarna biru kehijauan. Terlebih lagi terumbu karangnya sehat dan penuh warna. Pengelola objek wisata dan warga setempat rupanya relatif baik menunaikan kewajiban dan memberikan dukungan positif melalui upaya untuk menjaga kebersihan dan merawat kelestarian Pulau Karampuang.
Pesona bawah lautnya dengan dukungan kejernihan airnya, merupakan godaan bagi banyak pengunjung untuk berbasah-basah ria di lokasi yang sangat representatif untuk melakukan kegiatan snorkeling ataupun diving itu. Di perairan sekitar Pulau Karampuang, tanpa harus menyelam terlalu dalam, wisatawan dapat melihat pemandangan bawah laut yang begitu eksotis. Daya pikat yang khas. Itu bisa mereka lakukan di Dermaga Kayu yang menjorok ke laut. Akses welcome ke destinasi wisata tersebut.
ADVERTISEMENT
Kejernihan air laut di dekat Pulau Karampuang yang laksana sebening kaca itu dengan visibilitas yang sangat baik, dengan paduan hamparan pasir putih dan biota laut yang begitu beraneka ragam, serta deretan pohon kelapa, menobatkan Pulau Karampuan sebagai destinasi wisata bahari yang menawarkan daya tarik menawan bagi para wisatawan untuk berbondong-bondong datang ke sana. Belum lagi pertimbangan keberadaan pulau ini yang berada di tengah-tengah perairan Teluk Mamuju yang tenang. Dalam kondisi normal, ketinggian gelombangnya sekitar 0,2 meter.
Yang Menarik dan Ikonik
Banyak titik yang menarik dan ikonik di Pulau Karampuang. Sebut saja Sumur Tiga Rasa. Fenomena unik tentang keberadaan sebuah sumur yang airnya tawar, asin, dan payau. Warga setempat juga menyebutnya Sumur Jodoh. Ada atmosfer kepercayaan yang melingkupi pandangan mereka, dengan meminum air di sumur tersebut, seseorang yang belum mempunyai pasangan hidup akan lebih lancar dalam mengikhtiarkan pencarian jodoh buatnya.
ADVERTISEMENT
Letak keunikan sumur ini karena tiga rasa itu terbentuk secara alami sejak lama. Air tawar berasal dari perbukitan yang berada di sisi lokasi sumur tersebut. Guyuran hujan yang jatuh dan meresap ke area tanah perbukitan itu menjadi sumber air tawar yang secara alami mengalirinya. Sementara itu, ada pula intrusi atau pergerakan air laut yang asin ke dalam sumber air tawar seperti akuifer. Formasi geologi di bawah permukaan tanah berupa lapisan batuan yang mengandung dan mampu mengalirkan air tanah untuk sumber penggalian sumur. Ketika ia bertemu dengan air tawar maka jadilah air payau. Dan, ketika tidak bertemu, hasil intrusi air laut itu tetap berasa asin.
Adapun Gua Lidah yang terdapat di bagian selatan Pulau Karampuang terbentuk karena adanya fenomena geologi vulkanik. Pulau ini merupakan bagian dari busur gunung api tersier di Sulawesi Barat. Didominasi batuan gunung api (vulkanik) yang terbentuk dari lava mendingin dan membeku di permukaan bumi. Juga, didominasi batuan plutonik, yang terbentuk dari magma membeku di bawah permukaan bumi. Kristal batuan vulkanik halus karena pendinginan cepat, sedangkan kristal batu plutonik besar dan kasar karena pendinginan lambat.
ADVERTISEMENT
Menurut perspektif studi geologi, di Pulau Karampuang terjadi adanya singkapan lava andesitik - basaltik dan batuan vulkanik pada beberapa lokasi. Termasuk di area pesisir tempat keberadaan Gua Lidah. Dengan demikian, gua ini terbentuk dari proses aktivitas vulkanisme. Berupa pembentukan rongga di dalam aliran lava saat mendingin. Dan, mengingat letaknya dekat pantai, proses abrasi pada batu vulkanik juga bisa berperan dalam membentuk dan memperbesar Gua Lidah. Pintu masuknya menyerupai bentuk lidah dan langit-langit mulut manusia.
Dermaga Kayu
Di Pulau Karampuang terdapat dermaga kayu sepanjang sekitar 150 meter yang menjorok ke laut dan terhubung dengan dermaga apung. Dari dermaga itu, para pengunjung atau wisatawan dapat menikmati pemandangan laut dan bahkan bawah laut dari permukaan air yang jernih laksana kaca yang bening itu. Ini bagi mereka yang sudah cukup puas mendapatkannya tanpa perlu melakukan aktivitas snorkeling atau diving.
ADVERTISEMENT
Dermaga kayu ini, selain sebagai akses bagi para wisatawan yang berkunjung ke Pulau Karampuang, juga merupakan salah satu noktah favorit untuk berfoto sembari menikmati tiupan angin pantai. Noktah favorit lainnya, yaitu pantai dengan latar belakang pasir putih dan laut biru. Efek dramatis dapat tercipta manakala pemotretan berlangsung kala senja hari bertepatan dengan matahari tenggelam.
Rumah Panggung Boyang, rumah adat khas Sulawesi Barat, sering pula menjadi pilihan lain dari para wisatawan yang berkunjung ke Pulau Karampuang Mamuju. Keberadaan rumah panggung dengan arsitektur tradisional itu begitu menciptakan panorama budaya nan artistik sebagai dukungan untuk latar belakang foto diri atau ramai-ramai. Kesediaan untuk menjelajahi perkampungan di pulau ini, akan memberikan kekayaan pengalaman dalam sensasi berfoto yang berbeda.
ADVERTISEMENT
Aktivitas Pemancingan
Pulau Karampuang juga memanjakan mereka yang mempunyai hobi memancing. Spot-spot memancing yang alamiah, antara lain tebing dan perairan di dekat terumbu karang. Di tebing pulau dapat dilakukan dengan teknik lempar umpan (casting). Akan tetapi, perlu kehati-hatian lantaran kontur medan yang tidak rata.
Kegiatan memancing juga dapat berlangsung di dekat terumbu karang. Kendati perahu tidak bisa menepi ke pantai karena adanya terumbu karang tersebut, perairan di sekitarnya yang jenih dan begitu berlimpah biota laut, menjadi pilihan spot untuk aktivitas kail-mengail ini bagi para penghobi.
Seterusnya, pilihan yang juga menawarkan sensasi kegiatan memancing yang tidak kalah menarik, yaitu melakukan kegiatan tersebut di sekitar pantai. Spot yang menggiurkan, salah satunya di sisi timur Pulau Karampuang dengan hamparan pasir putihnya. Tatkala kondisi air laut tengah mengalami surut, bisa menjadi alternatif spot alamiah yang menggulirkan keasyikan tersendiri. Dan, di area pesisir pulau bisa juga ditemukan sejumlah spot tersembunyi tempat ikan-ikan berkumpul.
ADVERTISEMENT
Agar tidak menimbulkan hunjaman destruksi terhadap area konservasi atau wisata bawah laut lainnya, spot untuk melepas hasrat memancing dapat terkondisikan dengan menggelar aktivitas di rumpon-rumpon. Di sekitar perairan Teluk Mamuju hingga Pulau Karampuang, aparat Kepolisian Perairan dan Udara Kepolisian Daerah (Polairud Polda) Sulawesi Barat menginisiasi pengadaan rumpon-rumpon buatan yang tersebar di tengah wilayah perairan tersebut. Ini juga bisa pula menjadi pilihan alternatif memancing.
***

