Konten dari Pengguna

Mengenal Kecamatan Kalukku, Salah Satu Lokasi Ekspedisi Patriot

Mohamad Jokomono

Mohamad Jokomono

Pernah bekerja sebagai redaktur di Harian Suara Merdeka Semarang (2001-2024). Purnatugas per 9 November 2024. Pendidikan terakhir S-2 Magister Ilmu Komunikasi Undip Semarang (2015). Menyukai kucing.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mohamad Jokomono tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hutan mangrove di daerah pesisir. (Sumber: Shutterstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hutan mangrove di daerah pesisir. (Sumber: Shutterstock)

(1)

Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Ekspedisi Patriot. Program hasil inisiasi Kementerian Transmigrasi yang berkolaborasi dengan perguruan tinggi mitra ini bertujuan untuk mengembangkan kawasan transmigrasi, sehingga tumbuh secara inklusif, produktif, dan integratif sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Dengan melibatkan para peneliti dan praktisi dengan dukungan mahasiswa tingkat akhir perguruan tinggi mitra dari pelbagai disiplin ilmu, mereka melakukan pengkajian secara strategis. Adapun aspek-aspek yang akan menjadi sasaran pengkajian strategis serta pengidentifikasian potensi itu, meliputi sosial budaya, ekonomi, lingkungan, dan kelembagaan di kawasan transmigrasi.

(2)

Wilayah Provinsi Sulawesi Barat didominasi oleh karakteristik daerah pesisir. Kendati demikian, secara geografis juga mempunyai dataran rendah, dataran tinggi, dan pegunungan. Lokasinya di sebelah barat Pulau Sulawesi dan berbatasan langsung dengan laut Selat Makassar. Garis pantainya 700 kilometer lebih.

Kecamatan Kalukku dengan luas wilayah 454, 96 kilometer persegi ini berbatasan langsung dengan Selat Makassar di bagian barat. Dengan demikian, wilayah kecamatan ini memiliki karakteristik daerah pesisir. Kecamatan ini terdiri atas empat kelurahan dan 10 desa. Keempat kelurahan, yaitu Bebanga, Sinyonyoi, Sinyonyoi Selatan, dan Kalukku (ibu kota kecamatan).

Adapun 10 desa di Kecamatan Kalukku, yakni Pammulukkang, Kalukku Barat, Beru-Beru, Kabuloang, Belang-Belang, Pokkang, Rea Guliling, Sondoang, Uhaimate, dan Keang. Bahasa daerah yang dominan digunakan adalah bahasa Mamuju. Ada dialek Sinyonyoi yang biasa digunakan oleh masyarakat penutur di wilayah Kelurahan Sinyonyoi dan Sinyonyoi Selatan, Kecamatan Kalukku.

Selain itu, terdapat bahasa daerah lain, seperti bahasa Bali, Jawa (termasuk dialek Banyumasan), Cebuano (bahasa daerah masyarakat Pulau Cebu, Filipina). Dan, sudah pasti masyarakat di sana sudah lancar dan mahir berbahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi dan interaksi yang paling fleksibel dan dapat dipahami semua pihak di seantero Tanah Air.

(3)

Di wilayah Kecamatan Kalukku telah berdiri SD Negeri Transmigrasi Marano. Terletak di Dusun Transmigrasi Marano, Desa Pammulukkang, Kecamatan Kalukku. Surat Keputusan Pendirian Nomor 890/026.B/1/Dikpora bertanggal 20-01-2009 merupakan dasar hukum pendirian sekolah tersebut.

Sekolah dengan luas tanah 2.500 meter persegi itu, terakreditasi C sejak 2021 hingga 2026 itu, memperlihatkan komitmen yang sungguh-sungguh dalam memberikan fasilitas ruang belajar yang menimbulkan rasa nyaman bagi para murid. Akses internet pun telah tersedia, sehingga mereka dapat memanfaatkan sumber belajar secara digital. Listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga telah berperan di ranah proses pembelajaran.

Sementara itu, Keputusan Menteri Desa Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 9 Tahun 2016 menetapkan Kawasan Transmigrasi Sinyonyoi sebagai Satuan Permukiman 2. Satuan permukiman (SP) ini merupakan bagian dari Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) atau Kelompok Satuan Permukiman (KSP). Fungsi yang diembannya sebagai tempat tinggal dan usaha para transmigran. Daya tampungnya 300-500 keluarga.

Penetapan itu dilakukan karena kawasan transmigrasi tersebut adalah area strategis yang dinilai cepat tumbuh. Dan, menjadi kawasan budi daya dengan aksentuasi pada fungsi permukiman serta tempat usaha masyarakat dalam konstelasi sistem pengembangan lewat kebijakan transmigrasi pemerintah.

(4)

Mamuju merupakan daerah penghasil kakao dan kopi. Potensi perikanan dan pertambangan pun relatif dapat diandalkan. Sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Barat, Mamuju mempunyai destinasi wisata bahari dan alam.

Sebut saja Pulau Karampuang yang tersohor berkat keindahan bawah lautnya. Ini memantik rasa tertarik bagi pengunjung yang akrab dengan aktivitas diving dan snorkeling. Terlebih dengan pasir putih dan hutan mangrovenya menumbuhkan daya tarik tersendiri.

Kemudian Pantai Manakarra yang menjadi primadona bagi mereka yang suka mengasyiki keindahan matahari terbenam. Lalu ada Air Terjun Tamasapi yang memiliki ketinggian 75 meter. Aliran airnya deras di lingkungan hutan yang menyuguhkan keasrian.

Patai Manakara merupakan salah satu destinasi wisata di Mamuju, Sulawesi Barat. (Sumber: Shutterstock)

Selanjutnya, Pantai Rangas dan Tanjung Losa. Pantai dengan pasir hitam yang halus. Pemandangannya begitu eksotis. Tidak ketinggalan, landmark Mamuju City di puncak Gunung Anjoro Pitu. Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) pada 2014 pernah mencatatnya sebagai landmark dengan tulisan terpanjang di Indonesia. Panjang 160 meter dan tinggi 16 meter.

Untuk kerajinan, ada kain tenun tradisional Sekomandi khas Mamuju. Bahannya alami dan motifnya unik. Sementara itu, banyak tawaran kuliner, yaitu kue tetu, bolu paranggi, kue kui-kui, bau peapi, sambusa, roti pawa, kalumpang, loka anjoroi, dan baje.

Tentu saja masih banyak potensi di tanah Mamuju yang dapat ditelusuri oleh Tim Ekspedisi Patriot. Karenanyalah, orang-orang yang cinta Tanah Air itu mencurahkan pikiran dan tenaganya untuk mengadakan penelitian demi kemajuan yang lebih maksimal kawasan transmigrasi di sana. ***

Mohamad Jokomono, ayah dari seorang mahasiswa tingkat akhir yang akan menjadi anggota Tim Ekspedisi Patriot di Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.