Kumparan Logo

Alasan Kenapa Vaksin Influenza Penting Diulang Tiap Tahun demi Lindungi Keluarga

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Media Brief – Perlindungan Flu yang Tepat untuk Keluarga Hebat yang diselenggarakan oleh Kalbe melalui anak usahanya, Kalventis, di Jakarta Pusat, Kamis (23/4). Foto: Eka Nurjanah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Media Brief – Perlindungan Flu yang Tepat untuk Keluarga Hebat yang diselenggarakan oleh Kalbe melalui anak usahanya, Kalventis, di Jakarta Pusat, Kamis (23/4). Foto: Eka Nurjanah/kumparan

Banyak orang tua menganggap flu pada anak sebagai hal biasa. Padahal, tidak semua flu bersifat ringan. Dalam beberapa kasus, penyakit ini dapat menyebabkan demam tinggi, tubuh lemas, bahkan hingga memerlukan perawatan di rumah sakit.

Sayangnya, kondisi seperti ini masih kerap dianggap sepele, padahal ada langkah pencegahan yang efektif, salah satunya melalui vaksinasi yang diberikan sesuai jadwal yang dianjurkan

Influenza dan Selesma (Common Cold), Sekilas Mirip tapi Berbeda

Anggapan santai dalam melihat penyakit tersebut sering berawal dari kesalahan dalam mengenali jenis penyakitnya. Kemiripan gejala membuat banyak orang tua sulit membedakan antara influenza dan selesma (common cold), padahal keduanya berbeda.

Prof Soedjatmiko dalam Media Brief - Perlindungan Flu yang Tepat untuk Keluarga Hebat bersama Kalventis dan Kalbe di Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026). Foto: Eka Nurjanah/kumparan

Anggota Tim Ahli Satgas Imunisasi IDAI, Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si., menyebut, influenza dapat menyebabkan individu yang terpapar virus mengalami demam tinggi.

"Bisa demam tinggi, bisa berat, bahkan bisa menyebar peradangan paru, radang jantung, radang otak. Sedangkan kalau pilek-pilek biasa, nggak pakai demam atau demam sedikit, bersin-bersin itu namanya common cold," kata Prof. Soedjatmiko dalam acara Media Brief – Perlindungan Flu yang Tepat untuk Keluarga Hebat yang diselenggarakan oleh Kalbe melalui anak usahanya, Kalventis, di Jakarta Pusat, Kamis (23/4).

Selesma disebabkan oleh rhinovirus yang gejalanya cukup ringan, yakni pilek, batuk ringan atau demam yang tidak terlalu tinggi. Si kecil pun masih bisa beraktivitas seperti biasa.

Ilustrasi anak mengalami infuenza atau flu. Foto: Shutter Stock

Sedangkan influenza disebabkan oleh virus influenza tipe A dan tipe B. Dokter Soedjatmiko meminta para orang tua tidak memandang remeh virus penyebab influenza. Apalagi, virus memiliki kemampuan untuk bermutasi atau beradaptasi dengan lingkungan.

Vaksinasi Jadi Upaya Pencegahan

Dokter Soedjatmiko mengungkap, selama lebih dari satu dekade, vaksin quadrivalent dikembangkan untuk melindungi masyarakat dari dua galur (strain) virus flu jenis A yaitu H1N1 dan H3N2 serta dua galur virus flu jenis B yaitu Victoria dan Yamagata.

"Namun, sejak tahun 2020, virus B/Yamagata tidak ditemukan lagi di seluruh dunia. Oleh karena itu, pada 2023, WHO menilai bahwa keberadaan komponen virus B/Yamagata dalam vaksin tidak diperlukan lagi,” ucap Prof. Soedjatmiko.

Media Brief - Perlindungan Flu yang Tepat untuk Keluarga Hebat bersama Kalventis dan Kalbe di Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026). Foto: Eka Nurjanah/kumparan

Sejumlah studi menunjukkan bahwa vaksin influenza trivalent memiliki profil imunogenisitas, efektivitas, dan keamanan yang sebanding dengan vaksin quadrivalent. Vaksin influenza trivalen artinya vaksin flu yang melindungi tubuh dari tiga jenis virus influenza.

Sementara itu, ada juga vaksin quadrivalent yang melindungi dari empat jenis virus. Jadi sederhananya, trivalent melindungi seseorang dari 3 strain virus dan quadrivalent melindungi dari 4 strain virus.

“Efektivitas vaksin ditentukan oleh kesesuaian antigen dengan virus yang beredar. Dengan demikian, vaksin influenza trivalent tetap memberikan perlindungan optimal terhadap ancaman influenza,” imbuhnya.

Senada dengan Prof. Soedjatmiko, Dokter Spesialis Anak, dr. Kanya Ayu, Sp.A, mengungkap, virus Influenza masih bermutasi. Berdasarkan data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), virus influenza B garis keturunan Yamagata (B/Yamagata) kemungkinan besar punah atau tidak lagi bersirkulasi.

Media Brief - Perlindungan Flu yang Tepat untuk Keluarga Hebat bersama Kalventis dan Kalbe di Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026). Foto: Eka Nurjanah/kumparan

Temuan tersebut didapat dari hasil penelitian pada Desember 2024 hingga November 2025. Oleh karena itu, idealnya seseorang terus memperbarui vaksinasi influenza. Menurut dr. Kanya, hal itu dilakukan untuk meminimalisir infeksi.

“(Influenza) ini sampai menyebabkan pneumonia, radang paru yang menyebabkan sesak gagal nafas, yang anaknya sampai harus dirawat dengan alat bantuan nafas, pakai oksigen, masuk ICU, dan lain sebagainya. Jadi komplikasinya lebih berat," tutur dr. Kanya.

"Makanya ditangani sejak awal, ya. Bahkan kalau sampai infeksi berat, sampai gagal ginjal, gagal hati atau sampai mengancam nyawa,” imbuhnya.

Dukungan Industri Kesehatan

Media Brief - Perlindungan Flu yang Tepat untuk Keluarga Hebat bersama Kalventis dan Kalbe di Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026). Foto: Eka Nurjanah/kumparan

Di sisi lain, dukungan dari industri kesehatan juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan influenza. PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui anak usahanya, PT Kalventis Sinergi Farma (Kalventis), berkomitmen memperkuat ketahanan kesehatan nasional dengan menghadirkan vaksin influenza trivalent.

Langkah ini selaras dengan World Health Organization (WHO) yang merekomendasikan transisi penggunaan vaksin influenza quadrivalent (QIV) ke vaksin influenza trivalent (TIV).

“Ketersediaan vaksin ini penting untuk untuk mencegah perburukan akibat penyakit influenza, risiko rawat inap, dan kematian. Upaya ini juga mendukung tema World Immunization Week yaitu "For Every Generation, Vaccines Work" yang mengingatkan kita mengenai manfaat perlindungan vaksin di segala usia demi memperpanjang harapan hidup,” ujar Vidi Agiorno, Presiden Direktur PT Kalventis Sinergi Farma.

kumparan post embed